News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sampah Sisa Makanan Meningkat saat Ramadhan, Ini Langkah Komunitas Nol Sampah Surabaya

Komunitas Nol Sampah menyebut sampah yang meningkat selama Bulan Suci Ramadhan tahun ini di Surabaya adalah sampah sisa makanan, tas kresek dan alat makan sekali pakai.
Jumat, 31 Maret 2023 - 14:11 WIB
sosialisasi penggunaan kantong ramah lingkungan
Sumber :
  • antara

Surabaya, tvOnenews.com - Komunitas Nol Sampah menyebut sampah yang meningkat selama Bulan Suci Ramadhan tahun ini di Surabaya adalah sampah sisa makanan, tas kresek dan alat makan sekali pakai.

“Kami terus melakukan kampanye berupa kegiatan bagi takjil tanpa plastik sekali pakai,” kata Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some di Surabaya, Jumat (31/3).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menyebutkan, sampah warga Surabaya yang masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo sehari mencapai 1.500 hingga 1.600 ton. Jumlah itu biasanya meningkat 100-200 ton pada bulan Ramadhan dan bisa bertambah 400-500 ton menjelang Idul Fitri.

Jika dilihat dari komposisi sampah di Kota Surabaya pada 2021, kata dia, sampah sisa makanan yang dominan, mencapai 54 persen lebih, sampah kertas 14 persen dan sampah plastik 22 persen. Jumlah sampah plastik ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya 14 persen.

Berdasarkan studi yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan beberapa lembaga pada tahun 2021 di TPA Benowo diketahui 5 jenis plastik terbanyak adalah tas kresek (27 persen), plastik peralatan makan sekali pakai (18 persen), popok dan pembalut (17 persen), botol minuman (14 persen) dan plastik kemasan (8 persen).

“Yang menarik sampah plastik alat makan/minum sekali pakai yang terus meningkat tajam akhir-akhir ini,” ujarnya.

Untuk itu, kata Wawan, Komunitas Nol sampah Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bersama komunitas peduli Lingkungan seperti trashbag Community dan Kampung Iklim Sambikerap melakukan kampanye berupa kegiatan bagi takjil tanpa plastik sekali pakai secara rutin di Taman Bungkul, Surabaya.

Wawan mengatakan, dalam kampanye itu, diberikan contoh bahwa makanan takjil ditempatkan di kotak yang bisa dipakai berulang kali. Begitu juga dengan minum akan menggunakan botol yang bisa dipakai berulang kali.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain, menggunakan alat makan/minum yang dapat digunakan berulang kali, seperti wadah makanan, sendok, garpu dan botol air minum. Selain itu, bisa pula dengan menghindari penggunaan plastik sekali pakai, antara lain kantong plastik, sedotan plastik, makanan dan minuman dalam kemasan plastik.

Edukasi ini, lanjut dia, diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi warga Surabaya untuk mengubah gaya hidup agar seminimal mungkin tidak menghasilkan sampah yang akan menjadi beban bagi bumi.

Gerakan makan/minum dihabiskan merupakan satu bagian upaya pengelolaan sampah, sehingga bisa mengurangi sampah sisa makanan. Dampak penumpukan sampah sisa makanan adalah menghasilkan gas methan yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Khusus untuk sampah plastik, selain akan berdampak terhadap lingkungan juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Mikroplastik, pewarna, pelemas plastik jika terkontaminasi makanan/minuman dan masuk ke dalam tubuh manusia dapat mengganggu kesehatan tubuh, bahkan dapat bersifat karsiogenik (menyebabkan kanker).

Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro sebelumnya mengatakan, atas kondisi tersebut, Wali Kota Surabaya pada 15 Maret 2023 lalu mengeluarkan Surat Edaran (SE) 500.9.14.2/6277/436.7.10/2023 tentang Imbauan Bulan Ramadhan Tanpa Sampah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SE itu disebar luaskan kepada jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Camat, Lurah dan seluruh Ketua RT dan RW se Kota Surabaya, diharapkan ada perubahan perilaku warga kota Surabaya agar tidak menghasilkan sampah.

“SE itu sebagai bagian dari upaya pemkot untuk menggelorakan Gerakan Ramadhan Tanpa Sampah,” kata Hebi. (ant/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI menyampaikan informasi terbaru tentang pengusutan dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.
Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Audi bergerak cepat merespons mundurnya Jonathan Wheatley dari posisi kepala tim sebelum gelaran F1 GP Jepang 2026 kemarin.
Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider andalan VR46, Fabio di Giannantonio, mengurai penyebab performa Ducati GP26 sulit konsisten pada balapan panjang musim 2026.
Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), guna kekhusyukan umat Kri
Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Bos Mercedes, Toto Wolff, meragukan bahwa mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, akan kembali ke F1 meski santer dirumorkan.
Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Viral jadi sorotan di media sosial, paman dan kakek melakukan pelecehan terhadap ponakan atau keluarganya sendiri. Polisi sudah turun tangan atasi kasus ini.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT