GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanah Longsor 16 Hektar di Kabupaten Semarang Ancam Pemukiman, Warga Diminta Waspada

Bencana tanah bergerak yang mengakibatkan longsor seluas 16 hektare di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah membuat masyarakat waspada
Rabu, 26 Oktober 2022 - 00:11 WIB
Kondisi jalan provinsi Ungaran - Demak di Desa Kalongan yang terputus akibat tanah bergerak.
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Semarang, Jawa Tengah - Bencana alam tanah bergerak yang mengakibatkan tanah longsor seluas 16 hektare di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah membuat masyarakat terus waspada jika sewaktu waktu longsor besar kembali terjadi.

Kepala Desa Kalongan Yarmuji mengatakan, ancaman tanah gerak sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Tanah gerak menyebabkan retakan, dan longsor di beberapa titik, termasuk terputusnya jalan provinsi Ungaran - Demak di desa Kalongan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

" Sebenarnya dari dulu tempat tersebut dikenal rawan karena tanahnya yg labil, bahkan beberapa kali terjadi longsoran kecil. Sejak longsor besar terjadi pada bulan Februari 2022, saat ini jalan Ungaran-Demak kami tutup karena membahayakan masyarakat," jelas Yarmuji, Selasa (25/10/2022).

Memasuki musim penghujan saat ini, Yarmuji meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan potensi adanya pergerakan tanah yang berada di dusun Bandungan. Ia meminta bagi warga tinggal di dekat titik longsor untuk selalu kewaspadaan. 

" Kemarin Pak gubernur meninjau kemari dan menyarankan untuk sementara jalan dialihkan melalui jalan alternatif dulu. Untuk kajian geologisnya sudah dari Undip yang menyebutkan itu dalam kategori very deep atau sangat dalam dan luas dengan cakupannya sudah 16 hektare dan panjangnya itu sudah 200 meter dengan kedalaman diatas 50 meter. Jadi itu longsoran yang sangat dalam dan tanahnya sendiri terdiri dari batuan yang sangat rapuh," imbuhnya.

Untuk itu Yarmuji juga menambahkan bahwa saat ini pihak desa juga telah menyiapkan langkah siaga bencana.

" Kami selalu informasikan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana. Karena pergerakan tanah cukup pelan sehingga kita tidak tahu apakah pergerakan tanah ini akan menimbulkan longsor besar atau tidak. Kalau longsoran kecil masih terus terjadi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu salah satu warga desa, Jarwanto mengaku khawatir jika terjadi longsor susulan. Apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang.

" Agak khawatir ada longsor susulan, semoga ada tindak lanjut segera. Saat ini belum ada longsor susulan paling setelah hujan jalannya amblas lagi, dulu waktu yang pertama kali longsor sempat ngungsi di desa sebelah," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rumah Tangga Clara Shinta Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Perselingkuhan Suami hingga Isu Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Rumah Tangga Clara Shinta Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Perselingkuhan Suami hingga Isu Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Rumah tangga Clara Shinta kembali disorot usai dugaan perselingkuhan suami hingga isu dirinya terlihat tanpa hijab di kelab malam Jakarta Selatan.
Warga Jabar Siap Berpesta? Persib Bandung Bisa Jadi Juara pada Pekan Ke-33 Super League Jika Skenario Ini Terjadi

Warga Jabar Siap Berpesta? Persib Bandung Bisa Jadi Juara pada Pekan Ke-33 Super League Jika Skenario Ini Terjadi

Persib Bandung bisa mengunci gelar Super League pekan ini jika menang atas PSM Makassar dan Borneo FC kalah dari Persijap Jepara. Warga Jabar siap berpesta?
Teks Khutbah Jumat 15 Mei 2026 Singkat Jelang Idul Adha: Luruskan Niat dalam Berkurban

Teks Khutbah Jumat 15 Mei 2026 Singkat Jelang Idul Adha: Luruskan Niat dalam Berkurban

Berikut teks khutbah Jumat 15 Mei 2026 singkat jelang Idul Adha 1447 H berjudul "Luruskan Niat dalam Berkurban".
Pakar Perkotaan UI: Perlu Strategi Dekarbonisasi untuk Kurangi Emisi Karbon di Sektor Pelayaran

Pakar Perkotaan UI: Perlu Strategi Dekarbonisasi untuk Kurangi Emisi Karbon di Sektor Pelayaran

Indonesia perlu mengembangkan strategi dekarbonisasi kolaboratif yang melibatkan operator kapal, regulator, dan komunitas maritim secara luas sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon di sektor pelayaran.
Sesama Eks Persija, Terungkap Alasan Marc Klok Beri Bonus pada Adam Alis atas Kemenangan Persib di El Clasico

Sesama Eks Persija, Terungkap Alasan Marc Klok Beri Bonus pada Adam Alis atas Kemenangan Persib di El Clasico

Kemenangan 2-0 Persib atas Persija di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) ini bahkan menjaga asa Maung Bandung untuk menjadi juara Super League 2025-2026. 
Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Dosen, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus

Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Dosen, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar atau UNU Blitar menyita perhatian publik.

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT