Viral Perempuan Tanpa Busana dalam Acara Halal Bihalal di Kabupaten Batang, Begini Penjelasan Aparat Setempat
- Tim tvOne - Edi Mustofa
Batang, tvOnenews.com - Insiden viral seorang perempuan tanpa busana di sela acara hiburan dangdut dalam rangka halal bihalal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi perhatian aparat dan pemerintah setempat.
Penanganan kasus ini tidak hanya difokuskan pada aspek ketertiban, tetapi juga pendekatan sosial dan kemanusiaan.
Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Banaran, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, pada Sabtu sore, 28 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, acara hiburan dilaporkan telah memasuki penghujung kegiatan.
Camat Bawang, Suratno, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung setelah acara utama selesai, sehingga tidak berada dalam pengawasan langsung petugas.
“Benar, kejadiannya setelah konser selesai,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, individu yang terlibat diduga mengalami persoalan kondisi psikologis. Karena itu, penanganan diarahkan pada pendekatan sosial, bukan semata penindakan.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, menjelaskan lokasi kejadian berada di luar area utama kegiatan, sekitar 20 meter dari panggung, tepatnya di jalur menuju Jambangan.
“Kami tidak mengetahui langsung karena posisi berada di panggung. Informasi justru kami terima setelah viral di media sosial,” ungkapnya.
Dari hasil penelusuran pemerintah desa, perempuan tersebut diketahui bukan warga setempat, melainkan berasal dari Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal.
Kapolsek Bawang, AKP Slamet, menegaskan bahwa pengamanan sebenarnya telah dilakukan selama kegiatan berlangsung. Namun, karena kejadian terjadi di luar waktu utama acara, insiden luput dari pantauan petugas.
“Kami sudah melakukan pengamanan, tetapi kejadian di luar pantauan langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika kejadian diketahui lebih awal, petugas akan segera melakukan penanganan di lokasi.
Saat ini, pihak kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan desa telah berkoordinasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak memperkeruh keadaan, terutama dengan menyebarkan konten sensitif di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten yang tidak pantas,” tegas Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban sekaligus empati dalam setiap kegiatan masyarakat.
Pemerintah berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap mengedepankan kebersamaan serta saling menghormati dalam setiap momentum, termasuk tradisi halal bihalal. (edi/buz)
Load more