Solusi Dedi Mulyadi soal Aksi Teror Pocong, Warga Jabar Harus Lakukan Ini
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel - Ist
tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan patroli wilayah secara berkala mengantisipasi sekaligus mencegah aksi oknum berkostum pocong yang belakangan ini kian meresahkan warga.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menegaskan, fenomena kemunculan orang berkostum pocong di jalan raya hingga kawasan permukiman tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat dan ketertiban umum.
Bahkan, aksi nyeleneh itu dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan karena nekat dilakukan pada siang hari demi mengemis kepada pengendara yang melintas.
- tvOnenews.com Edit / YouTube KDM / tvOneNews
"Ini pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP, karena keluarnya salah. Nah, harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat," kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (26/5/2026).
Menurut orang nomor satu di Jawa Barat tersebut, selain membuat masyarakat cemas, aksi pocong jalanan ini juga terbukti mengganggu kelancaran arus lalu lintas di lapangan.
"Dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas," papar mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Dedi membeberkan indikasi kuat bahwa fenomena kostum pocong ini tidak lagi sekadar keisengan belaka, melainkan sudah menjurus pada tindak kriminal murni di beberapa wilayah.
Modus kejahatan yang dilancarkan pun kian beragam, mulai dari pemerasan berkedok meminta uang hingga aksi pencurian di malam hari.
"Di berbagai tempat ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang ngetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus," ungkap KDM membeberkan fakta di lapangan.
Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi dini, Dedi meminta warga memaksimalkan kembali pos ronda malam dan siskamling.
Ia juga menyarankan masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi seperti grup WhatsApp (WA) lingkungan untuk mempercepat jalur koordinasi apabila mendeteksi adanya gangguan keamanan di sekitar tempat tinggal mereka.
"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk melakukan patroli siskamling di lingkungan masing-masing. Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga," imbaunya.
- Tangkapan layar
Tak hanya teknologi modern, KDM juga meminta masyarakat mengombinasikannya dengan alat kearifan lokal.
- Istimewa
Warga diminta tidak ragu memanfaatkan alarm maupun memukul kentongan sebagai isyarat tanda bahaya instan jika mendapati pergerakan yang mencurigakan di lingkungannya.
"Ada alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya, termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga. Ada kentongan kalau di desa-desa," jelas Dedi.
Guna memperkuat benteng keamanan, Dedi Mulyadi turut meminta jajaran aparat TNI dan Polri untuk mempertebal eskalasi patroli keamanan langsung di tengah-tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum untuk memastikan situasi di seluruh wilayah hukum Jabar tetap aman dan kondusif.
Di akhir keterangannya, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, berpikir rasional, dan tidak perlu panik berlebihan dalam menghadapi fenomena sosial tersebut.
"Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh dan mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban warga. Untuk warga, panik jangan. Salam untuk semuanya," pungkas Dedi Mulyadi bersikap tegas.
Load more