News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Penjual Tahu Keliling Asal Lumajang Akhirnya Bisa Naik Haji setelah Puluhan Tahun Menabung

Sepasang suami istri penjual tahu asal Lumajang, tak henti-hentinya mengucap syukur karena penantiannya selama 12 tahun untuk menunaikan haji, akhirnya terwujud
Selasa, 23 Mei 2023 - 16:40 WIB
Pasutri penjual tahu keliling akhirnya naik haji
Sumber :
  • wawan sugiarto

Lumajang, tvOnenews.com – Sepasang suami istri perajin dan penjual tahu keliling asal Dusun Karang Sukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Lumajang, tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena penantiannya selama 12 tahun untuk bisa menunaikan rukun Islam ke-6, yakni naik haji ke tanah suci, akhirnya terwujud.

Pasangan Kasan (55) dan Susiana (53) kini tinggal menunggu hari keberangkatannya menuju tanah suci Mekah dalam dua minggu ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemui di rumahnya yang sangat sederhana, Kasan menceritakan perjuangan panjangnya hingga akhirnya bisa melunasi seluruh biaya naik haji bersama istri tercintanya, dari hasil menabung selama puluhan tahun bekerja sebagai penjual tahu keliling.

“Saya berjualan tahu keliling ini sejak usia 15 tahun, setelah lulus SD tahun 1983. Waktu itu meneruskan usaha bapak saya yang meninggal. Dulu ambil tahu dari tetangga dan saya jual keliling kampung dengan sepeda pancal,” kata Kasan mengawali kisahnya kepada tvOnennews.com, Selasa (23/3).

Seiring dengan berjalannya waktu, Kasan yang berusia remaja, akhirnya mengembangkan usahanya dengan memproduksi tahu sendiri di rumahnya.

“Sekitar usia 19 tahun, saya memutuskan untuk memproduksi sendiri tahu di rumah. Waktu itu masih menggunakan alat giling tradisional yakni batu. Dari situ, setiap hari saya bisa menyisihkan keuntungan dengan cara ditabung menggunakan gerabah yang saya tanam di lantai kamar,” sambungnya.

Beberapa tahun kemudian, setelah merasa sudah mapan dan usahanya semakin berkembang. Akhirnya Kasan memutuskan untuk berumah tangga dengan meminang gadis pilihannya dan kini telah dikaruniai dua anak dan dua cucu.

Secara perlahan, Kasan dan istrinya terus mengembangkan kembali usahanaya yang dulunya menggunakan alat tradisional, digantikan dengan mesin untuk menggilinng kedelai. Dari sepeda pancal, digantikan dengan motor untuk berjualan keliling.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setelah berumah tangga, usaha saya semakin berkembang dan muncul keinginan untuk naik haji. Istri saya juga sangat mendukung dan kami berdua semakin rajin menabung sejak awal berumah tangga,” jelasnya.

Dari hasil tabungan mulai era uang logam hingga uang kertas yang sudah terkumpul selama ini, akhirnya Kasan membeli dua ekor sapi hingga akhirnya pada tahun 2011 dijual kembali untuk mendaftar haji.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Sitti Husniah Talenrang? Bupati Gowa yang Diduga Selingkuh dengan Konsultan Politik hingga Kena Hak Angket DPRD

Siapa Sitti Husniah Talenrang? Bupati Gowa yang Diduga Selingkuh dengan Konsultan Politik hingga Kena Hak Angket DPRD

Berikut profil & rekam jejak Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang yang diisukan dugaan perselingkuhan dengan konsultan politik, Basri Kajang.
Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT untuk melihat peluang karier di luar jalur TNI, Polri, dan ASN. 
Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Kementerian Perhubungan memutuskan untuk tidak memublikasikan rute Mass Rapid Transit (MRT) tujuan Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengantisipasi maraknya spekulasi lahan. 
Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) sebagai pilar moral dalam sistem birokrasi Indonesia. 
Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga sistem keamanan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Selatan
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT