GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Inspiratif dari Pasuruan, Pasutri Penjual Cincau Berangkat Haji setelah 12 Tahun Menabung

Kakek nenek yang sudah berusia di atas 60 tahun ini berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mewujudkan impian mereka berangkat haji ke Tanah Suci, Mekah
Rabu, 14 Juni 2023 - 17:12 WIB
Pasutri Penjual Cincau Berangkat Haji setelah 12 Tahun menabung
Sumber :
  • tim tvone - yogi

Pasuruan, tvOnenews.com - Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri penjual cincau di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan. Kakek nenek yang sudah berusia di atas 60 tahun ini berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mewujudkan impian mereka berangkat ke Tanah Suci, Mekah.

Yulias Mianah (60) dan Djami'an (62), pasangan tersebut terlihat bahagia saat ditemui di Pasar Kebonagung. Mianah mengungkapkan bahwa mereka akan segera pulang karena banyak tamu yang datang ke rumah mereka. Mereka berencana berangkat ke Tanah Suci pada Jumat pekan depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berjualan cincau telah menjadi mata pencaharian mereka sejak tahun 1983, tiga tahun setelah mereka menikah. Setiap harinya, Djami'an membantu dengan mengangkat barang-barang berat dan menata bedak berukuran kurang lebih 1x3 meter.

"Saya menikah tahun 1980, suami saya yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kayu atau mebel berhenti dan membantu saya berjualan cincau di pasar," tutur Mianah.

Meskipun mereka bekerja sebagai penjual cincau di pasar tradisional, pasangan ini tetap mempertahankan niat mereka untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Mereka berbagi cerita tentang perjuangan mereka dalam mengumpulkan tabungan dari penjualan cincau.

Selain cincau, mereka juga menjual kue basah, dawet, kolang-kaling, dan bubuk jamu. Berjualan cincau menjadi salah satu upaya mereka dalam memperbaiki keadaan ekonomi keluarga.

"Saya harus bekerja agar anak-anak saya bisa sekolah, tidak seperti saya yang hanya lulusan SD. Awalnya, modal kami hanya cukup untuk membeli tiga buah cincau seharga 100 rupiah," lanjut nenek yang telah memiliki 7 cucu.

Ibu dari tiga anak ini mengungkapkan bahwa setiap hari ia selalu menyisihkan uang untuk tabungan haji. Impiannya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci akan diwujudkan setelah semua anak-anaknya lulus kuliah dan menikah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya menunggu semua anak saya dewasa. Saya menabung jika ada uang sisa, misalnya 20 ribu rupiah. Ketika jumlahnya mencapai satu juta rupiah, saya mengeluarkan 2,5 persen untuk zakat," jelasnya.

Hampir tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2011, tabungan yang dikumpulkan Mianah dan suaminya sudah cukup untuk mendaftar haji. Bahkan, Mianah tidak pernah menceritakan tentang tabungan haji tersebut kepada suaminya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Nasarudin selaku Ketua Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran menilai kritik Sudirman Said perlu dipahami secara objektif dengan mempertimbangkan situasi gejolak geopolitik saat ini.
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Banyak bisnis masih memisahkan fungsi advertising dengan sistem operasional yang menangani pelanggan setelah iklan berjalan. Akibatnya, banyak potensi transaksi hilang
Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Secara garis besar, Children of Heaven versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita dari film aslinya. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam
Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT