News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Berbuat Mesum, Dua Pegawai RSUD Kudus Dibebastugaskan

Manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, membebastugaskan dua pegawai yang diduga melakukan perbuatan mesum di tempat kerja yang terekam kamera CCTV, menyusul beredarnya potongan video tersebut yang viral di media sosial.
Selasa, 6 Januari 2026 - 03:29 WIB
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Abdul Hakam didampingi Wadir Keuangan Edi Susanto sela-sela konferensi pers di RSUD Loekmono Hadi Kudus.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, membebastugaskan dua pegawai yang diduga melakukan perbuatan mesum di tempat kerja yang terekam kamera CCTV, menyusul beredarnya potongan video tersebut yang viral di media sosial.

"Per hari ini, Senin (5/1) sudah kami keluarkan surat keputusan pembebastugasan dan sudah saya tandatangani. Keduanya dibebastugaskan sampai nanti ada keputusan lebih lanjut," kata Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Abdul Hakam di sela-sela konferensi pers di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengungkapkan kedua pegawai tersebut telah dibebastugaskan sementara guna kepentingan pemeriksaan internal.

Video yang beredar, kata dia, merupakan rekaman lama karena peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2020.

Namun, pihak manajemen saat ini tetap bertanggung jawab untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara profesional.

"Video itu direkam tahun 2020. Meski kejadiannya lama, kami sebagai manajemen sekarang tetap harus bertanggung jawab," ujarnya.

Menurut Abdul Hakam, manajemen RSUD langsung mengambil langkah klarifikasi dengan memanggil sejumlah saksi. Sedikitnya lima orang telah dipanggil, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Hingga saat ini, kami sudah memanggil lima orang saksi dan pihak yang diduga terlibat. Semua akan dibuatkan berita acara sebagai dasar laporan ke Pemkab Kudus dan Inspektorat untuk tindak lanjut," ujarnya.

Ia menegaskan kasus ini dinilai dapat mengganggu citra rumah sakit dan pelayanan kepada masyarakat sehingga harus ditangani dengan tegas sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

"Kalau memang secara regulasi kepegawaian terbukti melanggar, tentu akan ada sanksi. Sanksinya bisa ringan, sedang, atau berat," ujarnya.

Pembebastugasan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif pelayanan dan mencegah gangguan psikologis yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Tentu secara psikologis mereka tidak bisa bekerja maksimal. Maka untuk menghindari konflik dan gangguan pelayanan, kami membebastugaskan dulu," ujarnya.

Selain itu, manajemen RSUD juga menelusuri kemungkinan adanya pihak internal yang merekam dan menyebarkan video kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television) tersebut. Abdul Hakam menyebut, bila terbukti ada pegawai yang menyalahgunakan akses CCTV dan menyebarkan rekaman, maka akan dikenakan sanksi disiplin.

"Kalau nanti terbukti ada pihak internal yang menyebarkan video, tentu juga akan kami tindak sesuai aturan, bisa sanksi ringan, sedang, atau berat," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit juga melakukan evaluasi pengelolaan sistem keamanan, termasuk akses terhadap server CCTV.

"Server CCTV kini kami kunci dan aksesnya hanya dipegang satu orang. Ini untuk memperketat keamanan dan pengelolaan data," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai moral dan etika, terlebih Kudus dikenal sebagai kota santri sehingga harus bisa menjaga etika dan sikap.(chm)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Jumpai Pemuda Sakit Kronis Tetap Cari Nafkah, Langsung Beri Tambahan Modal dan Sepeda Listrik

Dedi Mulyadi Jumpai Pemuda Sakit Kronis Tetap Cari Nafkah, Langsung Beri Tambahan Modal dan Sepeda Listrik

​​​​​​​Dedi Mulyadi bertemu pemuda sakit kronis yang tetap jualan jamur keliling. Terharu melihat perjuangannya, ia beri modal hingga Rp4 juta dan sepeda listrik.
Gaya Seskab Teddy Peluk Anak Pengamen yang Ingin Sekolah Disorot Analis: Sederhana tapi Langka

Gaya Seskab Teddy Peluk Anak Pengamen yang Ingin Sekolah Disorot Analis: Sederhana tapi Langka

Kunjungan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta Pusat, memantik perhatian bukan karena seremoni besar, melainkan karena pendekatan yang dinilai apa adanya.
Terbawa Arus Sejauh 13 KM, Remaja yang Hilang Ditemukan Meninggal di Perairan Kaliadem Jakut

Terbawa Arus Sejauh 13 KM, Remaja yang Hilang Ditemukan Meninggal di Perairan Kaliadem Jakut

Upaya pencarian intensif terhadap seorang remaja berinisial AG (11) yang hilang terseret arus Sungai Ciliwung sejak Selasa (21/4) akhirnya membuahkan hasil. 
Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Sebanyak 3.823 tenaga honorer di Jawa Barat, mulai dari guru hingga staf tata usaha, belum menerima upah mereka untuk bulan Maret dan April 2026. 
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 25 April 2026: Peluang Cuan Gemini Mengalir, Libra Mulai Seimbang

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 25 April 2026: Peluang Cuan Gemini Mengalir, Libra Mulai Seimbang

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 25 April 2026, peluang cuan Gemini, Libra seimbang, hingga Aries menuju kemandirian finansial. Simak prediksi lengkapnya di sini.
Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi soal ucapan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut ada jasanya yang membuat Jokowi menjadi Presiden.

Trending

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien Mimi Maisyarah (48) di RS Muhammadiyah Medan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara. Bahkan
Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sungai-sungai di wilayahnya. 
Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi soal ucapan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut ada jasanya yang membuat Jokowi menjadi Presiden.
RS Muhammadiyah Medan Komentari Terkait Tudingan Dugaan Malpraktik Pasien: Keluarga Menandatangani Persetujuan Operasi

RS Muhammadiyah Medan Komentari Terkait Tudingan Dugaan Malpraktik Pasien: Keluarga Menandatangani Persetujuan Operasi

Publik soroti kasus dugaan malpraktik yang dialami pasien yang merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar, bernama Mimi Maisyarah (48), di RS Muhammadiyah Medan.
Dedi Mulyadi Jumpai Pemuda Sakit Kronis Tetap Cari Nafkah, Langsung Beri Tambahan Modal dan Sepeda Listrik

Dedi Mulyadi Jumpai Pemuda Sakit Kronis Tetap Cari Nafkah, Langsung Beri Tambahan Modal dan Sepeda Listrik

​​​​​​​Dedi Mulyadi bertemu pemuda sakit kronis yang tetap jualan jamur keliling. Terharu melihat perjuangannya, ia beri modal hingga Rp4 juta dan sepeda listrik.
Penuhi Pemeriksaan di Polda Metro Jaya, LBH Tani Nusantara Bantah Kriminalisasi Feri Amsari

Penuhi Pemeriksaan di Polda Metro Jaya, LBH Tani Nusantara Bantah Kriminalisasi Feri Amsari

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara resmi melayangkan laporkan terhadap Pakar hukum tata negara, Feri Amsari yang diduga melakukan penyebaran berita bohong mengenai swasembada pangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT