News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

10 Fakta Kasus Ibu Kandung di Brebes Aniaya 3 Anak, 1 Diantaranya Tewas

Pembunuhan dan penganiayaan itu dilakukan Kanti Utami (35) terhadap 3 buah hatinya, yakni S(10), ARK(7), dan A(4). Akibat perbuatan ibu kandung itu, ARK meninggal dunia.
Senin, 21 Maret 2022 - 00:39 WIB
Kanti Utami (35) ibu yang aniaya dan bunuh anak kandungnya saat diamankan petugas.
Sumber :
  • tim tvOne - Otong Susilo

Brebes, Jawa Tengah - Warga Pedukuhan Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah dihebohkan pada Minggu (20/3/2022) pagi dengan adanya kasus pembunuhan dan penganiayaan 3 anak yang dilakukan ibunya sendiri.

Pembunuhan dan penganiayaan itu dilakukan Kanti Utami (35) terhadap 3 buah hatinya, yakni S(10), ARK(7), dan A(4). Akibat perbuatan ibu kandung itu, ARK meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut ini kumpulan fakta kasus ibu kandung aniaya 3 anak di Brebes yang dihimpun tim tvOnenews;

1. Peristiwa Terjadi Minggu (20/3/2022) dini hari

Tetangga pelaku menuturkan, penganiayaan Kanti kepada anaknya diperkirakan terjadi pada Minggu sebelum subuh. Sejumlah tetangga mendengar suara keributan serta teriakan histeris anak-anak dari rumah pelaku. Baca Selengkapnya

2. Penganiayaan terdengar oleh tetangga

Warga yang penasaran mendengar adanya suara keributan serta teriakan histeris anak-anak kemudian mendatangi rumah Kanti yang terkunci dari dalam. Ā Karena keadaan genting, mereka lantas mendobrak kediaman Kanti dan melihat ARK sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sementara dua anak Kanti yang lain mengunci diri di dalam kamar. Baca Selengkapnya.

3. 1 Anak tewas, 2 terluka

Penganiayaan yang dilakukan Kanti Utami mengakibatkan 1 buah hatinya meninggal dunia, yakni ARK(7). Sedangkan S (10), dan A (4) mengalami luka di bagian dada dan leher.

"Saya dobrak pintu Ā dan saya lihat Ataya sudah tergeletak di lantai, anak anak yang lain mengunci diri dalam kamar," tutur Iwan (55), warga yang mendobrak pintu rumah pelaku.

Saat tetangga menggerebek rumahnya, Kanti masih mengenakan mukena. "Seperti usai menjalankan sholat subuh," tambah Iwan. Baca Selengkapnya

4. Pelaku merasa tidak bersalah

Kanti sudah digiring ke Polsek Tonjong dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Saat dibawa aparat, wanita itu mengenakan mukena dan terlihat santai.

Warga menduga wanita itu depresi sehingga menganiaya anak-anaknya dengan senjata tajam. Baca Selengkapnya

5. Pelaku menyayat leher anaknya menggunakan cutter

Kanti Utami (35) ibu yang tega menganiaya 3 anak kandungnya sendiri, menggunakan pisau cutter untuk menggorok buah hatinya.Ā 

Terungkapnya cutter sebagai alat untuk menganiaya 3 anak kandungnya, berdasarkan keterangan saksi, Novi (35), tetangga pelaku. "Saat rumah sudah didobrak, saya lihat ada cutter," kata Novi. Baca Selengkapnya

6. Pelaku Dikenal Kurang Bergaul

Novi, tetangga pelaku mengatakan selama ini tak melihat sifat Kanti yang mencurigakan. "Dia kurang bergaul, kalau nanya-nanya hanya sekadar saja," tambahnya.Ā 

Menurut Novi, Kanti yang berprofesi sebagai tukang rias itu memiliki suami yang bekerja sebagai sekuriti di Jakarta.Ā  Baca Selengkapnya

7. Polisi Menduga Pelaku Alami Depresi

"Untuk penetapan tersangka belum dilakukan karena prosesnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan, kita harus berhati hati dalam menetapkan tersangka karena ada dugaan pelaku saat ini mengalami depresi berat," jelas AKP Syuaib Abdullah Kastreskrim Polres Brebes.

Aksi sadis Kanti Utami (35) ibu yang tega menganiaya 3 anak kandungnya sendiri di Brebes, terus didalami oleh Satreskrim Polres Brebes. Berdasarkan hasil visum kepada anak yang ditemukan tewas, petugas menemukan adanya luka sayat sepanjang 12 sentimeter di lehernya. Baca Selengkanya

8. Salah satu korban meninggal karena luka sayatan di leher

Dari hasil visum, ARK(7) anak pelaku mengalami luka sayatan benda tajam sepanjang 12 sentimeter sedalam lima sentimeter. Satreskrim Polres Brebes menduga akibat luka sayatan itu, korban kemudian meninggal dunia akibat kehabisan darah. Baca Selengkapnya

9. Salah satu korban dimakamkan di TPU Sokawera

ARK (7) anak yang meninggal dunia usai digorok oleh ibu kandungnya sendiri, Kanti Utami (35) dengan pisau cutter telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sokawera, yang tidak jauh dari rumahnya. Baca Selengkapnya

10. Pelaku Mengaku Ingin Selamatkan Anaknya

"Saya ingin menyelamatkan anak saya, supaya enggak hidup susah," kata Kanti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil menangis Kanti bercerita bahwa dia bingung akan tinggal di mana kalau suaminya kehilangan pekerjaan. "Sebelum saya mati, saya ingin menyelamatkan anak-anak," kata Kanti. Baca Selengkapnya

Namun ketika ditanya bagaimana cara menyelamatkan buah hatinya, jawaban Kanti mencengangkan. "Harus mati, supaya enggak sedih, biar enggak sakit kaya saya," tutur Kanti. (ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT