Jasa Raharja Tekankan Kolaborasi Lintas Institusi Jadi Fondasi Utama Transformasi Digital
- Istimewa
Yogyakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) menggelar kegiatan The Forum 2026 di Yogyakarta, Jawa Tengah.
Jasa Raharja turut ikut serta dalam forum yang bertema The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Ways tersebut.
Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting di tengah transformasi digital industri asuransi.
Ia memaparkan cara Persero itu dalam membangun ekosistem perlindungan yang terintegrasi dengan inisiatif model layanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap proses perbaikan (center of improvement).
Menurutnya perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas merupakan wujud nyata kehadiran negara sehingga akses layanan kesehatan dan penanganan secara cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Customer harus menjadi center of improvement. Setiap integrasi sistem, setiap inovasi digital, dan setiap penyederhanaan proses harus bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Data membantu kami memahami kebutuhan pelanggan secara lebih utuh, sehingga perbaikan layanan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” kata Awaluddin, Senin (10/8/2026).
Awaluddin menjelaskan transformasi layanan Jasa Raharja selama beberapa tahun terakhir dibangun di atas fondasi integrasi data secara real time.
Ia menekankan melalui kolaborasi dengan Korlantas Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, dan berbagai institusi lainnya proses penjaminan biaya perawatan hingga pembayaran santunan pun dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan minim hambatan administratif.
Menurutnya data bukan lagi sekadar instrumen pendukung operasional, melainkan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan, perbaikan proses, serta pengembangan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Konsep tersebut sejalan dengan arah transformasi industri perasuransian global yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis ekosistem. Di mana perlindungan tidak lagi berdiri sebagai produk yang terpisah, tetapi menjadi bagian dari pengalaman layanan publik yang terintegrasi,” pungkasnya.(raa)
Load more