News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga di Pekalongan Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Diduga depresi, tidak kuat menderita sakit menahun, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Jawa Tengah, ditemukan tewas di dalam sumur. 
Selasa, 18 Oktober 2022 - 22:58 WIB
Petugas Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari dalam sumur, Selasa (18/10/2022).
Sumber :
  • Tim tvOne - Edi Mustofa

PekalonganJawa Tengah - Diduga depresi, tidak kuat menderita sakit menahun, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (18/10/2022) ditemukan tewas di dalam sumur rumahnya. 

Sri Yanti (33), warga Dukuh Tunggakwareng, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Jawa Tengah ini ditemukan sudah meninggal dunia di dasar sumur dengan kedalaman 8 meter yang terletak di belakang rumah korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut keterangan Kepala Desa Kebonsari, Retno, menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban yang mengatakan jika korban berada di dalam sumur.

“Korban depresi dan frustasi karena sakit paru-paru menahun.  Pihak keluarga semalem sedianya telah dipamiti, titip dua anaknya yang masih kecil-kecil, tapi gak menyangka korban berbuat senekat itu,” kata Retno.

Menurutnya, korban yang baru pulang dari perawatan rumah sakit dan rencananya hari ini selasa siang (18/10/2022) pukul 12.00 wib, korban seharusnya kontrol ke rumah sakit.

“Pihak keluarga rencananya nanti siang akan kontrol ke rumah sakit. Sebelumnya, tadi malam sempat ngobrol ngobrol dengan pihak keluarga, namun gaya bahasanya kayak pamitan, anak suruh jaga,” lanjutnya. 

Tadi pagi sekitar pukul  07.00 wib, korba  yang masih sempat ngobrol. Dan saat suami korban yang berpamitan untuk pergi kerja, saat itu korban berada di dalam rumah sendirian, sementara orang tua korban dan anaknya berada didepan rumah.

Namun  sekitar pukul 07.30 wib, saat keluarga masuk kedalam rumah, korban tidak ditemukan di dalam rumahnya. Pihak keluarga mencari korban ke rumah-rumah tetangga, namun tidak ditemukan. 

“Akhirnya pihak keluarga mencurigai tempat sumur, karena tutup sumur yang terbuat terbuat dari papan berada di bawah. Karena curiga itulah, akhirnya keluarga meminta tetangga untuk mengecek dan didapati ada tubuh seseorang di dalam sumur dengan kedalaman 8 meter,” imbuhnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mengetahui didalam ada korban, kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak kelurahan dan kemudian diteruskan ke Polsek Karangdadap dan Tim SAR.

Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Pekalongan, Damkar Kota Pekalongan, Polisi dan SAR bumi Santri Kabupaten Pekalongan segera melakukan evakuasi korban dari dalam sumur. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT