News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Kasus Dugaan Pelecehan yang Menyeret Wabup Sumedang, Dedi Mulyadi: Saya Akan Tanya Langsung!

Kasus dugaan kekerasan yang menyeret Wabup Sumedang M Fajar Aldila kembali menjadi sorotan. Dedi Mulyadi akan turun langsung setelah investigasi Inspektorat
Sabtu, 12 September 2026 - 22:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com -  Kasus dugaan kekerasan yang menyeret Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila kembali menjadi perhatian publik.

Polemik yang mencuat sejak akhir Agustus 2026 itu sebelumnya ramai di media sosial dan pesan berantai, dengan narasi yang mengaitkan orang nomor dua di Kabupaten Sumedang tersebut dengan dugaan pelecehan, kekerasan, intimidasi hingga pembatasan kebebasan terhadap sekretaris pribadinya berinisial R atau RY. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum terbukti secara resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan terbaru justru datang dari hasil pemeriksaan Inspektorat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut investigasi internal tersebut belum menghasilkan fakta yang dapat diumumkan kepada masyarakat. 

Menurutnya, pihak-pihak yang diperiksa tidak ada yang mengakui terjadinya peristiwa sebagaimana isu yang beredar. Kondisi itu membuat polemik yang sudah telanjur viral belum mendapatkan kesimpulan yang dapat menjadi rujukan publik.

Di tengah situasi tersebut, Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengambil langkah berikutnya. Ia menyatakan akan datang langsung ke Sumedang untuk bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, keluarga, serta sekretaris pribadi yang disebut dalam polemik. 

Berbeda dengan pemeriksaan formal Inspektorat, Dedi memilih pendekatan dialog secara personal untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Hasil Investigasi Inspektorat Belum Menemukan Titik Terang

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa sejak awal pemeriksaan memang diserahkan kepada Inspektorat Jawa Barat. Langkah tersebut dinilai sesuai dengan fungsi kelembagaan karena gubernur tidak semestinya turun langsung menjadi pemeriksa dalam sebuah proses investigasi internal.

"Kita ini kan sebenarnya kemarin sudah saya tanya ke Inspektorat yang melakukan investigasi. Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, nggak ada yang bisa diumumin," kata Dedi pada awak media di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dedi, tidak adanya pengakuan dari pihak yang diperiksa membuat Inspektorat belum memiliki temuan yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan kepada publik.

"Kenapa nggak ada yang bisa diumumin? Semua pihak mengakui perbuatannya tidak pernah ada. Artinya semua pihak yang diperiksa oleh Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwa itu ada," ujarnya.

"Semua membantah mengatakan tidak ada peristiwa itu. Sehingga apa yang diumumin, orangnya tidak ngaku semuanya," lanjut Dedi.

Dengan kondisi tersebut, kasus ini masih berada dalam ranah dugaan. Narasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai tidak dapat dijadikan sebagai kesimpulan bahwa peristiwa sebagaimana dituduhkan benar-benar terjadi.

Dedi Mulyadi Akan Datang Langsung ke Sumedang

Meski hasil investigasi Inspektorat belum menemukan fakta yang dapat diumumkan, Dedi menyadari polemik tersebut belum mereda. Perhatian masyarakat terhadap isu yang menyeret Wabup Sumedang justru terus berkembang.

Karena itu, Dedi berencana datang langsung ke Pemerintah Kabupaten Sumedang pada Senin. Ia ingin mendengar keterangan dari sejumlah pihak secara langsung, termasuk Bupati, Wakil Bupati, istri Wakil Bupati dan sekretaris pribadi.

"Tetapi, kan ini keriuhannya terus kan? Sehingga saya nanti hari Senin akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang. Nanti saya akan tanya Bupati, Wakil Bupati, istrinya, sekprinya, akan saya tanya langsung," tegas Dedi.

Dedi mengatakan dirinya akan menggunakan pendekatan yang berbeda dengan pemeriksaan administratif. Ia ingin berbicara secara personal agar dapat memahami persoalan dari keterangan masing-masing pihak.

"Saya akan mengajak ngobrol sebagai orang tua pada anak-anak atau pada adik-adiknya. Sehingga saya nanti bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan alasan dirinya baru turun langsung setelah pemeriksaan Inspektorat selesai.

"Kalau kemarin kan menugaskan Inspektorat karena memang tugasnya. Masa Gubernur langsung yang memeriksa kan nggak bagus," ujarnya.

"Sehingga karena Inspektorat sudah memeriksa hasilnya tidak ada, yaitu tidak ada satu pun yang mengakui peristiwanya ada, maka saya nanti akan segera bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, serta keluarganya untuk bicara dari hati ke hati," pungkas Dedi.

Fajar Aldila Bantah Isu dan Pilih Fokus Bekerja

Sementara itu, Fajar Aldila sebelumnya telah memberikan tanggapan terkait isu yang menyeret namanya. Ia mengatakan tidak ingin terlalu larut dalam kabar yang menurutnya tidak memiliki sumber jelas.

"Menanggapi isu-isu tidak sedap yang menghadapi isu-isu itu, saya tidak ambil pusing rekan-rekan, saya bilang tadi, gosip-gosip yang tidak berlandaskan sumber saya daripada sibuk klarifikasi A, klarifikasi B mending kerjaan, fokus kerja, kerja," ujar Fajar.

Fajar juga mempertanyakan sumber serta fakta yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang beredar belum dapat dipertanggungjawabkan dan ia menduga terdapat kemungkinan kepentingan politik di balik munculnya isu tersebut.

"Tujuan-tujuan isu-isu ini saya ingin dalami, apa maksud dan tujuannya, apakah maksud dan tujuannya politik? Apakah maksud dan tujuannya seperti apa? Itu yang sedang saya coba dalami," katanya.

Ia pun meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap narasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.

"Jadi untuk rekan-rekan, jangan termakan saya hanya mengingatkan kepada masyarakat jangan tergampang termakan narasi, penggiringan opini yang tidak jelas apalagi dari pesan-pesan berantai yang sumbernya tidak jelas, kita harus menjadi masyarakat yang cerdas Bahwasannya memang ada apa? Tidak ada apa," sambungnya.

Fajar juga menyatakan sekretaris pribadinya masih bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

"Saya bilang semuanya tidak ada, gosip, nanti gini biarkan semuanya saya mau cari tahu dulu dalami langkah-langkah yang ini, pasti rekan-rekan media yang pertama lebih awal. Makanya saya itu bingung sudah lah, nanti saya tidak bisa jawab saya cuma mau kerja, kerja, kerja karena bingung juga mau menanggapinya seperti apa," ungkap Fajar.

"Nanti dijelaskan ada momentumnya. Maksudnya rekan-rekan juga jangan tergiring opini bisa dikomunikasikan langsung ke orangnya. Masih (bekerja), tanya aja orangnya (Sekpri) makanya saya juga bingung saya bingung, kalian bingung, siapa bingung semuanya bingung," kata Fajar.

Dengan demikian, polemik kasus Wabup Sumedang saat ini belum menghasilkan kesimpulan resmi mengenai dugaan kekerasan maupun pelecehan yang beredar. 

Setelah Inspektorat tidak menemukan pihak yang mengakui adanya peristiwa tersebut, perhatian kini tertuju pada langkah Dedi Mulyadi yang akan datang langsung ke Sumedang untuk mendengarkan keterangan para pihak. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Serda Ahmad Diduga Tewas Dianiaya Empat Seniornya, Gara-gara Mi Goreng

Serda Ahmad Diduga Tewas Dianiaya Empat Seniornya, Gara-gara Mi Goreng

Keluarga Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) Serda Ahmad Muzammil Farisa awalnya mendapat kabar anak mereka meninggal akibat kecelakaan. Tapi ternyata dianiaya..
FC Seoul dan Persib Bandung Sama-sama Rival Shin Tae-yong, Pelatih Persija Pilih No Comment untuk Pertemuan Wakil Indonesia-Korea di ACL 2

FC Seoul dan Persib Bandung Sama-sama Rival Shin Tae-yong, Pelatih Persija Pilih No Comment untuk Pertemuan Wakil Indonesia-Korea di ACL 2

Persib Bandung gagal mencuri poin dari Persija Jakarta dengan gol telat Ivan Mamut yang membuat laga berakhir atas skor 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (16/9/2026). 
Ruben Onsu Buka Suara Soal Betrand Peto Dipolisikan atas Dugaan Pelecehan Seksual

Ruben Onsu Buka Suara Soal Betrand Peto Dipolisikan atas Dugaan Pelecehan Seksual

Menanggapi laporan polisi terhadap Betrand Peto terkait dugaan kekerasan seksual, Ruben Onsu mengaku belum mengathui informasi dugaan pelecehan seksual tersebut
Viral "Anak Artis" Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dipolisikan

Viral "Anak Artis" Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dipolisikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan soal adanya pelayangan laporan terhadap anak angkat Ruben Onsu tersebut terkait pelecehan.
IJTI Sumbar Kirimkan Doa Keselamatan untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Krakatau

IJTI Sumbar Kirimkan Doa Keselamatan untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Krakatau

IJTI Sumbar bersama jurnalis dari berbagai organisasi pers menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR Temukan Benda Ini di Hari Kelima Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Tim SAR Temukan Benda Ini di Hari Kelima Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Basarnas mengonfirmasi temuan objek tersebut didapati oleh unsur KN SAR Tetuka 247 di Sektor X pada koordinat 06°02.7161'S–105°31.5414'E pukul 10.05 WIB...

Trending

Viral "Anak Artis" Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dipolisikan

Viral "Anak Artis" Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dipolisikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan soal adanya pelayangan laporan terhadap anak angkat Ruben Onsu tersebut terkait pelecehan.
Ruben Onsu Buka Suara Soal Betrand Peto Dipolisikan atas Dugaan Pelecehan Seksual

Ruben Onsu Buka Suara Soal Betrand Peto Dipolisikan atas Dugaan Pelecehan Seksual

Menanggapi laporan polisi terhadap Betrand Peto terkait dugaan kekerasan seksual, Ruben Onsu mengaku belum mengathui informasi dugaan pelecehan seksual tersebut
FC Seoul dan Persib Bandung Sama-sama Rival Shin Tae-yong, Pelatih Persija Pilih No Comment untuk Pertemuan Wakil Indonesia-Korea di ACL 2

FC Seoul dan Persib Bandung Sama-sama Rival Shin Tae-yong, Pelatih Persija Pilih No Comment untuk Pertemuan Wakil Indonesia-Korea di ACL 2

Persib Bandung gagal mencuri poin dari Persija Jakarta dengan gol telat Ivan Mamut yang membuat laga berakhir atas skor 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (16/9/2026). 
IJTI Sumbar Kirimkan Doa Keselamatan untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Krakatau

IJTI Sumbar Kirimkan Doa Keselamatan untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Krakatau

IJTI Sumbar bersama jurnalis dari berbagai organisasi pers menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau.
Serda Ahmad Diduga Tewas Dianiaya Empat Seniornya, Gara-gara Mi Goreng

Serda Ahmad Diduga Tewas Dianiaya Empat Seniornya, Gara-gara Mi Goreng

Keluarga Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) Serda Ahmad Muzammil Farisa awalnya mendapat kabar anak mereka meninggal akibat kecelakaan. Tapi ternyata dianiaya..
Link Video Syur Skandal Biksu Thailand Viral Dicari Netizen, Waspada Kebocoran Data

Link Video Syur Skandal Biksu Thailand Viral Dicari Netizen, Waspada Kebocoran Data

Link video biksu Thailand viral dicari netizen setelah CCTV Phra Wachirayan beredar. Rekaman menjadi bagian dari kasus dugaan penyalahgunaan dana kuil
Viral Video CCTV Skandal Diduga Biksu Senior Thailand dengan Wanita Simpanannya, Berujung Ditangkap Polisi

Viral Video CCTV Skandal Diduga Biksu Senior Thailand dengan Wanita Simpanannya, Berujung Ditangkap Polisi

Rekaman video CCTV biksu senior Thailand, Phra Wachirayan Wi (66) yang terseret penggelapan uang kuil beradegan asusila dengan asisten/wanita simpanan viral.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT