News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Bansos Warga Blora Mendadak Amblas Usai Terindikasi Judi Online

Ada ribuan warga Blora untuk menyambung hidup dari bantuan pemerintah mendadak kandas. Sebanyak 6.250 warga terpaksa gigit jari setelah hak mereka sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) resmi dicabut akibat terdeteksi indikasi transaksi judi online (judol).
Rabu, 2 September 2026 - 20:59 WIB
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, Rabu (02/9/2026)
Sumber :
  • Tim tvOne - Agung Wibowo

Blora, tvOnenews. com - Ada ribuan warga Blora untuk menyambung hidup dari bantuan pemerintah mendadak kandas. Sebanyak 6.250 warga terpaksa gigit jari setelah hak mereka sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) resmi dicabut akibat terdeteksi indikasi transaksi judi online (judol).

Pencabutan ini berdampak langsung pada berbagai program perlindungan sosial vital, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Tak heran, keputusasaan menyelimuti warga yang sejatinya sangat bergantung pada bantuan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, membeberkan bahwa pembekuan ini murni berpatokan pada data sistem yang mengindikasikan adanya aktivitas judol.

Namun, ia meluruskan bahwa tidak semua warga yang terdampak merupakan pemain aktif. Ada korban yang identitas atau nomor rekeningnya disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Menanggapi kepanikan warga, Dinsos P3A Blora menegaskan bahwa pencabutan ini tidak bersifat permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah daerah bersama operator desa kini membuka pintu pendampingan bagi warga yang merasa tidak bersalah untuk mengajukan proses sanggah.

"Kalau memang warga benar-benar membutuhkan dan bansosnya terhenti, kita bantu ajukan sanggahan. Pihak desa akan menandatangani berkas sanggahan, lalu dinas di tingkat kabupaten memberi approval untuk diusulkan kembali ke pusat," terang Luluk, Rabu (02/9/2026)

Setelah berkas verified di tingkat kabupaten, usulan tersebut akan diteruskan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial untuk pemulihan hak.

Salah satu penanganan konkret telah dilakukan pada kasus warga di Desa Tambahrejo. Warga tersebut telah melengkapi berkas sanggahan,

Berita Acara (BA), hingga bukti resmi penutupan rekening yang disalahgunakan. Berkasnya kini sudah diteruskan ke Kemensos agar hak bansosnya segera aktif kembali.

Luluk mengimbau agar masyarakat makin bijak dan ekstra hati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama nomor rekening penerima bantuan.

"Jangan sampai rekening bansos dipakai untuk transaksi judi online. Bagi warga yang terdampak namun masih memenuhi kriteria penerima, jangan khawatir. Segera koordinasi dengan operator desa atau datang langsung ke Dinsos," pungkasnya. (agw/buz)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

Ajang Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia (PB AI) resmi dimulai pada hari ini, Selasa 3 November.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 mundur 11 bulan. PSSI kini punya waktu untuk mengincar lima pemain keturunan yang berkarier di Eropa demi memperkuat Timnas Indonesia pada 2027.
Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT