News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh, Guru Jadi Pengepul Kursi Unsoed? KPK Bongkar Skema Kursi Maba Unsoed Rp50 Juta hingga Rp500 Juta

KPK mengungkap dugaan peran seorang guru sebagai pengepul kursi mahasiswa baru Unsoed. Harga kursi jalur mandiri disebut Rp50 juta hingga Rp500 juta. Begini
Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:58 WIB
Waduh, Guru Jadi Pengepul Kursi Unsoed KPK Bongkar Skema Kursi Maba Unsoed Rp50 Juta hingga Rp500 Juta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa/pri

tvOnenews.com - Impian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang selama ini diperjuangkan siswa melalui nilai dan ujian diduga memiliki jalur gelap di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penawaran “kursi” mahasiswa baru melalui jalur mandiri dengan tarif fantastis, mulai Rp50 juta hingga Rp500 juta per orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang membuat pengungkapan ini semakin mengejutkan, salah satu mata rantai dalam dugaan praktik tersebut disebut berasal dari lingkungan sekolah. 

KPK menemukan adanya seorang guru yang diduga bertindak sebagai pengepul atau koordinator sejumlah siswa SMA, kemudian berkomunikasi dengan pihak kampus untuk membicarakan kuota dan harga calon mahasiswa.

Nama guru tersebut muncul ketika penyidik menelusuri komunikasi antara pihak sekolah dan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto. 

Percakapan melalui WhatsApp diduga memperlihatkan adanya tawar-menawar mengenai jumlah kursi dan harga per calon mahasiswa. Temuan ini menjadi bagian dari konstruksi perkara korupsi penerimaan mahasiswa baru yang menyeret Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan lima tersangka lainnya.

Guru Diduga Jadi Pengepul, Kursi Ditawarkan Rp50-500 Juta

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan bahwa penyidik menemukan kelompok siswa dari sebuah SMA yang dikoordinasikan oleh seorang guru.

"Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8) malam.

OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, KPK Ungkap Dugaan Uang Rp680 Juta hingga Pembelian 3 Bidang Tanah
OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, KPK Ungkap Dugaan Uang Rp680 Juta hingga Pembelian 3 Bidang Tanah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa/pri.

Guru tersebut kemudian diduga berkomunikasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto. Dari komunikasi yang ditemukan penyidik, pembicaraan tidak hanya mengenai calon mahasiswa, tetapi juga menyangkut jumlah kuota dan harga yang harus dibayarkan.

"Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa," ungkap Taufik.

Dari percakapan tersebut, KPK menemukan dugaan penetapan harga “kursi” mahasiswa baru. Nilainya disebut sangat bervariasi, tergantung calon mahasiswa dan posisi yang ditawarkan.

"Paling tinggi itu Rp500 juta sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala," ujar Taufik.

Temuan tersebut menggambarkan adanya dugaan mekanisme perantara di luar jalur resmi penerimaan mahasiswa. Guru diduga menjadi penghubung sejumlah siswa, sementara komunikasi mengenai kuota dan nominal dilakukan dengan pihak yang berada di lingkungan akademik Unsoed.

Tiga Skema Dugaan Korupsi Penerimaan Maba

Temuan mengenai guru tersebut merupakan salah satu bagian dari dugaan praktik korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed. KPK sebelumnya mengungkap sedikitnya tiga klaster dugaan penyimpangan selama proses penerimaan mahasiswa jalur mandiri 2025-2026.

Skema pertama berkaitan dengan Fakultas Kedokteran. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo diduga meminta Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa melalui dua pihak swasta, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto.

"Keduanya selaku pihak swasta diduga meminta sejumlah uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta untuk satu mahasiswa," kata Taufik.

Namun, calon mahasiswa tersebut tetap dinyatakan tidak lulus. Persoalan kemudian berkembang ketika orang tua meminta uang dikembalikan.

KPK menduga pengembalian dana tersebut dikaitkan dengan tiga proyek di lingkungan Unsoed. Perusahaan milik Mulyono, keponakan Akhmad Sodiq, disebut mengerjakan proyek pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung. Pembayaran proyek kemudian diduga dialihkan untuk melunasi pinjaman Rp650 juta kepada pihak swasta.

Skema lainnya berkaitan dengan Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto. KPK menduga Eko berkomunikasi dengan pengepul calon mahasiswa dan menerima uang. Setelah itu, Eko disebut melaporkan penerimaan tersebut kepada Akhmad Sodiq.

Mengenal Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK dalam Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru
Mengenal Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK dalam Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru
Sumber :
  • Dok Unsoed

Rektor dan Lima Orang Jadi Tersangka

Dalam klaster lain, KPK menduga Akhmad Sodiq memberikan akses *user ID* miliknya kepada Eko untuk memberikan persetujuan terhadap calon mahasiswa yang telah menyerahkan uang.

KPK juga menyebut Sodiq memberikan arahan kepada keponakannya, Mulyono alias Nono, terkait penerimaan uang dalam jalur mandiri. Uang yang diterima Mulyono selama 2025-2026 disebut mencapai Rp680 juta dan diduga digunakan untuk membeli tiga bidang tanah atas arahan Sodiq.

Rangkaian tersebut kemudian membawa KPK pada penetapan enam tersangka. Mereka adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, Mulyono selaku keponakan Sodiq, serta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto sebagai pihak swasta. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno yang turut diamankan dalam OTT tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Secara hukum, dugaan penerimaan uang untuk memengaruhi proses penerimaan mahasiswa dapat masuk dalam tindak pidana korupsi apabila unsur pasalnya terpenuhi. 

KPK menyebut para tersangka dalam perkara ini dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto **Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasus ini menjadi sorotan karena proses masuk perguruan tinggi seharusnya ditentukan berdasarkan mekanisme seleksi yang transparan dan adil. 

Jika dugaan jual beli kursi tersebut terbukti di pengadilan, maka praktik itu bukan hanya merugikan calon mahasiswa yang mengikuti seleksi secara jujur, tetapi juga mempertanyakan integritas tata kelola penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri. (udn)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Gen Z semakin mudah mengakses layanan keuangan digital, tetapi literasi asuransi masih rendah. Ini pentingnya edukasi finansial bagi mahasiswa sejak dini.
Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review film Bapak Paling Jujur, drama komedi Fajar Nugros tentang calon gubernur yang tak bisa berbohong dan kehilangan filter dalam berbicara. Bagaimana
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan

Trending

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan investor bahwa Indonesia tidak akan kolaps. Pemerintah kini mendorong investasi yang membawa inovasi, teknologi, dan
Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan jadi korban aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan barisan mahasiswa senior.
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista mengungkapkan rencana serius untuk menetap di Madinah, Arab Saudi. Tak sekadar wacana, ia bahkan telah melakukan survei vila mewah dekat.
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT