News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asyiknya Ngabuburit Dan Berbuka Puasa Diatas Pohon Pinus

Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam menikmati waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit di bulan suci Ramadhan kali ini.
Kamis, 7 April 2022 - 17:44 WIB
Asyiknya Ngabuburit Dan Berbuka Puasa Diatas Pohon Pinus
Sumber :
  • tvOne

Kudus, Jawa Tengah – Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam menikmati waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit di bulan suci Ramadhan kali ini. Seperti di sebuah Resto yang ada di kawasan Wana Wisata Pijar Park di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah.

Di lokasi ini, pengelola menawarkan tempat ngabuburit dan berbuka puasa dengan suasana alam khas Pegunungan Muria, yang dihiasi pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Anda juga dapat menikmati buka puasa langsung di atas pohon pinus tersebut. Makan di atas pohon pinus kali ini merupakan tempat baru dari resto pijar park dalam memanjakan pengunjungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain wisata alam menu favorit kuliner khas pegunungan Muria pun ditawarkan disini. Seperti pecel daun pakis, getuk goreng nyimut, dan berbagai macam kuliner lainnya sebagai menu buka puasa anda.

Salah satu pengunjung mengatakan, awalnya penasaran dengan ditawarkannya sajian menu berbuka puasa diatas pohon. Setelah mencobanya, ia pun merasa senang karena lokasinya nyaman dan makanan khas daerah setempat yang disuguhkan juga sangat nikmat. 

“Enak, nyaman banget disini, apalagi kalau sama keluarga yang bawa anak-anak, bisa bermain bebas disini. Menunya juga enak-enak ada pecel pakis sama getuk nyimut kajar yang khas disini,” ungkap Rumyati, salah seorang pengunjung.

Sementara pengunjung lainnya, Ardian mengaku baru pertama kali menikmati makan dari atas pohon. 

“Awalnya, saya tahu dari media sosial dan kini langsung mencobanya berbuka puasa bersama keluarga disini karena penasaran,” ujarnya.  

Sementara, menurut pengelola resto, konsep berbuka puasa di atas pohon tersebut merupakan inovasi Pijar Park agar pengunjung semakin betah menikmati suasana alam. Agar tetap aman dan nyaman, pengelola membatasi pengunjung maksimal 15 orang saja. Dalam momentum ramadan kali ini, pihaknya juga menyiapkan berbagai paket buka puasa dengan menggandeng sejumlah UMKM masyarakat desa Kajar dan sekitarnya.
 
“Kami buka konsep baru disini, dengan menawarkan resto diatas pohon dan menu khas Gunung Muria ini satu ikon baru di Pijar Park. Disamping itu kami juga bekerjasama dengan UMKM setempat yang nantinya menawarkan menu-menu khas disini,” ujar Puji Arto, Pengelola Pijar Park.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menikmati buka bersama dari atas pohon, pengunjung juga bisa menikmati makan di gazebo, lesehan bambu, maupun di dalam tenda camping serta berbagai tempat lain yang difasilitasi pihak pengelola pijar park.

Setelah kenyang menyantap menu berbuka, suasana semakin lengkap dengan lantunan live musik ditemani udara sejuk khas pegunungan Muria. Bagaimana, mengasyikan sekali bukan? Bagi anda yang ingin mencobanya tak ada salahnya langsung menuju lokasi saat menjelang berbuka puasa. Lokasinya di desa Kajar Kecamatan Dawe yang berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Kudus.(Galih Manunggal/chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Pembalap asal Monako yakni Charles Leclerc menunjukkan optimisme tinggi setelah dirinya menjajal mobil baru Ferrari SF-26 dalam uji coba F1 2026 di Barcelona.
Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji, berupa larangan 20 laga dan denda Rp324 juta setelah terbukti menyerang wasit usai laga kontra Irak.
Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan dokumen termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein diungkap. 
Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang melakukan pelemparan petasan kepada Emil Audero nyatanya masih remaja dan ditangkap polisi. Namun, dia bukan tersangka yang kehilangan tiga jari.
Resmi! Persija Jakarta Rekrut Mauro Zijlstra dari FC Volendam, sang Striker Timnas Indonesia Ungkap Alasannya

Resmi! Persija Jakarta Rekrut Mauro Zijlstra dari FC Volendam, sang Striker Timnas Indonesia Ungkap Alasannya

Persija Jakarta resmi merekrut Mauro Zijlstra dari FC Volendam jelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League. Sang striker Timnas Indonesia mengungkap alasannya untuk gabung Macan Kemayoran.
Video Motor Patwal Berhentikan Bus Transjakarta Viral di Media Sosial, Polisi Tegaskan Bukan Pelanggaran

Video Motor Patwal Berhentikan Bus Transjakarta Viral di Media Sosial, Polisi Tegaskan Bukan Pelanggaran

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi motor patroli dan pengawalan (Patwal) diduga menghadang bus Transjakarta saat kondisi jalan padat merayap.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT