News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?

Video atlet pencak silat kejang setelah dibanting di Porprov Jateng 2026 viral. Simak penjelasan KONI, tim medis, dan pentingnya penanganan cedera kepala.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:00 WIB
Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram beritasemaranghariini

tvOnenews.com - Sebuah video pertandingan pencak silat di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 viral dan menjadi sorotan setelah memperlihatkan seorang atlet mengalami kejang usai dibanting lawannya. 

Rekaman yang beredar di media sosial itu memunculkan kekhawatiran, terutama karena atlet tersebut terlihat tidak mampu berdiri, sementara wasit melakukan penghitungan sebelum tim medis memberikan pertolongan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tersebut mengundang pertanyaan tentang prosedur keselamatan dalam olahraga kontak fisik. Ketika seorang atlet terjatuh dengan benturan di kepala dan kemudian mengalami kejang, setiap detik penanganan menjadi perhatian. 

Publik pun mempertanyakan alasan pertandingan tidak langsung dihentikan sepenuhnya untuk memberikan pertolongan medis.

Namun, potongan video yang beredar belum cukup untuk menjelaskan keseluruhan prosedur di arena ataupun kondisi kesehatan atlet. Penilaian mengenai tindakan wasit, kewenangan dokter pertandingan, dan penanganan cedera perlu merujuk pada keterangan pihak terkait. 

Di sisi lain, insiden ini menjadi pengingat bahwa benturan kepala dalam olahraga tidak boleh dianggap sepele, terlebih ketika disertai gejala neurologis seperti kejang.

Kronologi Atlet Silat Kejang Setelah Dibanting di Porprov Jateng

Video yang diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini memperlihatkan pertandingan antara atlet dari sudut merah dan sudut biru.

Dalam rekaman tersebut, atlet sudut biru melancarkan tendangan yang kemudian ditangkap oleh lawannya. Atlet sudut merah lalu melakukan bantingan hingga pesilat sudut biru terjatuh ke matras.

Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Pencak SIlat

Setelah kejadian itu, wasit mendatangi kedua atlet dan meminta pesilat sudut merah menjauh. Wasit kemudian melakukan penghitungan, sementara atlet sudut biru terlihat tidak dapat berdiri dan mengalami kejang. Setelah hitungan selesai, tim medis dipanggil untuk memberikan pertolongan. 

Atlet tersebut kemudian ditandu keluar dari arena. Takarir unggahan Instagram @beritasemaranghariini, yang dilansir pada Jumat (30/10/26), turut mempertanyakan prosedur penghitungan tersebut dan menyoroti pentingnya penanganan cepat ketika atlet mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.

Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa insiden itu berlangsung pada Selasa (27/10/2026), dalam pertandingan perempat final pencak silat kelas D putra. Laga tersebut mempertemukan Ginting, atlet asal Kota Surakarta, dengan Kukuh Angga W dari Kabupaten Blora.

Berdasarkan keterangan technical delegate pencak silat, Ginting melakukan teknik serang bela berupa bantingan terhadap Kukuh.

"Pertandingan pada babak perempat final kelas D Putra antara Ginting melawan Kukuh Angga W terjadi teknik serang bela atau bantingan dan dihentikan wasit," jelas Sujarwanto.

Menurut penjelasan tersebut, wasit menghentikan pertandingan setelah kejadian itu. Namun, mekanisme penghitungan sebelum pertolongan medis diberikan kemudian menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian publik.

Penjelasan KONI dan Tim Medis soal Prosedur Penanganan

Sujarwanto menerangkan bahwa wasit melakukan penghitungan sampai sepuluh karena kejadian tersebut dinilai bukan pelanggaran berdasarkan peraturan pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Setelah hitungan selesai, tenaga medis memberikan pertolongan pertama kepada Kukuh.

"Karena bukan pelanggaran, di dalam peraturan pertandingan IPSI, harus dihitung sampai sepuluh baru setelah itu medis melakukan pertolongan pertama pada cedera atlet tersebut," bebernya.

Penjelasan tersebut menggambarkan dasar prosedural yang disampaikan pihak KONI. Meski demikian, penerapan aturan pertandingan dan kebutuhan pertolongan medis merupakan dua hal yang perlu dipahami secara cermat, terutama ketika atlet menunjukkan gejala yang berpotensi menandakan kondisi darurat.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, mengatakan kejang yang dialami Kukuh berkaitan dengan benturan kepala yang memengaruhi aktivitas listrik otak.

"Akibat benturan kepala sehingga memengaruhi aktivitas listrik otak pada atlet tersebut sehingga mengalami kejang-kejang. Ini merupakan gangguan neurologis," kata Elhamangto dalam konferensi pers di lobi kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026).

Elhamangto menyebut evaluasi terhadap durasi kejang dan pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan kondisi atlet tidak memperlihatkan gangguan serius. Ia juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak termasuk stroke. 

Meski begitu, penilaian itu tidak berarti semua kejang setelah benturan kepala dapat dianggap ringan. Terkait penghentian pertandingan, Elhamangto menjelaskan bahwa keputusan berada dalam kewenangan dokter pertandingan sesuai ketentuan masing-masing cabang olahraga.

"Kalau menurut kedokteran, apabila ada tanda-tanda mengancam jiwa atau kegawatdaruratan yang mengancam jiwa, tentu harus segera dilakukan tindakan penyelamatan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tim kesehatan bertugas memberikan penanganan setelah mendapat sinyal dari dokter pertandingan.

"Dalam pertandingan tersebut juga ada dokter pertandingan. Jadi pada setiap pertandingan yang mempunyai risiko body contact memang di situ nanti yang memutuskan adalah dokter pertandingan. Kami tim medis hanya melaksanakan tugas setelah diberikan sinyal oleh teman-teman dokter pertandingan," jelasnya.

Mengapa Kejang Setelah Benturan Kepala Tidak Boleh Diabaikan?

Dalam olahraga dengan kontak fisik, benturan kepala dapat menimbulkan cedera yang tingkat keparahannya tidak selalu terlihat dari luar. Kejang setelah benturan merupakan gejala yang memerlukan evaluasi medis segera. 

Kondisi seseorang tidak cukup dinilai hanya dari kesadaran sesaat atau penampilan fisiknya setelah kejadian.

Pertolongan awal perlu mengutamakan keselamatan atlet, termasuk memastikan lingkungan sekitar aman, tidak menahan gerakan kejang secara paksa, dan tidak memasukkan benda ke mulut. 

Atlet juga tidak seharusnya langsung dibangunkan untuk melanjutkan pertandingan. Penilaian tenaga medis diperlukan untuk menentukan pemeriksaan dan pemantauan berikutnya.

Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram beritasemaranghariini

Dalam kasus Kukuh, Sujarwanto mengatakan atlet tersebut dibawa ke Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan perawatan. Ia juga menjenguk Kukuh pada Rabu (28/10/2026).

"Atlet tersebut dalam perawatan di Rumah Sakit Primaya. Saat kemarin saya besuk, kondisi sudah sehat dan kami meminta tetap diobservasi," ucapnya.

Sujarwanto kemudian menyampaikan bahwa Kukuh telah diizinkan pulang pada Kamis siang (29/10/2026).

"Siang ini sudah diizinkan pulang dari RS," pungkasnya.

Perkembangan kondisi Kukuh menjadi kabar penting setelah video insiden tersebut menyebar luas. Namun, kepulangannya dari rumah sakit tidak menghapus pentingnya evaluasi terhadap prosedur keselamatan dalam pertandingan.

Insiden ini memperlihatkan bahwa keselamatan atlet bukan hanya bergantung pada aturan teknis pertandingan, tetapi juga pada koordinasi antara wasit, dokter pertandingan, dan tim medis. Ketika muncul tanda yang berpotensi mengancam keselamatan, penilaian medis harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah selanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penjelasan KONI dan tim kesehatan memberikan gambaran mengenai prosedur yang diterapkan serta kondisi Kukuh setelah kejadian. 

Sementara itu, pertanyaan publik tentang respons di arena menegaskan pentingnya memastikan setiap pihak memahami kewenangan dan protokol darurat. Dalam olahraga kontak fisik, kemenangan dan kelancaran kompetisi tetap harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan atlet. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Shalat Dhuha Jangan Dianggap Sepele, Ustaz Khalid Basalamah Sebut Membuka Pintu Keberkahan

Shalat Dhuha Jangan Dianggap Sepele, Ustaz Khalid Basalamah Sebut Membuka Pintu Keberkahan

Shalat dhuha juga menjadi salah satu sebab turunnya ampunan atas dosa-dosa, selama dikerjakan secara istiqamah dan berkesinambungan.
Jadwal Hylo Open 2026 Hari Ini: 4 Wakil Indonesia Bertahan Unjuk Gigi di Perempat Final, Jonathan Christie Lawan Unggulan Jepang

Jadwal Hylo Open 2026 Hari Ini: 4 Wakil Indonesia Bertahan Unjuk Gigi di Perempat Final, Jonathan Christie Lawan Unggulan Jepang

Babak perempat final Hylo Open 2026 akan digelar di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Jumat (30/10/2026) dengan penampilan empat wakil Indonesia.
Bertemu dengan Sosok Ibnu Agung 'Polisi Anak', Sule Ungkap Alasan Tegur Nathalie Holscher usai Prank Anaknya

Bertemu dengan Sosok Ibnu Agung 'Polisi Anak', Sule Ungkap Alasan Tegur Nathalie Holscher usai Prank Anaknya

Komedian Sule bertemu dengan sosok Ibnu Agung, konten kreator pemilik akun "Polisi Anak 84". Ia menilai teguran ke Nathalie Holscher bentuk kekhawatirannya.
Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Dengan format baru di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026, seluruh peserta akan mendapatkan finalnya masing-masing untuk mendapatkan posisi terbaik mereka di kompetisi. 
Jadwal KRL Hari Ini 30 Oktober 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Cek Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 30 Oktober 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Cek Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 30 Oktober 2026 rute Jakarta International Stadium (JIS)-Jakarta Kota. Ada sejumlah perjalanan untuk rute KRL yang tergolong baru ini. 
10 Ucapan Selamat Hari Keuangan Nasional 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Keuangan Nasional 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat Hari Keuangan Nasional 2026, cocok untuk caption media sosial.

Trending

Waspada, 33 Negara Imbau Warga Simpan Makanan dan Obat, Benarkah Dunia Bersiap Menghadapi Perang?

Waspada, 33 Negara Imbau Warga Simpan Makanan dan Obat, Benarkah Dunia Bersiap Menghadapi Perang?

Sebanyak 33 negara memiliki panduan persediaan darurat berupa makanan, air, dan obat-obatan. Apa alasan di balik imbauan tersebut dan apa yang perlu disiapkan?
Media Korea Soroti Megawati Hangestri, Duet Megatron dan Kim Da-in Dinantikan

Media Korea Soroti Megawati Hangestri, Duet Megatron dan Kim Da-in Dinantikan

Media Korea Selatan menyoroti kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea V-League 2026–2027. Pemain berjuluk Megatron itu memperkuat Hyundai Hillstate.
Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 Catat Perputaran Transaksi Capai Rp6 Miliar Dalam Sehari, Ratusan UMKM Terlibat

Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 Catat Perputaran Transaksi Capai Rp6 Miliar Dalam Sehari, Ratusan UMKM Terlibat

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 diklaim dihadiri  10 ribu orang dari tujuh provinsi yang berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 kemarin.
Dalami Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor: KPK Periksa Bupati Rudy Susmanto Sebagai Saksi

Dalami Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor: KPK Periksa Bupati Rudy Susmanto Sebagai Saksi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Bogor, Rudy Susmanto. 
Hasil Hylo Open 2026: Susah Payah Taklukkan Wakil Jepang, Jonatan Christie Berhasil Amankan Satu Tiket Perempat Final

Hasil Hylo Open 2026: Susah Payah Taklukkan Wakil Jepang, Jonatan Christie Berhasil Amankan Satu Tiket Perempat Final

Hasil Hylo Open 2026 dari sektor tunggal putra laga yang mempertemukan wakil Indonesia, Jonatan Christie vs Minoru Koga dari Jepang.
Pakai Hercules, TNI AU 'Ciptakan' Hujan untuk Melawan Karhutla di Sumsel

Pakai Hercules, TNI AU 'Ciptakan' Hujan untuk Melawan Karhutla di Sumsel

Dalam upaya memerangi karhutla di Sumatera Selatan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan langkah taktis dengan menyemai 42 ton garam di langit, Kamis (30/10). 
Mentan Amran Murka, Sebut Pelaku Oplos Beras SPHP Pantas Dihukum Mati

Mentan Amran Murka, Sebut Pelaku Oplos Beras SPHP Pantas Dihukum Mati

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman merespons keras terbongkarnya praktik culas pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jadi premium. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT