News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satgassus Mabes Polri Temukan Potensi Penerima BLTD Ganda di Kebumen

Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri temukan adanya penerima BLTD ganda di Kabupaten Kebumen karena belum sinkronnya data penerima
Kamis, 22 September 2022 - 18:46 WIB
Satgassus Mabes Polri Temukan Potensi Penerima BLTD Ganda di Kebumen
Sumber :
  • Tvonenews.com/Wahyu Kurniawan

Jawa Tengah - Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri menemukan indikasi adanya penerima bantuan langsung tunai desa (BLTD) ganda di Kabupaten Kebumen karena belum sinkronnya data penerima.

Tim BLTD Satgassus TPK Pencegahan Mabes Polri telah selesai melakukan monitoring terhadap sistem penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kebumen selama tiga hari. Ada tiga kecamatan yang di kunjungi, yakni Adimulyo, Sadang, dan Kebumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Tim Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri, Budi Agung Nugroho mengatakan masih ditemukan keluarga penerima manfaat (KPM) ganda dalam menerima bansos. 

Ditemukan juga beberapa masyarakat miskin justru tidak mendapatkan bantuan. Hal tersebut dikarenakan data KPM masih mengacu dari data DTKS di Kemensos.

"Di beberapa desa di kecamatan yang kita jumpai masih ada yang seperti itu, masih banyak yang dobel penerimaan bansosnya, tapi ada juga masyarakat miskin yang seharusnya dapat bansos, tetapi tidak dapat," jelas Agung kepada wartawan saat di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis (22/9/2022) 

Dari hasil monitoring selama tiga hari di 31 desa, tim melakukan pendataan dan pemilihan keluarga penerima manfaat (KPM). Menentukan kriteria KPM yang akan menerima BLTD berdasarkan klasifikasi, dan menentukan prioritas KPM yang berhak menerima bantuan pemerintah tersebut.
 
Mantan penyidik senior KPK ini menyatakan, dari hasil monitoring tersebut penyaluran bansos di Kebumen masih tergolong baik. Namun juga ada beberapa catatan yang perlu dilakukan pembenahan agar Bansos dari segala jenis yang disalurkan pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

"Kalau BLTD kan desa tahu mana warganya yang memang layak mendapat bantuan karena kriteria penentuannya ada di desa. Sementara DTKS dari pusat, sehingga kadang desa atau pemerintah daerah tidak tahu siapa warganya yang mendapat bansos dari pusat," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Catatan lain, Agung menyebut sistem pengawasan Bansos disadari memang masih lemah. Dengan adanya pendamping PKH dan TKSK tidak cukup menjadikan program Bansos berjalan dengan baik. Karena pendamping PKH dan TKSK ini langsung dari pusat, bukan menjadi kewenangan daerah.

"Jadi pengawasannya memang sulit mas, pendamping PKH dan TKSK tidak ada pengawasan, mereka mengelola sendiri dana Bansos dari pusat Sehingga wajar di Kebumen ada ditemukan kasus penyelewengan dana Bansos RTLH atau Rutilahu yang kasusnya sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri," tandasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Atasi Laos dengan Mudah, Timnas Sepak Takraw Putri Indonesia Bungkus Kemenangan di Laga Pertama Asian Games 2026

Atasi Laos dengan Mudah, Timnas Sepak Takraw Putri Indonesia Bungkus Kemenangan di Laga Pertama Asian Games 2026

Timnas Sepak Takraw Putri Indonesia mengawali langkah mereka di Asian Games 2026 nomor women's quadrant Grup B dengan hasil yang positif, Rabu 30 September.
Manchester City Kena Kasus, Thomas Tuchel Bicara Jujur soal Performa Para Pemain The Citizens di Timnas Inggris

Manchester City Kena Kasus, Thomas Tuchel Bicara Jujur soal Performa Para Pemain The Citizens di Timnas Inggris

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, berbicara jujur soal performa para pemain Manchester City yang sedang kena kasus. Marc Guehi dan Elliot Anderson bermain di laga kontra Republik Ceko.
Kenapa Masinis Kereta Argo Bromo Jadi Tersangka? Ini Hukuman hingga Pasalnya Imbas Kecelakaan KRL di Bekasi

Kenapa Masinis Kereta Argo Bromo Jadi Tersangka? Ini Hukuman hingga Pasalnya Imbas Kecelakaan KRL di Bekasi

Masinis kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka. Ada beberapa alasannya sehingga terancam dijerat hukuman sekitar 5-12 tahun penjara.
Syarat Wajib Jika Timnas Indonesia Ingin Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Tentukan Nasib Garuda

Syarat Wajib Jika Timnas Indonesia Ingin Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Tentukan Nasib Garuda

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi kemenangan atas Bangladesh harus dibarengi selisih gol lebih baik dari Malaysia.
Nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Pemain Asing Bisa Main di Turnamen Pramusim?

Nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Pemain Asing Bisa Main di Turnamen Pramusim?

Menilik nasib Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026. Opposite asal Indonesia itu berpeluang debut lebih cepat bersama Hyundai Hillstate.
Jadwal Timnas Indonesia Vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang, Tapi Tiket Final Belum Aman

Jadwal Timnas Indonesia Vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang, Tapi Tiket Final Belum Aman

Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Wajib menang, Garuda masih harus menunggu hasil laga Malaysia vs Singapura

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT