Orang Tua yang Tinggalkan Anak Balita di Tenda Gunung Prau Akhirnya Minta Maaf
- Instagram @ranger_prau/@leerotbakr
tvOnenews.com — Permintaan maaf disampaikan oleh orang tua yang diduga tinggalkan anak balitanya di tenda untuk mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah.
Peristiwa ini terjadi setelah video yang menampilkan sang anak tengah menangis karena ditinggal orang tuanya di basecamp Gunung Prau viral di media sosial.
Jagat pendakian dibuat geger dengan sebuah video viral yang menunjukkan seorang anak balita laki-laki menangis histeris di dalam tenda Gunung Prau, Kamis (15/10/2026).
Menurut keterangan dari Instagram @leerotbakr, anak balita tersebut diduga ditinggal oleh kedua orang tuanya yang hendak melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Prau.
Karena sang anak tertidur, keduanya memilih tinggalkan balita itu di dalam tenda. Ada kabar yang menyebut jika mereka telah menitipkan buah hatinya ke tenda sebelah.
Namun, tenda sebelah yang kabarnya merupakan teman dari orang tua balita tadi malah tertidur. Sang anak lalu bangun dan mencari ayah ibunya.
Pendaki di sekitar pos berkemah lalu mendengar suara tangis dari si balita tadi. Kurang lebih 1,5 jam mereka menemani si anak itu sampai kedua orang tuanya kembali.
Permintaan Maaf
Video tangisan balita tersebut lantas viral di kalangan pecinta alam. Mereka mengecam sikap egoisme yang ditunjukkan orang tua terhadap anak demi view puncak gunung.
Bahkan karena ramai dapat hujatan, orang tua balita itu diduga hendak membawa masalah ini ke pihak berwajib bagi pihak yang tak menghapus video tersebut.
Namun bukannya dapat simpati, orang tua balita itu malah mendapat kecaman yang kian meluas. Seruan untuk blacklist dari gunung di Indonesia juga menggema.
Enggan masalah semakin berlarut, ayah balita tersebut memberikan video klarifikasi. Pada kesempatan itu, ia juga meminta maaf atas kelalaian menjaga anak.
Melansir dari @ranger_prau, ayah dari si balita tersebut datang ke pos pendakian Gunung Prau sebelum membuat video permintaan maaf.
- Instagram @ranger_prau/@leerotbakr
Dalam momen itu, orang tua tersebut meminta agar para pihak yang menyebarkan video sang balita menangis untuk dihapus atau takedown.
“Saya selaku orang tua di video tersebut ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya. Ini jadi pembelajaran buat saya untuk menjaga anak-anak saya dengan lebih baik lagi," kata @ranger_prau, Sabtu (17/10/2026).
“Dan saya ucapkan terima kasih kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya. Dengan kejadian ini menjadi teguran saya selaku orang tua,“ bebernya.
“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,“ ungkap ayah si balita.
Load more