GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tipu Warga Rp.100 Juta Modus Rekrutmen Pegawai, Eks Pegawai PDAM Pati Ditangkap Polisi

Mantan pegawai PDAM Tirta Bening Pati, Jawa Tengah, berinisial JDF (34) ditangkap polisi atas kasus penipuan. Modusnya pelaku menjanjikan korban menjadi pegawai PDAM Tirta Bening Pati dengan membayar Rp 100 juta.
Jumat, 25 April 2025 - 08:42 WIB
Polresta Pati saat gelar keterangan pers kasus penipuan, Kamis (24/4/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com – Mantan pegawai PDAM Tirta Bening Pati, Jawa Tengah, berinisial JDF (34) ditangkap polisi atas kasus penipuan. Modusnya pelaku menjanjikan korban menjadi pegawai PDAM Tirta Bening Pati dengan membayar Rp 100 juta. Janji tak terealisasi dan tersangka kini terancam 4 tahun penjara.             

Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi mengatakan, kasus ini bermula pada Januari 2023, ketika tersangka bertemu korban Afiet Dimas Enggardi, di sebuah warung kopi di daerah Pati Kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat mengobrol dengan korban, pelaku menawari lowongan pekerjaan di PDAM Tirta Bening Pati. Namun, korban harus menyiapkan uang Rp 100 juta. 

”Pada bulan Januari 2023 korban tak sengaja ketemu tersangka JDF di warung kopi Pati, kemudian korban ditawari bekerja di PDAM Pati. Korban dapat dibantu dengan membayar Rp 100 juta,” kata Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, saat konferensi pers di Mapolres Pati, Kamis (24/4/2025). 

Korban pun percaya dan menuruti permintaan pelaku. Mengingat pelaku JDF merupakan karyawan tetap PDAM Tirta Bening Pati. Korban kemudian menyerahkan uang Rp 100 juta. 

Namun uang yang diserahkan tak cukup sebesar itu. Pelaku masih meminta uang tambahan dengan total nilai Rp 27 juta. Korban pun kembali menuruti permintaan pelaku. 

”Selanjutnya setelah uang diserahkan diberi kwitansi, tersangka meminta imbalan sebesar Rp 10 juta dan meminta imbalan lagi sebesar Rp 17 juta dengan cara di transfer ke rekening tersangka dengan alasan korban akan langsung menjadi calon pegawai tetap,” ungkapnya.

Namun hingga beberapa bulan berlalu, korban tak kunjung menjadi pegawai, baik sebagai tenaga honorer maupun calon pegawai tetap di PDAM Tirta Bening Pati. Karena tak kunjung diterima masuk kerja sebagai karyawan PDAM Tirta Bening Pati, korban kemudian melaporkan pelaku ke Polresta Pati pada 18 Desember 2024 lalu atas dakwaan penipuan.

”Berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/B/79/XII/2024/SPKT/Polresta Pati/Polda Jawa Tengah, tanggal 18 Desember 2024, kami melakukan pendalaman kasus ini. Hingga akhirnya pelaku berhasil kami tangkap pada bulan Maret 2025 lalu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Polresta Pati dan terancam hukuman empat tahun penjara.

“Kita jerat dengan Pasal 378 subsider Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” ujar AKBP Jaka Wahyudi.

Sementara itu, tersangka JDF mengaku menjadi perantara bagi sejumlah orang yang ingin masuk bekerja di PDAM Tirta Bening Pati.

“Saya memasukkan orang kurang lebih sudah ada tiga orang yang masuk situ. Tinggal satu orang yang belum (masuk). Dia ndak mau kekeluargaan,” ujar JDF.

JDF mengaku praktik jual beli pekerjaan ini telah dilakoninya sejak tahun 2021. Memanfaatkan statusnya sebagai karyawan tetap PDAM Tirta Bening Pati, ia membujuk para calon korban dengan iming-iming bisa membantu mereka menjadi karyawan.

Setiap korban dimintai uang sebesar Rp 100 juta. JDF mengaku dari uang Rp 100 juta yang dipungut dari korbannya, Rp 65 juta diserahkan kepada Direktur PDAM Tirta Bening Pati. Sementara sisanya, Rp 35 juta menjadi bagiannya.

”Sering membawa orang masuk. Lewat Direktur saya. Minta seratus, biasanya bayarnya 65 juta saya dapat Rp 35 juta,” ungkapnya.

Uang hasil penipuan calon pegawai PDAM Tirta Bening Pati tersebut diakui JDF digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar berbagai cicilan.

“Saya gunakan untuk kebutuhan sehari hari, untuk bayar cicilan angsuran,” ucap dia.

Menanggapi pengakuan tersangka JDF, Direktur Utama PDAM Tirta Bening Pati, Bambang Sumantri, membantah ikut terlibat dalam skandal penipuan tersebut. Dirinya mengaku pegawai PDAM Tirta Bening Pati tidak menggunakan uang untuk masuk. 

”Tidak benar (dia setor ke pimpinan 65 juta). Kebanyakan di sini tidak menggunakan uang. Jadi prosesnya di sini siapa pun yang melamar silakan. Orang-orang yang sudah kena tipu tersebut lamarannya tidak sampai ke sini,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Bening Pati, Bambang Sumantri.

Bahkan, Bambang menyebut, lamaran para korban tidak sampai di PDAM Tirta Bening Pati. Bila memang ada jual beli jabatan tersebut, surat lamaran bakal berada di perusahaan milik Pemkab Pati tersebut. 

”Kalau yang dia tipu lamarannya masuk di sini, tentu akan ada arsipnya di sini. Tapi seluruhnya yang dia tipu itu tidak ada surat lamarannya di sini,” kata dia. 

Bambang mengaku sudah mendapatkan panggilan oleh pihak kepolisian mengenai kasus ini. Dirinya diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang menjerat JDF. 

”Kemarin saya pun dipanggil di kepolisian, dijadikan saksi,” ujar Bambang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang Sumantri mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan tersangka JDF sebelum kasus ini mencuat. Bukan karena kasus jual beli jabatan. Tetapi karena tidak masuk kerja dalam beberapa hari. 

”Tersangka sekarang sudah kita keluarkan, kalau tidak salah per September 2024. Tapi sebelumnya kita keluarkan bukan karena penipuan, melainkan dalam catatan karena dia mangkir kerja,” pungkas dia. (arm/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata-Kata Berkelas Bruno Fernandes usai Ciptakan Rekor Bersejarah di Liga Inggris Bersama Manchester United

Kata-Kata Berkelas Bruno Fernandes usai Ciptakan Rekor Bersejarah di Liga Inggris Bersama Manchester United

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, menyampaikan kata-kata pertamanya usai menciptakan rekor assist di Liga Inggris. Sang gelandang menutup musim dengan catatan 21 assist di kancah Premier League.
Polisi Sita Busur, Petasan hingga Ketapel saat Bubarkan Tawuran di Klender

Polisi Sita Busur, Petasan hingga Ketapel saat Bubarkan Tawuran di Klender

Polisi menyita sejumlah senjata dan benda berbahaya seperti busur, petasan hingga proyektil ketapel saat membubarkan tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (25/5/2026).
Tawuran Antarkelompok Warga di Klender Jakarta Timur Berhasil Dibubarkan, Situasi Terpantau Kembali Aman

Tawuran Antarkelompok Warga di Klender Jakarta Timur Berhasil Dibubarkan, Situasi Terpantau Kembali Aman

Patroli gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan personel Patra Brimob membubarkan tawuran antarkelompok warga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026) pagi.
Ikut Konvoi Bareng Bobotoh, KDM Sumbangkan Hasil Panen Sapi untuk Persib Bandung

Ikut Konvoi Bareng Bobotoh, KDM Sumbangkan Hasil Panen Sapi untuk Persib Bandung

KDM ikut konvoi pawai hattrick juara Persib bersama Bobotoh dari Gedung Sate ke Gedung Merdeka dan umumkan sumbangan Rp1 miliar dari hasil panen sapinya.
Pria yang Kakinya Putus di Tambora Bukan Korban Begal, tapi Kecelakaan Tunggal

Pria yang Kakinya Putus di Tambora Bukan Korban Begal, tapi Kecelakaan Tunggal

Sebelumnya viral di media sosial Threads soal pria yang kakinya terputus pada bagian pergelangan. 
Bisa Main di Liga Champions, Ini Alasan Emil Audero Tetap Terhitung Homegrown Italia meski Sudah Dinaturalisasi Indonesia

Bisa Main di Liga Champions, Ini Alasan Emil Audero Tetap Terhitung Homegrown Italia meski Sudah Dinaturalisasi Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, tetap terhitung sebagai pemain homegrown atau lokal Italia. Hal ini memungkinkan dirinya membela Como 1907 di Liga Champions pada musim depan.

Trending

Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Singgung Layvin Kurzawa, media Prancis tiba-tiba membuka diskusi terkat status eks PSG tersebut bersama Persib Bandung yang akan berakhir pada akhir musim.
News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

Pengejaran polisi terhadap pelaku pembunuhan wanita di Bogor. Gaya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merayakan kemenangan Persib Bandung jadi sorotan publik.
Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dan Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat netizen heboh. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang
5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

Publik dikejutkan dengan sebuah penemuan jasad wanita yang terjatuh dari Tol BORR, Simpang Yasmin, Bogor pada Sabtu (23/5/2026). Berikut 5 fakta selengkapnya
Warga Kediri Heboh, Sosok 'Pocong' di Pinggir Jalan Akhirnya Terciduk, Terungkap Motif Pelaku

Warga Kediri Heboh, Sosok 'Pocong' di Pinggir Jalan Akhirnya Terciduk, Terungkap Motif Pelaku

Warga di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, baru-baru ini dikejutkan oleh sosok menyerupai pocong yang berdiri di pinggir jalan. 
Sinyal Bonus Besar dari Dedi Mulyadi Usai Persib Bandung Juara 3 Kali Berturut-turut, Apa Itu?

Sinyal Bonus Besar dari Dedi Mulyadi Usai Persib Bandung Juara 3 Kali Berturut-turut, Apa Itu?

Dominasi Persib Bandung di kancah sepak bola tanah air kian tak terbendung setelah berhasil mengamankan gelar juara Super League musim 2025/2026. 
Sebelum Ditemukan Tewas di Simpang Yasmin Bogor, Korban Sempat Curhat Soal Hidupnya: Cuma Ada 1 Nyawa

Sebelum Ditemukan Tewas di Simpang Yasmin Bogor, Korban Sempat Curhat Soal Hidupnya: Cuma Ada 1 Nyawa

Seorang wanita berinisial AAA (25) ditemukan tewas tergeletak di jalan kawasan Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT