News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polda Jateng Sebut Mantan Artis Fabiola Elizabeth Diduga Raup Miliaran Rupiah dari Kasus Love Scamming Internasional

Mantan artis dan model Fabiola Elizabeth resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan online jaringan internasional bermodus love scamming atau pig butchering yang diungkap Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.
Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB
Mantan Artis Fabiola Elizabeth Jadi Tersangka Kasus Love Scamming Internasional
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Mantan artis dan model Fabiola Elizabeth resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan online jaringan internasional bermodus love scamming atau pig butchering yang diungkap Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.

Fabiola yang juga dikenal sebagai mantan istri Reza SMASH diduga terlibat dalam sindikat penipuan daring yang beroperasi dari kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam jaringan tersebut, ia disebut memiliki peran sebagai model yang bertugas meyakinkan korban melalui panggilan video.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Susanto Saragih, mengatakan Fabiola merupakan satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus penipuan online berskala internasional tersebut.

Menurut Himawan, sindikat tersebut menyasar warga negara asing, khususnya dari Amerika Serikat.

Para pelaku terlebih dahulu membangun hubungan emosional dengan calon korban melalui media sosial dan aplikasi kencan sebelum menawarkan investasi palsu yang menjanjikan keuntungan besar.

Untuk memperkuat kepercayaan korban, sindikat memanfaatkan perempuan yang tampil dalam panggilan video. Salah satu yang diduga menjalankan peran tersebut adalah Fabiola Elizabeth.

"Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform. Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya," ujar Kombes Pol Himawan Susanto Saragih, Selasa (2/6/2026).

Polisi mengungkap jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026. Selama hampir satu tahun beraksi, sindikat itu diduga berhasil menipu sedikitnya 133 korban dari berbagai negara.

Dari hasil kejahatan tersebut, para pelaku disebut memperoleh keuntungan mencapai 2,3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp41,1 miliar.

Modus yang digunakan adalah pig butchering, yakni metode penipuan yang diawali dengan pendekatan emosional secara intensif kepada korban.

Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban kemudian diarahkan untuk melakukan investasi pada platform perdagangan aset kripto yang telah direkayasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes Pol Himawan Susanto Saragih menegaskan bahwa peran para tersangka dalam sindikat tersebut telah dibagi secara terstruktur dan profesional layaknya sebuah perusahaan.

"Masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Ada yang bertugas mencari korban, membangun komunikasi, mengelola transaksi hingga melakukan video call untuk meyakinkan korban agar percaya dan bersedia menginvestasikan uangnya," kata Himawan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Koalisi Netanyahu Khawatir dengan Peningkatan Partisipasi Warga Arab Keturunan Palestina di Pemilu Israel

Koalisi Netanyahu Khawatir dengan Peningkatan Partisipasi Warga Arab Keturunan Palestina di Pemilu Israel

Partisipasi warga Arab keturunan Palestina dalam Pemilu Israel 2026 kemarin membuat koalisi Partai Likud yang dipimpin petahana Benjamin Netanyahu khawatir.
Klasemen Liga Italia 2026-2027: Inter Milan Kembali Klaim Puncak, Juventus dan AC Milan Kompak Kalah

Klasemen Liga Italia 2026-2027: Inter Milan Kembali Klaim Puncak, Juventus dan AC Milan Kompak Kalah

Inter Milan berhasil mengklaim puncak klasemen sementara Liga Italia 2026-2027 yang sempat direbut Lazio. Sedangkan Juventus dan AC Milan sama-sama gagal memperbaiki peringkat.
Saat Keluarga Curiga Ibu-Anak di Madiun Tak Ada Kabar, Ini Respons Tersangka Pembunuhan Setiap Ditanya

Saat Keluarga Curiga Ibu-Anak di Madiun Tak Ada Kabar, Ini Respons Tersangka Pembunuhan Setiap Ditanya

Di saat pihak keluarga curiga ibu-anak di Madiun tak ada kabar sejak 20 September 2026, tersangka pembunuhan tidak merespons.
Amri/Nita Siap Tantang Dejan/Felisha di Babak Kedua Hylo Open 2026

Amri/Nita Siap Tantang Dejan/Felisha di Babak Kedua Hylo Open 2026

Persaingan ganda campuran Indonesia di babak 16 besar Hylo Open 2026 dipastkan berlangsung seru. Pasalnya Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan berhadapan dengan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Saarbrücken, Jerman, Kamis (29/10/2026).
Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah

Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil lolos ke babak kedua Hylo Open 2026. Meski demikian, pasangan baru tersebut mengaku sempat mengalami kesulitan di babak pertama.
Ternyata Ini Pekerjaan Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Ternyata Ini Pekerjaan Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur masih didalami. Polisi pun mengungkap sejumlah fakta, seperti pekerjaan tersangka DBM.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT