Viral Kades di Sragen Mandi Air Kubangan di Jalan Rusak
- Tim tvOne - Mahfira Putri
Sragen, tvOnenews.com - Viral sebuah video, Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sunarso melakukan aksi mandi di sebuah kubangan jalan rusak yang penuh dengan air lumpur.
Aksi itu dilakukan sebagai protes jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Dari video yang beredar, tidak ada aspal maupun beton hanya tanah yang terdapat kubangan air.
Sunarso nekat mandi lumpur di kubangan tersebut dengan mengenakan pakaian seragam dinas kepala desa. Sunarso mengaku sengaja melakukan aksi spontan tersebut karena telah 25 tahun jalan itu tidak tersentuh pembangunan.
"Sebenarnya saya tidak sengaja protes, tapi ini tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Malah adus sekalian, tidak ada rencana sepintas sekalian," kata Sunarso, Selasa (20/1/2026).
Sunarso mengatakan, jalan itu rusak hampir 8 tahun atau sejak 2019. Bahkan, warga sempat berharap ada perbaikan jalan karena pernah ada spanduk jalan ini dalam proses lelang dan bahkan siap dibangun pada 2025. Namun hingga awal 2026 jalan itu tidak dibangun.
Ia mengatakan tidak sedikit anak sekolah yang jatuh akibat jalan tersebut. Jalan tersebut berdekatan dengan sekolah, dan merupakan jalan kabupaten dan merupakan jalan penghubung antar Desa Mlale dan Desa Ngepringan.
"Kerusakan itu sejak 2019, sudah banyak yang kecelakaan anak sekolah jatuh, ekonomi lumpuh tidak ada titik terang. Itu jalan Desa Mlale menuju Desa Ngepringan Kecamatan Jenar, status jalan kabupaten," lanjut dia.
Ia mengatakan kerusakan di jalan tersebut sejauh 6 kilometer, jalan tersebut terakhir tersentuh pembangunan pada 24 tahun silam. Dar pembangunan aspal 24 tahun lalu, sudah tidak tersisa aspal sedikitpun.
"Kalau pembangunan terakhir jalan DPU itu 24 tahun lalu diaspal sekarang sudah habis. Itu akses vital gak ada jalan lain, akses kesehatan, anak sekolah, ke pasar satu-satunya ya itu. Warga sini seperti terisolir," kata dia.
Dirinya menceritakan, tidak banyak siswa yang melintas di jalan tersebut memilih tida menggunakan sepatu agar tidak terkena lumpur di jalan.
Selain itu mobil-mobil yang melintas juga banyak yang menyangkut di jalan tersebut. Sunarno berharap jalan tersebut menjadi perhatian dan segera dibangun.
"Mudah-mudahan diperhatikan segera diperbaiki jalannya, tidak perlu bagus banget yang penting rata bisa dilewati tidak becek," harapnya. (uti/buz)
Load more