GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

Gubernur Jabar, KDM menilai sistem pajak kendaraan bermotor saat ini memiliki ketimpangan. Sebab, kendaraan yang jarang digunakan tetap harus membayar pajak tahunan dalam
Selasa, 12 Mei 2026 - 20:21 WIB
Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus
Sumber :
  • ANTARA/Ricky Prayoga

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, KDM berencana menghapus pajak kendaraan bermotor dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar untuk pengguna jalan provinsi di Jawa Barat. 

Menurut Dedi, konsep tersebut dinilai lebih adil dibanding sistem pajak tahunan yang selama ini berlaku bagi seluruh pemilik kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan Dedi Mulyadi soal “kalau pengen berkeadilan, pajak kendaraan bermotor dihapus” langsung ramai dibicarakan di media sosial. 

Banyak masyarakat menilai ide tersebut sebagai terobosan baru, sementara sebagian lain mempertanyakan bagaimana sistem jalan berbayar nantinya diterapkan. 

Namun bagi Dedi, inti utama dari gagasan itu adalah menciptakan sistem pembayaran berbasis penggunaan jalan, bukan sekadar kepemilikan kendaraan.

Dedi Mulyadi Sebut Jalan Berbayar Lebih Adil dari Pajak Kendaraan Bermotor

Dedi Mulyadi menilai sistem pajak kendaraan bermotor saat ini memiliki ketimpangan. Sebab, kendaraan yang jarang digunakan tetap harus membayar pajak tahunan dalam jumlah tertentu.

Karena itu, ia menggagas konsep jalan berbayar atau pay per use. Dalam sistem tersebut, masyarakat hanya membayar ketika menggunakan jalan provinsi.

"Kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor kemudian diganti dengan jalan berbayar. Artinya, menggunakan jalan baru bayar. Jalan tidak digunakan, tidak usah bayar, hal ini untuk mewujudkan rasa keadilan," kata Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Dedi juga menyinggung perkembangan kendaraan listrik yang saat ini mendapatkan banyak insentif, termasuk pembebasan pajak tertentu. Menurutnya, kondisi itu membuat pemerintah perlu memikirkan ulang sistem penarikan biaya penggunaan jalan yang lebih merata.

"Kalau pengen berkeadilan, pajak kendaraan bermotor dihapus, diganti dengan jalan berbayar, siapa yang pakai jalan provinsi bayar," ujar Dedi, melansir dari Antara.

Ia menilai konsep tersebut lebih relevan karena pembayaran dilakukan sesuai intensitas penggunaan jalan. Artinya, semakin sering kendaraan melintas, semakin besar kontribusi yang diberikan terhadap perawatan jalan.

Jalan Provinsi Jabar Mau Dibuat Seperti Jalan Tol

Rencana penghapusan pajak kendaraan bermotor itu tidak berdiri sendiri. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga ingin meningkatkan kualitas seluruh jalan provinsi agar memiliki standar seperti jalan tol modern.

Menurut Dedi, jalan-jalan provinsi di Jawa Barat nantinya diharapkan memiliki permukaan yang mulus, drainase memadai, CCTV pengawas, penerangan jalan umum, hingga pos pengamanan terpadu.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mewujudkan jalan-jalan yang berkualitas, jalannya mulus, memiliki drainase memadai, CCTV, penerangan jalan umum, hingga pos pengamanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pos pengamanan tersebut akan dilengkapi mobil derek, ambulans, mobil pemadam kebakaran, hingga tim paramedis untuk membantu pengguna jalan dalam kondisi darurat.

Menariknya, sistem pembayaran jalan berbayar nantinya disebut akan sepenuhnya digital tanpa gerbang seperti jalan tol konvensional.

"Sistem pembayarannya nanti digital, tidak usah ditempel seperti tol. Ada teknologinya, sudah ada. Di negara-negara lain sudah ada," ucap Dedi.

Konsep seperti ini sebenarnya telah diterapkan di sejumlah negara maju dengan teknologi pemantauan kendaraan otomatis berbasis sensor dan kamera digital.

Masih Tahap Gagasan, Pemprov Jabar Siapkan Kajian Besar

Meski ramai diperbincangkan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penghapusan pajak kendaraan bermotor masih sebatas gagasan awal dan belum menjadi kebijakan resmi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang menyiapkan tim kajian untuk membahas berbagai aspek sebelum konsep tersebut benar-benar diterapkan.

"Ini baru gagasan dan tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah bersama para akademisi dan berbagai pihak lainnya," katanya.

Kajian itu akan melibatkan akademisi, pakar transportasi, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pendapatan Jawa Barat. 

Beberapa aspek yang akan dibahas antara lain regulasi, dampak ekonomi masyarakat, kesiapan teknologi, hingga kualitas infrastruktur jalan provinsi.

Dedi berharap sistem baru ini nantinya tidak hanya menciptakan rasa keadilan, tetapi juga membuat masyarakat lebih bijak menggunakan kendaraan. 

Menurutnya, jika pembayaran jalan dilakukan berdasarkan penggunaan, masyarakat akan lebih mempertimbangkan perjalanan yang benar-benar penting.

Selain itu, sistem tersebut juga diyakini dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di Jawa Barat.

Jika benar diterapkan, Jawa Barat berpotensi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengganti sistem pajak kendaraan bermotor dengan skema jalan berbayar berbasis digital. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Garuda Muda Berpotensi Cetak Sejarah

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Garuda Muda Berpotensi Cetak Sejarah

Timnas Indonesia U-17 menghadapi Jepang di laga penentu Grup B Piala Asia U-17 2026 demi menjaga peluang lolos dan meraih tiket Piala Dunia U-17. Berikut link live streaming-nya.
Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah Tapi Hampir Semua Negara

Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah Tapi Hampir Semua Negara

Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menilai, pelemahan nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebagian besar negara Asia juga turut mengalami tekanan nilai mata uang domestik. 
Serap Aspirasi Mahasiswa, Ketua Yayasan UHN Siantar Gelar RDP Perdana untuk Kemajuan Kampus

Serap Aspirasi Mahasiswa, Ketua Yayasan UHN Siantar Gelar RDP Perdana untuk Kemajuan Kampus

Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Civitas Akademika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Selasa
Prediksi Al Nassr vs Al Hilal di Liga Pro Saudi 2025/2026: Ronaldo dkk Bisa Angkat Trofi Juara Berkat Benzema cs

Prediksi Al Nassr vs Al Hilal di Liga Pro Saudi 2025/2026: Ronaldo dkk Bisa Angkat Trofi Juara Berkat Benzema cs

Di antara Al Nassr dan Al Hilal, siapakah yang kira-kira bisa memenangkan laga panas yang digelar pada 13 Mei 2026 dini hari nanti? Berikut prediksi skornya.
Memangnya Penyakit Ain Benar-benar Ada? Begini Kata dr Zaidul Akbar

Memangnya Penyakit Ain Benar-benar Ada? Begini Kata dr Zaidul Akbar

Pakar kesehatan sunnah dr. Zaidul Akbar memberikan peringatan keras mengenai sebuah pintu gerbang menuju kehancuran yang tak kasat mata: Penyakit Ain. Ain itu -
The 5th WWCE 2026 dan KULT KREO 2026 Jadi Ajang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia

The 5th WWCE 2026 dan KULT KREO 2026 Jadi Ajang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia

Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang terjadwal berlangsung pada 21–24 Oktober 2026.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate berhasil mencetak rekor mentereng usai merekrut Megawati Hangestri. Bahkan pencapaian ini membuat mereka nyaris melampui prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea.
7 Pemain 'Grade A' yang Bisa Segera Dinaturalisasi PSSI usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, John Herdman Dijamin Senang

7 Pemain 'Grade A' yang Bisa Segera Dinaturalisasi PSSI usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, John Herdman Dijamin Senang

Timnas Indonesia masuk grup sangat berat di ajang Piala Asia 2027 bersama raksasa Asia. PSSI bisa menambah 7 pemain diaspora 'Grade A' demi menjaga asa Garuda.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT