GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Begini Alur Dugaan Korupsi Penerimaan Maba Unsoed: Peran Rektor, Warek hingga Perantara

KPK mengungkap alur dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Rektor Akhmad Sodiq, wakil rektor, kepala bagian akademik hingga perantara diduga memiliki peran berbeda.
Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:03 WIB
Mengenal Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK dalam Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru
Sumber :
  • Dok Unsoed

tvOnenews.com -  Bukan sekadar transaksi uang, KPK mengungkap dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang diduga melibatkan sejumlah orang dengan fungsi berbeda. 

Dari Rektor Akhmad Sodiq yang memiliki kewenangan tertinggi dalam sistem penerimaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, hingga tiga pihak swasta yang menjadi perantara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konstruksi perkara KPK, uang diduga mengalir melalui jalur yang berbeda, sementara sebagian hasilnya disebut berujung pada pembelian aset dan proyek di lingkungan kampus.

Rektor, Warek hingga Perantara Diduga Memiliki Peran Berbeda

KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka setelah OTT pada 20 Agustus 2026. Mereka adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, serta pihak swasta Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono yang merupakan keponakan Sodiq.

Dalam perkara pertama, KPK menduga Norman Arie Prayogo menggunakan kewenangannya melalui Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto untuk meminta Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran. Uang tersebut diminta agar calon mahasiswa dapat masuk Unsoed.

“Keduanya selaku pihak swasta diduga meminta sejumlah uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta untuk satu mahasiswa,” kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8) malam.

Persoalannya, calon mahasiswa tersebut tetap dinyatakan tidak lulus setelah uang diserahkan. Orang tua kemudian meminta pengembalian dana.

KPK menduga Norman kemudian meminjam uang kepada pihak swasta, dengan sepengetahuan Akhmad Sodiq. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, muncul skema tiga paket pekerjaan di lingkungan Unsoed: pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung.

Ketiga pekerjaan itu diduga dikerjakan perusahaan milik Mulyono. Pembayaran proyek kemudian disebut dialihkan kepada pihak swasta yang sebelumnya memberikan pinjaman kepada Norman.

Dengan demikian, dalam konstruksi perkara ini, peran masing-masing pihak terlihat berbeda: Norman diduga menjadi penghubung dari sisi pejabat kampus, dua pihak swasta menjadi perantara, sedangkan Mulyono diduga menjadi pihak yang menyediakan perusahaan untuk pengerjaan proyek.

Kepala Bagian Akademik Diduga Pegang Akses Sistem

Alur berbeda muncul dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri 2025-2026. KPK menduga Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto berkomunikasi dengan pengepul calon mahasiswa dan melakukan negosiasi mengenai uang yang harus disiapkan.

Setelah uang diterima, Eko disebut melaporkannya kepada Akhmad Sodiq. Dalam konstruksi perkara KPK, Sodiq kemudian memberikan akses user ID miliknya kepada Eko.

Akses tersebut diduga digunakan untuk melakukan persetujuan atau approval terhadap calon mahasiswa yang telah memberikan uang.

“ASO kemudian memberikan akses user id-nya kepada ES untuk proses otorisasi dengan mengklik atau memberikan approval (persetujuan, red.) dalam sistem penerimaan mahasiswa baru di Unsoed,” kata Taufik.

KPK menyebut nilai uang yang berkaitan dengan klaster ini mencapai Rp1,12 miliar. Eko diduga menerima uang dari pengepul calon mahasiswa secara bertahap selama periode 2025-2026.

Skema ini menunjukkan posisi strategis setiap orang dalam dugaan perkara. Eko berada pada bagian akademik yang berkaitan langsung dengan proses administrasi penerimaan, sementara Sodiq diduga memiliki kewenangan yang memungkinkan persetujuan dalam sistem dilakukan.

Gratifikasi Diduga Berujung Tiga Bidang Tanah

Selain dugaan penerimaan uang melalui jalur akademik, KPK juga mengungkap aliran dana yang diduga diterima Akhmad Sodiq melalui keponakannya, Mulyono alias Nono.

Pada penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri 2025 dan 2026, Sodiq diduga memberikan arahan kepada Mulyono menggunakan kode tertentu.

“Ini kode, arahan-arahan, atau perintah-perintah yang selalu digunakan oleh ASO (Akhmad Sodiq) selaku Rektor kepada MYN ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri,” kata Taufik.

KPK menyebut Mulyono kemudian menerima uang dari sejumlah pihak hingga Rp680 juta. Dana tersebut diduga dikelola untuk kepentingan Sodiq.

Yang menjadi perhatian, uang tersebut disebut tidak berhenti sebagai dana tunai. KPK menduga Sodiq memerintahkan Mulyono menggunakan uang tersebut untuk membeli tiga bidang tanah. Ketiga aset itu kemudian diatasnamakan Mulyono, bukan Sodiq.

“Jadi, uang-uang yang didapatkan oleh MYN itu digunakan atas perintah ASO untuk membelikan aset berupa tanah,” kata Taufik.

Jika seluruh konstruksi KPK tersebut digambarkan sebagai sebuah alur, maka dugaan praktiknya melibatkan beberapa lapisan: kewenangan berada di tingkat rektor, pengaturan penerimaan diduga melibatkan pejabat akademik dan wakil rektor, komunikasi uang dilakukan melalui perantara, sementara sebagian hasilnya diduga dialihkan melalui proyek dan pembelian aset.

KPK kemudian menetapkan keenamnya sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Seluruh dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum dan harus dibuktikan melalui persidangan. 

Namun, kasus ini memperlihatkan bagaimana kewenangan dalam penerimaan mahasiswa baru menjadi titik krusial yang diduga dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan pribadi. (udn)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ayah Mutilasi Anak Disabilitas di Marauke, Polisi Bocorkan Fakta Mencengangkan hingga Motifnya

Ayah Mutilasi Anak Disabilitas di Marauke, Polisi Bocorkan Fakta Mencengangkan hingga Motifnya

Medsos ramai dengan kabar seorang ayah berinisial MRP alias Maulana di Marauke, Papua Selatan diduga tega habisi nyawa anak kandung disabilitas berinisial JRR
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tidak saling menyalahkan terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Nasib Finansial Zodiak Taurus 24 Agustus 2026: Rezeki Nomplok dari Jalur Tak Terduga atau Pengeluaran Bertambah?

Nasib Finansial Zodiak Taurus 24 Agustus 2026: Rezeki Nomplok dari Jalur Tak Terduga atau Pengeluaran Bertambah?

Penasaran bagaimana nasib keuangan Anda sebagai pemilik zodiak Gemini pada esok hari? Simak ramalan keuangan Gemini pada tanggal 24 Agustus 2026 di bawah ini.
48 Tim Berebut Hadiah Rp10 Juta di YSW Merdeka Cup 2026, Truf Jadi Ajang Seru Rayakan Kemerdekaan

48 Tim Berebut Hadiah Rp10 Juta di YSW Merdeka Cup 2026, Truf Jadi Ajang Seru Rayakan Kemerdekaan

YSW Merdeka Cup 2026 diikuti 48 tim di GOR Cempaka Putih. Turnamen Truf ini menawarkan hadiah Rp10 juta sekaligus menjadi ajang silaturahmi warga.
Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Kementerian Kehutanan memastikan kebakaran hutan di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
Karhutla Kalimantan Tembus Negara Tetangga, Istana Kerahkan Tiga Batalion dan Heli Water Bombing

Karhutla Kalimantan Tembus Negara Tetangga, Istana Kerahkan Tiga Batalion dan Heli Water Bombing

Mensesneg buka suara soal dampak karhutla di Kalimantan yang mulai dirasakan negara tetangga. Ia menyebut pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk melalui komunikasi dengan negara terdampak.

Trending

Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok Ditemukan Radius 2-3 Kilometer dari Lokasi Penemuan Pertama

Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok Ditemukan Radius 2-3 Kilometer dari Lokasi Penemuan Pertama

Dua bagian kaki korban mutilasi Depok ditemukan dalam radius 2-3 kilometer dari lokasi penemuan pertama. 
Sosok Lylia dan Link Video Kasir Minimarket yang Viral di TikTok, Awas Modus Baru Phishing Bobol Data Pribadi

Sosok Lylia dan Link Video Kasir Minimarket yang Viral di TikTok, Awas Modus Baru Phishing Bobol Data Pribadi

Jagat TikTok tengah dihebohkan oleh perbincangan panas seputar isu narasi video berdurasi tujuh menit yang mengaitkan sosok kasir minimarket dengan nama Lylia -
Profil Chika Yenalovy, Istri Kasespri Prabowo yang Pernikahannya Dihadiri Jokowi, Gelar Prewed Mewah di Prambanan

Profil Chika Yenalovy, Istri Kasespri Prabowo yang Pernikahannya Dihadiri Jokowi, Gelar Prewed Mewah di Prambanan

Kedua tokoh tersebut disebut menjadi saksi dalam pernikahan Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 24 Agustus 2026: Aries Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 24 Agustus 2026: Aries Panen Dana Ekstra

Memasuki Senin, 24 Agustus 2026, kondisi finansial sejumlah zodiak diprediksi mengalami perkembangan positif. Apakah kamu salah satunya yang bercuan deras?
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Sejumlah Rekan Artis Beri Dukungan: Ayu Ting Ting hingga Aldi Taher

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Sejumlah Rekan Artis Beri Dukungan: Ayu Ting Ting hingga Aldi Taher

Ruben Onsu jadi tersangka, sejumlah rekan artis beri dukungan: Ayu Ting Ting hingga Aldi Taher.
Airlangga Kahuripan Run Fest 5K 2026 di Sidoarjo, Diikuti Ribuan Peserta dan Libatkan 60 UMKM

Airlangga Kahuripan Run Fest 5K 2026 di Sidoarjo, Diikuti Ribuan Peserta dan Libatkan 60 UMKM

Lebih dari 1300 peserta mengikuti Airlangga Kahuripan Run Fest 5K 2026 di kawasan Kahuripan Nirwana, Sidoarjo.
Saatnya Naik Level! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Sukses dalam Pekerjaan Besok 24 Agustus 2026

Saatnya Naik Level! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Sukses dalam Pekerjaan Besok 24 Agustus 2026

Saatnya naik level! Lima zodiak ini diprediksi punya peluang karier menarik, mulai dari tanggung jawab baru hingga pengakuan di tempat kerja besok.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT