News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polresta Banyumas Ringkus Enam Anggota Kawanan Pencuri asal Sumatera

Jajaran Satreskrim Polresta Banyumas, menangkap enam dari 14 anggota kawanan pencuri asal Sumatera yang melakukan aksi pencurian dengan modus mengempeskan ban mobil di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Selasa, 18 Februari 2025 - 18:07 WIB
Polresta Banyumas saat gelar keterangan pers, Selasa (18/2/2025) siang.
Sumber :
  • ANTARA/Sumarwoto

Banyumas, tvOnenews.com - Jajaran Satreskrim Polresta Banyumas, menangkap enam dari 14 anggota kawanan pencuri asal Sumatera yang melakukan aksi pencurian dengan modus mengempeskan ban mobil di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Aksi pencurian ini terjadi di SPBU Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, pada hari Senin (3/2) sekitar pukul 11.20 WIB," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Ari Wibowo dalam konferensi pers di Aula Rekonfu Polresta Banyumas, Purwokerto, Selasa siang (18/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes Ari menjelaskan, pihaknya mendalami kasus pencurian tersebut dengan pelapor atas nama Sahirin (41), warga Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas, yang bertugas mendampingi Akhmad Soderi selaku Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Setia Kawan, Rawalo, Banyumas, setelah mengambil uang milik koperasi di Bank Jateng Cabang Purwokerto sebesar Rp250 juta.

Dalam perjalanan pulang ke kantor koperasi, dua orang yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor menyalip mobil yang dikendarai pelapor dari sisi kiri dan salah seorang di antaranya menunjuk ke arah ban belakang.

Saat menepi di depan salah satu rumah makan, ternyata ban mobil dalam keadaan kempes sehingga pelapor segera membawa mobil tersebut menuju SPBU Jalan Pahlawan untuk menambah nitrogen ke dalam ban yang kempes.

Akan tetapi, ketika Akhmad Soderi turun dari mobil, tiba-tiba datang seseorang yang membuka pintu tengah mobil dan langsung mengambil tas ransel berisi uang sebesar Rp250 juta yang berada di jok belakang.

Orang tersebut dihampiri seorang pengendara sepeda motor, lalu langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sahirin lantas melaporkan kejadian itu ke Polresta Banyumas.

"Atas laporan tersebut, kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti rekaman kamera CCTV," kata Kombes Pol. Ari.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Satreskrim Polresta Banyumas mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di Kelurahan Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Unit Resmob Satreskrim Polresta yang datang ke Boyolali berhasil menangkap terduga pelaku pencurian tersebut pada hari Rabu (12/2) sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saat penangkapan, kami hanya mendapati enam orang karena delapan orang lainnya sedang pergi sehingga mereka masih dalam pencarian," kata Kapolresta.

Disebutkan bahwa enam pelaku yang ditangkap terdiri atas MN (28), warga Belitang, Kabupaten Ogan Kemering Ulu Timur, Sumatera Selatan, yang berperan sebagai joki pengambil uang nasabah; AS (45), warga Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang berperan memantau situasi dari luar bank.

Terduga pelaku berikutnya berinisial FD (52), warga Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, berperan sebagai pengawas di dalam bank untuk mencari nasabah yang mengambil uang.

"Saat berada di dalam bank, FD menggunakan baju pegawai negeri sipil (PNS)," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pelaku lainnya berinisial RB (36), warga Ilir Barat Satu, Kota Palembang, Sumatera Selatan, berperan memantau situasi dari luar bank; HFZ (25), warga Belitang, Ogan Komering Ulu Timur, yang memberi tahu nasabah bahwa kendaraannya mengalami kempes ban; serta RNP (27), warga Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, bertindak sebagai eksekutor atau pengambil uang dari dalam mobil.

Selain membawa enam pelaku tersebut ke Polresta Banyumas, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sisa uang hasil kejahatan sejumlah Rp1.300.000,00.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2025 telah melakukan tiga aksi serupa di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Demak, dan percobaan pencurian di Kabupaten Pemalang," kata Kapolresta.

Lebih lanjut Kepala Satreskrim Polresta Banyumas Komisaris Polisi Andryansyah Rithas Hasibuan mengungkapkan hasil pemeriksaan yang menyebutkan bahwa di antara pelaku ada yang memiliki hubungan keluarga karena saat masih berada di Bogor, FD mengajak menantunya yang berinisial RB dan keponakannya berinisial (RNP) untuk datang kota itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya titik kumpul tiga orang ini di Bogor dan selanjutnya ke Kajen, Kabupaten Pekalongan, bersama para pelaku yang lain. Kalau di Banyumas, 14 pelaku itu kumpul di Baturraden," katanya.

Terkait dengan kasus pencurian tersebut, dia mengatakan para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara. (ant/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Penyiraman Air Keras, Pengamat: Proses Hukum Militer Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Kasus Penyiraman Air Keras, Pengamat: Proses Hukum Militer Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Praktisi hukum, Fransiscus Xaverius Tangkudung menegaskan bahwa penerapan proses hukum militer terhadap terduga pelaku penyiraman air keras merupakan langkah yang sah secara hukum dan patut dihormati oleh semua pihak.
Daniel Marthin Comeback Bareng Leo Rolly Carnando, PBSI Umumkan Pasangan Baru untuk Bagas Maulana

Daniel Marthin Comeback Bareng Leo Rolly Carnando, PBSI Umumkan Pasangan Baru untuk Bagas Maulana

PBSI umumkan dua pasangan ganda putra baru, salah satunya comebacknya Daniel Marthin bersama Leo Rolly Carnando
Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok PSSI Tetap Tenang di Tengah Masalah Paspor Ganda Pemain Timnas Indonesia

Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok PSSI Tetap Tenang di Tengah Masalah Paspor Ganda Pemain Timnas Indonesia

Media Vietnam soroti sikap tenang PSSI di tengah kasus paspor ganda pemain Timnas Indonesia yang mengguncang Liga Belanda dan picu kontroversi.
Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI penjaga perdamaian gugur dalam serangan Israel di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Menyambut libur panjang Paskah 2026, PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya mengoperasikan delapan perjalanan kereta api tambahan.
Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam kaget melihat kabar pemain Timnas Indonesia di Belanda dikabarkan diskors gara-gara masalah administrasi kewarganegaraan. Apa kata media Vietnam?

Trending

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: media Vietnam takut satu grup di Piala Asia 2027, jadwal lengkap Garuda usai FIFA Series, hingga sorotan Bung Harpa soal Dony Tri Pamungkas.
Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT