News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Cekcok di Jalan Juanda Depok, Pemotor Ngaku Bawa Sajam dan Ancam Pemobil, Polisi Turun Tangan

Video cekcok pemotor dan pemobil di Jalan Juanda, Depok, viral. Pemotor diduga mengaku membawa sajam. Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:19 WIB
Viral Cekcok di Jalan Juanda Depok, Pemotor Ngaku Bawa Sajam dan Ancam Pemobil, Polisi Turun Tangan
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram infodepok

tvOnenews.com - Perselisihan di jalan raya kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang merekam cekcok antara pengendara motor dan pengemudi mobil di Jalan Juanda, Depok, beredar luas di media sosial. 

Situasi yang awalnya disebut bermula dari persoalan berkendara itu berubah tegang ketika pengendara motor diduga mengaku membawa senjata tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rekaman yang beredar, pengendara motor terlihat mendekati mobil yang ditumpangi korban. Ia bahkan terdengar mengucapkan ancaman sambil menyebut membawa sajam. 

Pengemudi mobil yang merekam kejadian tersebut tampak berusaha menjaga jarak dan meminta agar tidak membawa benda berbahaya.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (23/8/2026) sekitar pukul 20.35 WIB di Jalan Juanda, Depok. Polisi kini tengah menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pihak yang merasa dirugikan membuat laporan agar proses hukum dapat ditindaklanjuti.

Bermula dari Pengendara Motor yang Berkendara Mepet

Berdasarkan keterangan pengemudi mobil, ketegangan bermula ketika seorang pengendara motor diduga beberapa kali berkendara terlalu dekat di sisi kiri kendaraan.

Pengemudi kemudian mencoba menegur dan meminta pengendara motor menepi jika memang terdapat persoalan. Namun, teguran tersebut justru membuat situasi semakin panas.

Dalam video yang beredar, pengendara motor terlihat mendekati mobil dan terlibat adu argumen dengan pengemudi.

"Kenapa? Salah saya apa?" tanya pemobil.

"Saya bawa sajam pergi aja kau," ujar pemotor sembari mendekati pemobil.

"Hati-hati om jangan bawa-bawa sajam om, bahaya om," kata pemobil.

"Maksudmu apa?" jawab pemotor lagi.

Menurut keterangan yang beredar, pengendara motor tersebut sempat mengambil benda yang diduga senjata tajam dari bagian jok motornya. 

Kondisi itu membuat pengemudi memilih menutup kaca mobil dan meminta istrinya merekam kejadian untuk dijadikan bukti.

Direkam, Pemotor Disebut Mengurungkan Niat

Situasi semakin menegangkan ketika benda yang diduga sajam tersebut disebut sempat diperlihatkan. Namun, setelah mengetahui aksinya direkam, pengendara motor diduga mengurungkan niatnya.

Meski demikian, pengendara tersebut masih terlihat emosi dan melanjutkan perdebatan dengan pengemudi mobil.

Pengemudi kemudian memilih tidak memperpanjang perselisihan. Demi menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan, ia memutuskan meninggalkan lokasi bersama istrinya.

Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial dan mengundang perhatian warganet. Namun, perlu dicatat bahwa sejumlah informasi mengenai kronologi dan benda yang disebut sebagai senjata tajam masih berdasarkan keterangan pihak yang terlibat serta narasi video. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan polisi masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak yang merasa menjadi korban.

"Kami masih menunggu korban melaporkan hal tersebut. Masih dalam penyelidikan ya," ujar AKBP Made Gede saat dihubungi wartawan, Rabu (26/8/2026).

Polisi Ingatkan Ancaman Sajam Bisa Berujung Pidana

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengatakan polisi akan mencari pengendara motor tersebut untuk kepentingan pengusutan apabila laporan resmi telah dibuat.

"Iya pasti dicari. Silakan melaporkan kejadian tersebut," jelasnya.

Hendra juga mengingatkan masyarakat agar tidak membawa senjata tajam di ruang publik, terlebih menggunakannya untuk mengancam orang lain.

"Kepada masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam di ruang publik dan dilarang menggunakannya untuk mengancam seseorang karena merupakan tindak pidana," tutupnya.

Secara hukum, dugaan pengancaman dapat dikenakan ketentuan pidana apabila unsur-unsurnya terpenuhi. Pasal 448 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur mengenai pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap seseorang. 

Sementara itu, apabila seseorang membawa atau menguasai senjata penusuk atau penikam tanpa hak, ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juga dapat menjadi salah satu dasar hukum yang diperiksa, bergantung pada jenis benda dan tujuan penguasaannya.

Namun, penerapan pasal tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan video yang beredar. Polisi perlu memastikan identitas orang yang terlibat, benda yang digunakan atau ditunjukkan, bentuk ancaman, serta unsur pidana berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konflik kecil di jalan dapat berkembang menjadi persoalan serius. 

Ketika terjadi perselisihan, pengguna jalan sebaiknya menghindari konfrontasi, menjaga jarak, merekam kejadian jika aman dilakukan, serta segera menghubungi kepolisian apabila terdapat ancaman atau tindakan yang membahayakan keselamatan. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT