GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korban Baru Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali berkembang.
Kamis, 14 Mei 2026 - 21:14 WIB
Tim Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) mendapingi korban pelecehan seksual pendiri Ponpes Ndholo Kusumo melapor ke Polresta Pati, Kamis (14/5/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com — Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali berkembang.

Seorang korban baru melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya ke Polresta Pati pada Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban datang didampingi tim Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), kelompok pendamping korban yang selama ini mengawal proses hukum kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup oleh penyidik Satreskrim Polresta Pati.

Tim pendamping korban juga membuka posko pengaduan dan layanan bantuan hukum gratis selama 24 jam bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban namun belum berani melapor.

Posko pengaduan dan pendampingan hukum yang dibuka oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) ini bertempat di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati.

Penasihat hukum korban dari tim Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), Burhanuddin, menyebut korban terbaru merupakan pengikut lama tersangka Ashari pada periode 2013 hingga 2014.

“Korban yang kita dampingi saat ini adalah korban yang termasuk pengikut dari awal sekitar tahun 2013. Beserta juga ada korban lain yang nantinya akan jadi saksi dalam perkara ini,” kata Burhanuddin.

“Korban yang kita dampingi sudah dewasa, sudah cakup umur dalam hukum. Namun ketika mengalami kejadian (kekerasan seksual) tersebut, belum berani untuk speak up atau belum berani secara mental untuk bilang ke sanak saudara ataupun orang terdekatlah, apalagi lapor ke polisi,” lanjut dia.

Menurutnya, korban selama ini memilih diam karena mengalami tekanan psikologis serta doktrin kepatuhan yang kuat di lingkungan pesantren.

“Di bawah tekanan, betul. Polanya hampir sama. Kebetulan kita kan wawancara dua orang sebelum ada laporan ke sini dan polanya hampir sama,” ungkap dia.

“Semoga harapan kita setelah ini akan ada korban-korban yang lain yang mau speak up. Selaku pengacara kita siap mendampingi secara hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, mengungkapkan terdapat satu korban lagi yang datang mengadu ke Polresta Pati sehingga penyidik langsung melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap korban tersebut.

Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui secara rinci kronologi maupun dugaan peristiwa yang dialami korban.

“Pada hari ini Kamis, 14 Mei 2026, ada tambahan satu lagi korban yang mengadu di Polresta Pati terkait peristiwa di Ponpes Ndolo Kusumo. Saat ini korban sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ujar AKP Iswantoro.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami hasil pemeriksaan sebelum menentukan penerapan pasal terhadap perkara tersebut. Menurutnya, seluruh keterangan korban akan menjadi bahan penyidik dalam proses penanganan perkara.

“Terkait penerapan pasal, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman dari penyidik. Nanti akan dilihat seperti apa peristiwa yang dialami korban dan kapan kejadian itu terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Iswantoro mempersilakan masyarakat maupun korban lain yang pernah mengalami dugaan peristiwa serupa di lingkungan pondok pesantren tersebut untuk melapor ke Polresta Pati. Saat ini, Polresta Pati juga telah membuka posko pengaduan khusus bagi para korban.

“Kalau memang masih ada korban ataupun masyarakat yang ingin mengadukan peristiwa tersebut, silakan datang ke Polresta Pati karena kami sudah membentuk posko pengaduan terkait korban-korban di ponpes tersebut,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait perkembangan pemeriksaan terhadap keluarga terlapor, pihak kepolisian memastikan bahwa keluarga pelaku telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Untuk keluarga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Mereka sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait kejadian yang ada di pondok pesantren tersebut,” pungkasnya.(arm/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Tegaskan Aturan Dam Haji di Indonesia Tak Dicabut Meski Ada Fatwa MUI

Wamenhaj Tegaskan Aturan Dam Haji di Indonesia Tak Dicabut Meski Ada Fatwa MUI

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pemerintah tidak akan mencabut surat edaran terkait opsi pelaksanaan dam haji di dalam negeri.
Warga Kalimantan Barat Minta Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Perbaiki Jalan Rusak: Kang Dedi Kadieu, Tolongin

Warga Kalimantan Barat Minta Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Perbaiki Jalan Rusak: Kang Dedi Kadieu, Tolongin

Warga Kalimantan Barat minta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda perbaiki jalan rusak. Viralnya keluhan seorang warga Kalbar
Pemprov DKI Tegaskan Tidak Beri Toleransi ke Parkir Liar, Janji Siapkan Kantong Parkir Legal

Pemprov DKI Tegaskan Tidak Beri Toleransi ke Parkir Liar, Janji Siapkan Kantong Parkir Legal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas parkir liar di ibu kota.
Kondisi Finansial Zodiak 15 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 15 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 15 Mei 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo.
Respons Datar Warga Suku Togutil Usai Dijanjikan Rumah 5 Hektare oleh Sherly Tjoanda, Gubernur Malut: Pertama Kali Aku

Respons Datar Warga Suku Togutil Usai Dijanjikan Rumah 5 Hektare oleh Sherly Tjoanda, Gubernur Malut: Pertama Kali Aku

Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke pedalaman Suku Togutil atau Suku Tobelo Dalam kembali menjadi perhatian publik. Netizen 'salfok' momen ini.
Dicoret Klub Brunei Darussalam, Ramadhan Sananta Bela Tim Super League Musim Depan

Dicoret Klub Brunei Darussalam, Ramadhan Sananta Bela Tim Super League Musim Depan

Ramadhan Sananta baru satu musim membela DPMM FC yang menjalani musim debut di Liga Malaysia 2025-2026

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Ibu-ibu Labrak Dedi Mulyadi Tagih Gaji Anaknya yang Kerja di Pemprov Jabar Belum Dibayar, Tak Disangka Ini yang Dilakukan KDM

Ibu-ibu Labrak Dedi Mulyadi Tagih Gaji Anaknya yang Kerja di Pemprov Jabar Belum Dibayar, Tak Disangka Ini yang Dilakukan KDM

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar namun tak juga kunjung mendapatkan gaji.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Juri LCC MPR RI Akhir Blak-blakan Alasan Salahkan Jawaban SMAN 1 Pontianak, Rupanya Bukan Karena Artikulasi

Juri LCC MPR RI Akhir Blak-blakan Alasan Salahkan Jawaban SMAN 1 Pontianak, Rupanya Bukan Karena Artikulasi

Kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI belakangan ini menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan publik.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT