Link Video CCTV 21 Detik Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Tersebar, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pornografi Lebih Parah dari Narkoba
- Istimewa
tvOnenews.com - Dunia pendidikan nasional kembali digemparkan oleh skandal moral yang melibatkan aparat pendidik.
Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya rekaman video CCTV berdurasi 21 detik yang memperlihatkan tindakan tak senonoh antara seorang oknum kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Kejadian yang mencoreng nilai-nilai keagamaan dan etika profesi ini langsung memicu keprihatinan luas serta sorotan tajam dari berbagai lapisan masyarakat.
- Dibuat oleh Gemini AI
Peristiwa asusila tersebut diperkirakan terjadi pada awal Agustus 2026 di lingkungan salah satu SD di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Tersebar luasnya video tersebut bermula dari kecurigaan rekan-rekan kerja pelaku yang sudah lama mencium adanya hubungan terlarang di antara keduanya.
Sebab gelagat yang makin vulgar, rekan kerja secara inisiatif memasang kamera CCTV tersembunyi (bukan fasilitas milik sekolah), hingga akhirnya berhasil mengabadikan tindakan tidak terpuji tersebut. Rekaman itu kemudian bocor dan viral di jejaring sosial.
Menanggapi insiden tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan bergerak cepat dengan mencopot oknum kepala sekolah dan menariknya ke dinas, sementara oknum guru berstatus ASN dipindahkan ke lokasi tugas yang jauh.
- Istimewa
Di tengah hebohnya pemberitaan ini, muncul fenomena yang memprihatinkan di mana tidak sedikit netizen justru sibuk mencari keberadaan video full tersebut.
Di pelbagai platform media sosial, seperti X hingga Telegram bertebaran akun-akun yang sengaja membagikan atau mempromosikan link video mesum tersebut demi meraup popularitas. Banyak pengguna internet yang tanpa ragu membagikan ulang link tersebut.
Kebiasaan berburu dan menyebarkan konten pornografi ini mencerminkan minimnya literasi digital serta lemahnya kesadaran akan dampak hukum maupun bahaya moral yang mengintai.
Padahal menurut Ustaz Adi Hidayat perilaku gemar memburu dan menyaksikan konten syahwat ini sejatinya amat berbahaya bagi jiwa dan akal.
Dalam potongan tayangan ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat secara tegas mengingatkan bahwa kecanduan pornografi jauh lebih berbahaya ketimbang narkoba.
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Ia memaparkan, bahwa tayangan maksiat yang masuk melalui penglihatan akan merusak fungsi otak dan memicu adiksi kuat yang sulit dihilangkan.
"Saya punya kawan, dia alumni dari Kanada di jurusan untuk syaraf. Kita diskusi, ternyata selain narkoba sekarang ini yang paling bahaya itu pornografi," ujar Ustaz Adi Hidayat, seperti dikutip dari YouTube Motivasi Islam, Minggu (6/9/2026).
"Begitu seseorang menggunakan fungsi pandangannya untuk melihat tayangan seperti itu (pornografi), langsung merusak ke fungsi otaknya."
"Dia masuk, menginfeksi kadang-kadang candunya lebih besar daripada narkoba," jelasnya.
Untuk melepaskan diri dari maksiat ini, Islam mengajarkan pilar taubat sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 17-18.
Ustaz Adi Hidayat menuturkan bahwa taubat berarti kembali pada nilai kebaikan dengan mengakui kesalahan, menyesalinya sungguh-sungguh, dan meninggalkan perbuatan buruk tersebut.
Langkah utamanya adalah memalingkan pandangan dari hal haram serta membiasakan diri melihat hal-hal yang halal, sehingga jiwa dan pikiran secara alami akan merasa alergi terhadap perbuatan maksiat.
"Apa yang harus dilakukan? Tinggalkan itu, jauhi, taubat. Akui salah, sesali itu, kemudian tinggalkan, dan cara meninggalkannya ganti dengan yang baik-baik, lihat yang baik-baik."
"Kalau orang terbiasa melihat yang halal, maka yang haram akan alergi," sambungnya.
(ism)
Load more