News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nenek Penjual Kerupuk Karak di Kabupaten Semarang Tertipu Uang Palsu Hingga 5 Juta Rupiah

Nasib malang dialami Ngatemi (80) warga RT 5 RW 1 Desa Karangduren, Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia ditipu uang palsu senilai 5 juta rupiah.
Selasa, 13 Juni 2023 - 00:15 WIB
Nenek Ngatemi (80) menunjukkan uang palsu pecahan 100 ribu rupiah, Senin (12/6/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Semarang, tvOnenews.com - Nasib malang dialami oleh Ngatemi (80) Seorang nenek warga RT 5 RW 1 Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia tertipu uang palsu oleh orang tak dikenal yang membeli kerupuk karak yang dijualnya.

Tak tanggung tanggung uang palsu yang ditukarkan ke Ngatemi jumlahnya mencapai Rp. 5 Juta. Modus yang digunakan adalah dengan mengelabui korban yang berprofesi sebagai penjual karak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari cerita Ngatemi, Ia pertama kali bertemu pria tak dikenal di depan sebuah SMK Negeri Tengaran. 

" Awalnya saya tidak tahu jika itu uang palsu. Saya mendapatkan uang palsu tersebut sekitar pagi hari tadi (Senin,12/6/2023) dari lelaki tak dikenal dengan alasan membeli kerupuk karak. Saya baru tahu saat membayar karak ke distributor dan dikasih tahu kalau uangnya palsu," ungkap Ngatemi, Senin (12/6/2023).

Ditambahkan Ngatemi, lelaki tersebut datang dengan pakai helm dan jaket hitam. Ia kemudian membeli karak dengan jumlah Rp 75 ribu. Kemudian lelaki tersebut juga meminta menukarkan uangnya kepada Ngatemi dengan nominal Rp 3 juta dengan alasan untuk membayar tukang yang sedang bekerja.

“ Uangnya yang ditukar Rp 100 ribuan yang dilipat, ditukar uang pecahan kecil Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu milik saya. Alasannya butuh buat bayar tukang,” ujar Ngatemi

Setelah pria tak dikenal tersebut pergi, tak lama kemudian datang pria yang lain dan membeli karak Ngatemi, dan usai beli karak pria tersebut juga menukarkan uang dengan pecahan lebih kecil senilai Rp. 2 juta.

" Yang kedua juga sama. Dia juga beli karak Rp 20.000 dan minta ditaruh di teras depan rumah. Lalu dia juga tukar uang Rp 2 juta, uangnya juga sama dilipat,” imbuhnya.

Setelah itu, lelaki tersebut meninggalkan pisang serta nasi bungkus agar dimakan oleh Ngatemi.

“ Orang itu juga meninggalkan pisang serta nasi bungkus. Saya disuruh makan, tidak boleh ditolak karena nasi bungkus itu rezeki,” ujar Ngatemi menirukan terduga pelaku. 

Saat itu Ngatemi tak berpikir bahwa uang tersebut palsu karena dilihat sangat mirip dengan uang asli. Ngatemi baru mengetahui uang tersebut palsu saat distributor karak yang biasa menyetor ke dirinya akan mengambil uang hasil jualan.

“Dibilangi kalau uangnya palsu, jadi tidak laku. Itu uang banyak, sampai Rp 5 juta,” lanjutnya.

Sementara itu, Kadus Karangduren, Lumadi mengatakan atas kejadian tersebut pihak Ngatemi dan keluarga sampai saat ini belum melaporkan ke kepolisian.

“Untuk saat ini baru memberitahukan saja belum melaporkan, tetapi akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” ujar Lumadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolsek Tengaran Polres Semarang, AKP Supeno mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mendapatkan laporan dari korban penipuan uang palsu. Menurutnya untuk saat ini telah dilakukannya penyelidikan.

“Kami sudah menerima aduannya di Polsek Tengaran, lalu kita sudah melaksanakan cek TKP serta mengecek CCTV yang ada di SMK Negeri 1 Tengaran,” ungkap Kapolsek. (abc/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.
Persija Mulai Keteteran Bersaing dengan Persib Pada Sisa Kompetisi Super League, Manajemen Macan Kemayoran Mulai Beri Peringatan

Persija Mulai Keteteran Bersaing dengan Persib Pada Sisa Kompetisi Super League, Manajemen Macan Kemayoran Mulai Beri Peringatan

Persija terancam keluar dari persaingan juara usai tiga laga tanpa kemenangan. Bambang Pamungkas mendesak tim bangkit di delapan laga sisa.
Bertemu Menteri Hukum, Platform Digital Berkomitmen Mendukung Aturan Pemerintah terkait Perlindungan Anak

Bertemu Menteri Hukum, Platform Digital Berkomitmen Mendukung Aturan Pemerintah terkait Perlindungan Anak

Menteri Hukum Republik Indonesia menerima audiensi delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) bersama perwakilan perusahaan teknologi global, seperti META, Google, APPLE, dan SALESFORCE.
Tidak Dilarang tapi Baju Bergambar saat Shalat Bisa Jadi Makruh dengan Alasan ini

Tidak Dilarang tapi Baju Bergambar saat Shalat Bisa Jadi Makruh dengan Alasan ini

Jangan lagi sepelekan pakai baju bergambar saat shalat. Sebab hukumnya bisa jadi makruh

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT