GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kata Tetangga Tentang Momen sebelum Kopda Muslimin Ditemukan Tewas, Ada Mobil Merah Mencurigakan

S, salah satu tetangga Mustaqim, orang tua Kopda Muslimin, menceritakan keanehan di pagi hari sebelum warga digemparkan dengan kematian Kopda M di Kec Kendal
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 29 Juli 2022 - 08:32 WIB
Jenazah Kopda Muslimin ketika disholatkan warga
Sumber :
  • Teguh Joko Sutrisno

Kendal, Jawa Tengah - Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya, di Gang Adem Ayem, Kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022).

S, salah satu tetangga Mustaqim, orang tua Kopda Muslimin, menceritakan keanehan di pagi hari sebelum warga digemparkan dengan kematian Kopda M. S mengaku sempat melihat sebuah mobil warna merah terparkir di jalan dekat rumah tersebut. Tapi setelah itu tidak terlihat mobilnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya juga heran, warga sini tidak ada yang punya mobil seperti itu. Dan saat pagi itu tidak ada kejadian mencolok. Tapi sekitar mau jam setengah tujuh itu dengar ada yang nangis-nangis di rumah Pak Mustaqim. Saya kaget ternyata Muslimin meninggal di situ," kata S, tetangga orang tua Muslimin.

Ia menambahkan, dalam seminggu ini di kampungnya sering didatangi aparat baik yang berseragam maupun berbaju biasa. Mereka sesekali menanyakan sesuatu kepada warga. 

"Semenjak kabar Muslimin dicari itu. Kadang petugasnya nongkrong di warung sambil mengawasi. Kadang jalan keliling lalu mampir ke rumah warga, nanya-nanya. Ada yang takut juga, terutama ibu-ibu yang ditanya," ungkapnya.

Sementara tetangga yang lain, Suminah, tidak sempat melihat Muslimin datang. Tapi saat ia belanja di warung sayur di depan rumah orang tua Muslimin, tiba-tiba ia mendengar suara nangis-nangis dari dalam rumah itu.

"Iya, kaget. Terus pada nanya, ternyata Muslimin datang lalu meninggal," kata Suminah.

Kopda Muslimin meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Kamis (28/7/2022) pagi kemarin, atau sepuluh hari setelah ia kabur. Sebelum meregang nyawa, pria yang menjadi dalang di balik perencanaan percobaan pembunuhan istrinya sendiri, Rina Wulandari. Jenazah Kopda Muslimin kemudian diautopsi di RS Bhayangkara, Semarang. Dugaan sementara penyebab kematiannya adalah akibat minum racun.

Sebelumnya, menurut penuturan orang tua Muslimin yaitu Mustaqim, seperti yang diutarakan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, bahwa Muslimin datang ke rumah orang tuanya di Jalan Adem Ayem, Kelurahan Trompo, Kendal, pada sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu begitu ia masuk, langsung meminta maaf kepada orangtuanya atas apa yang ia perbuat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia datang lalu minta maaf ke orang tuanya. Lantas Pak Mustaqim orang tuanya itu menyarankan Muslimin untuk menyerah," kata Kapolda.

Setelah diberi nasihat, Muslimin muntah-muntah. Lalu masuk kamar untuk istirahat sebentar. Tapi beberapa saat kemudian ia diketahui meninggal. (tjs/act)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

AC Milan mulai serius menyiapkan proyek jangka panjang di masa depan. Salah satu nama yang mendapat perhatian besar manajemen Rossoneri adalah Alphadjo Cisse.
Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, optimistis skuad Garuda mampu lolos dari fase grup Piala Asia 2027 meski tergabung bersama lawan-lawan berat.
‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda.
Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Gerakan gotong royong di era modern mulai bergeser maknanya. Namun, sebuah inisiatif unik muncul dari sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gotong Royong Indonesia.
Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT