GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Anak 14 Tahun di Jepara yang Terpapar Ekstremisme, Densus 88 Polri Sebut Libatkan Jaringan Daring Internasional

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang anak berusia 14 tahun di Jepara, Jawa Tengah, yang diduga terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Rabu, 7 Januari 2026 - 21:46 WIB
Densus 88 Antiteror Polri saat gelar keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Jakarta — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang anak berusia 14 tahun di Jepara, Jawa Tengah, yang diduga terpapar ideologi kekerasan ekstrem.

Juru Bicara Densus 88 Polri Kombes Pol Mayndra Eka mengatakan, kasus tersebut terungkap sejak Oktober 2025 dan ditangani melalui kerja sama Densus 88 dengan Polda Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes Pol Mayndra Eka mengungkapkan, anak tersebut terindikasi memiliki niat menjadi pelopor aksi kekerasan di lingkungan sekolah.

“Yang bersangkutan memiliki niat menjadi pelopor kekerasan di sekolah dan berencana mengunggah aksinya ke komunitas daring yang diikutinya. Perkara ini dapat ditangani bersama Polda Jawa Tengah,” ujar Kombes Mayndra dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026).

Dalam pendalaman, Densus 88 menemukan rekaman video yang memperlihatkan anak tersebut melakukan simulasi penggunaan senjata api dan adegan penembakan di lingkungan sekolah. Video tersebut dibuat sebagai bagian dari perencanaan aksi kekerasan.

“Yang bersangkutan sempat melakukan simulasi sebagai gambaran ketika melakukan aksi. Hal ini menunjukkan adanya proses perencanaan,” jelasnya.

Anak tersebut diketahui ingin melakukan aksi kekerasan atas nama true crime community (TCC). Meski telah dilakukan intervensi, Densus 88 menilai paham kekerasan ekstrem masih melekat pada diri yang bersangkutan. Bahkan, anak tersebut pernah membawa senjata tajam ke sekolah.

Selain itu, yang bersangkutan terdeteksi memiliki koneksi dengan jaringan ekstrem internasional Berber Nationalist Third-positionist Group (BNTG) di Prancis. Kelompok tersebut merupakan gerakan nasionalisme etnis berbasis daring dengan ideologi Third Positionist. 

Dalam pengembangan kasus, Densus 88 juga mendeteksi 27 grup media sosial yang diikuti anak di bawah umur dan aktif menyebarkan paham ekstremisme. Grup-grup tersebut antara lain TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC,

Kemudian Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC Community, TCC City Nueva Revolucion, tccland, FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB, AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, serta Have Sex With Your Gun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayndra menjelaskan, mayoritas anak yang terpapar ekstremisme memiliki latar belakang persoalan personal dan sosial, seperti menjadi korban perundungan, berasal dari keluarga tidak harmonis, kurang perhatian orang tua, hingga terbiasa menyaksikan kekerasan di lingkungan sekitar.

“Di dalam komunitas tersebut, mereka merasa memiliki ruang untuk didengar dan diterima. Namun, interaksi yang terjadi justru memperkuat narasi dan pembenaran terhadap tindakan kekerasan,” pungkasnya. (buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026, Catat Tanggalnya​​​​​​​

Jadwal One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026, Catat Tanggalnya​​​​​​​

Musim mudik Lebaran 2026 akan segera tiba. Bagi masyarakat yang berencana pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, penting untuk memperhatikan -
Pertama di Indonesia, STIKES Bethesda Yakkum Luncurkan Sekolah Stroke Berbasis Kolaborasi Multidisipliner

Pertama di Indonesia, STIKES Bethesda Yakkum Luncurkan Sekolah Stroke Berbasis Kolaborasi Multidisipliner

Sebuah langkah revolusioner dalam penanganan pasca-stroke lahir di jantung Kota Pelajar. Empat orang penyintas stroke di Yogyakarta bekerja sama dengan STIKES Bethesda Yakkum resmi meluncurkan program "Sekolah Stroke".
Makna Wafat di Bulan Suci Ramadhan dalam Islam, Menjadi Pertanda Husnul Khatimah

Makna Wafat di Bulan Suci Ramadhan dalam Islam, Menjadi Pertanda Husnul Khatimah

Makna wafat di bulan Ramadhan menurut Islam. Apakah meninggal di bulan suci menjadi tanda husnul khatimah? Simak penjelasan ustaz berikut ini.
Jusuf Kalla Soroti Peran BOP dan Dukungan Negara Islam terhadap Palestina

Jusuf Kalla Soroti Peran BOP dan Dukungan Negara Islam terhadap Palestina

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyatakan bahwa langkah terkait BOP perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina.
PSSI Blak-blakan: Permasalahan Ada di Elkan Baggott, Bukan Pelatih Timnas Indonesia

PSSI Blak-blakan: Permasalahan Ada di Elkan Baggott, Bukan Pelatih Timnas Indonesia

Nama Elkan Baggott sudah cukup lama tidak terlihat dalam skuad Timnas Indonesia. Kini muncul pertanyaan apakah bek milik Ipswich Town itu akan kembali meng- ...
Liverpool Amankan Masa Depan! Ryan Gravenberch Teken Kontrak Baru di Anfield

Liverpool Amankan Masa Depan! Ryan Gravenberch Teken Kontrak Baru di Anfield

Liverpool secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak gelandang Ryan Gravenberch dengan kesepakatan jangka panjang di Anfield.

Trending

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Kabar duka yang mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (7/3).
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Performa gemilang Jay Idzes di Serie A Italia mulai memancing perhatian banyak pihak, termasuk di Eropa. Media Belanda tak habis pikir lihat nilai transfernya.
2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

Kabar baik jelang FIFA Series 2026, dua pemain Timnas Indonesia Jay Idzes dan Emil Audero dilaporkan masuk radar Juventus usai tampil impresif di Liga Italia.
Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Maarten Paes mengungkapkan kebanggaannya membela Timnas Indonesia di media Ajax. Sebut atmosfer suporter di GBK dengan kegilaan fans sepak bola Argentina.
Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Persib Bandung sempat kedatangan mantan anak asuh Shin Tae-yong asal Jerman yang pernah ikut TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia jelang Liga 1 musim 2023 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT