Ini Alasan Polisi Belum Lakukan Pemeriksaan Kejiwaan Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi belum melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap anak yang mengaku memutilasi hingga merebus ayahnya di Brebes, Jawa Tengah.
Sebelumnya diberitakan, kasus mutilasi ini terbongkar saat HS (24) mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (16/10/2026) malam.
Di Mapolsek Kersana, HS (24) mengaku bahwa dirinya telah membunuh ayah kandungnya, yakni W (50).
Akan tetapi, peristiwa ini terjadi beberapa bulan lalu, yakni Juli 2026.
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Kanit Reskrim Polsek Kersana Aiptu Heri Sukamto mengatakan pemeriksaan kejiwaan terhadap HS belum dilakukan lantaran dia selalu konsisten saat memberikan keterangan.
"Kalau tes kejiwaan itu belum dilakukan. Kami yang memeriksa sejak awal melihat apa yang disampaikan HS selalu konsisten," katanya, Selasa (20/10/2026).
Heri menyebut jawaban HS selalu sama meskipun pertanyaan yang diajukan berulang misalnya soal barang bukti atau tempat kejadian perkara (TKP).
Kronologi Anak Diduga Mutilasi Ayah di Brebes
Kapolres Brebes Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Ali Akbar memaparkan kronologi kasus anak diduga mutilasi ayahnya.
Pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, terduga pelaku mendatangi Polsek Kersana untuk mengakui perbuatannya.
Berdasarkan pengakuan HS, peristiwa itu terjadi pada akhir Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di rumah korban di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.
W disebut sedang tidur di dalam kamar saat peristiwa terjadi. Melihat W tertidur, HS masuk ke kamar dan menggorok leher korban menggunakan pisau dapur. Setelah itu, tubuh korban dimutilasi menjadi beberapa bagian.
Lalu, HS membawa potongan-potongan tersebut ke rumah terduga pelaku. Dia memisahkan daging dari potongan tubuh korban di lokasi tersebut.
"Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, potongan daging korban dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Bulakamba. Sementara itu, tulang-belulang korban dibakar di belakang rumah terduga pelaku," ungkapnya. (nsi)
Load more