Protes Kualitas dan Nilai Gizi pada Menu MBG, Warga di Pati Geruduk SPPG Tlogowungu 1
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Pati, tvOnenews.com - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2025).
Mereka memprotes kualitas dan nilai gizi pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti paket makanan yang dinilai tidak sesuai dengan nominal anggaran sebesar Rp8.000 per porsi.
Koordinator aksi, Mohamad Ali Sobri, mengungkapkan berdasarkan temuan di lapangan, makanan yang diterima untuk siswa sekolah dasar (SD) kelas 1-3 disebut hanya senilai sekitar Rp5.000, terdiri dari roti kering, empat butir telur puyuh, serta jeruk yang dalam beberapa kasus ditemukan dalam kondisi busuk.
”Menu yang dibagikan ke anak-anak yang katanya Rp 8 ribu. Tapi pihak Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu membuktikan di lapangan (pasaran) sendiri, harga itu cuma Rp 5 ribu. Sisa yang Rp 3 ribu itu kemana,” kata Mohamad Ali Sobri.
Ali Sobri mempertanyakan selisih anggaran sebesar Rp3.000 per porsi yang dinilai tidak terealisasi dalam bentuk tambahan gizi pada makanan anak-anak.
Selain itu, pihaknya juga menemukan jeruk busuk di sejumlah menu MBG yang dibagikan. Hal ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini.
”Bahan yang dipakai, yang dibagikan saya dapat konfirmasi dari anak-anak itu ada jeruk yang busuk. Ketika kita minta dihadirkan ahli gizinya kenapa kok tidak ada. padahal seharusnya ahli gizi stanby di sini. Untuk menyampaikan makanan itu layak atau tidak,” ungkap dia.
Massa menuntut adanya perbaikan pelayanan gizi di SPPG Tlogowungu 1. Bila tidak ada perbaikan, mereka menuntut SPPG tersebut dibubarkan.
”Kami harapkan ada perbaikan di SPPG Tlogowungu 01 ini, kalau tidak ada perbaikan kita bubarkan saja SPPG. Kasihan, kita meminta hak untuk anak-anak. Lima ribu itu dapat jeruk 1 kecil, roti 1 dan telur puyuh isi 4. Itu Rp 5 ribu sudah termasuk mahal. Sedangkan sisanya kemana itu,” ujarnya.
Load more