News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Orang Kawanan Copet Modus Lempar Petasan di Kerumunan Massa, Diamankan di Mapolsek Kebomas Gresik

Aksi nekat kawanan pencopet dengan modus melemparkan petasan ke arah kerumunan massa untuk mengalihkan perhatian berhasil digagalkan polisi
Selasa, 14 Maret 2023 - 14:45 WIB
Dua orang kawanan copet modus lempar petasan di kerumunan massa, diamankan di Mapolsek Kebomas Gresik.
Sumber :
  • tvOne - imron danu

Gresik, tvOnenews.com - Aksi nekat kawanan pencopet dengan modus melemparkan petasan ke arah kerumunan massa untuk mengalihkan perhatian berhasil digagalkan polisi.

Dua orang pelaku aksi copet yang dilancarkan jelang pertandingan lanjutan Liga 1 antara Persebaya Surabaya versus Persib di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Senin (13/3) kemarin, langsung diamankan anggota Satreskrim Polres Gresik. Satu orang pelaku lain berhasil melarikan diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi komplotan pencopet jalanan itu dilakukan sebelum pertandingan sepakbola dimulai. Tepatnya saat suporter kedua kesebelasan masih berada di area depan Stadion Gelora Joko Samudro. Para terduga pelaku memiliki peranan masing-masing, mulai dari mengalihkan perhatian dengan melemparkan petasan, hingga yang berperan sebagai eksekutor.

Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wirdhan, saat dikonfirmasi awak media terkait aksi nekat kawanan pencopet jelang laga Persebaya kontra Persib, menyatakan jika benar telah terjadi aksi copet menjelang laga. Dua orang pelaku berhasil dibekuk dan langsung digelandang ke Mapolsek Kebomas.

"Sudah kami amankan di Mapolsek Kebomas, akan tetapi keduanya tidak membawa identitas apapun. Tapi pengakuannya, berinisal N dari Surabaya dan AB dari Makassar," kata Iptu Aldhino didampingi Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Haditya Prabu, Selasa (14/3).

Dikatakan Iptu Aldhino, saat ini pihaknya masih mendalami peranan masing-masing terduga pelaku dalam melancarkan aksinya di area Stadion Gejos. Mereka beraksi saat ada seseorang warga yang sedang menjajakan tiket pertandingan. Saat itu sedang ramai-ramainya kerumunan supporter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peran masing-masing masih kami dalami. Tapi saat kejadian, salah satu pelaku ada yang melemparkan petasan ke arah kerumunan. Satu pelaku lain berdesak-desakan di antara kerumunan tersebut untuk mengalihkan perhatian. Satu lagi bertindak sebagai eksekutor," sambungnya.

Masih lanjut, Aldhino mengatakan, aksi pertama komplotan copet itu berhasil. Sebuah HP milik penjual tiket raib. Menggunakan modus yang sama, para terduga pelaku berusaha menyasar seorang supporter perempuan. Namun, aksi itu terlebih dahulu sudah dicurigai si penjual tiket.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Seorang suami berinisial MA (29) tahun warga Asahan, Sumatera Utara, tega menganiaya istrinya berinisial AIP (20) hingga tewas. Ironisnya, pelaku berdalih kalau
Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Bandung hanya merekrut dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx serta memanggil kembali Dedi Kusnandar yang sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC. 
Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Banjarmasin. OTT ini dilakukan di hari yang sama, Rabu (4/2/2026).
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.
Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT