GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Monyet Liar Serang Tiga Warga Pakusari Jember, Dua Diantaranya Alami Luka Parah

Sebanyak tiga orang di Dusun Sanggar, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Jember, mengalami luka parah akibat diserang monyet liar. Bahkan, dua orang diantaranya mengalami luka robek cukup parah dan harus mendapat perawatan intensif di puskesmas setempat.
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 18 Juli 2023 - 11:27 WIB
Monyet Liar Serang Tiga Warga Pakusari Jember
Sumber :
  • tvOne - sinto sofian

Jember, tvOnenews.com - Sebanyak tiga orang di Dusun Sanggar, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Jember, mengalami luka parah akibat diserang monyet liar. Bahkan, dua orang diantaranya mengalami luka robek cukup parah dan harus mendapat perawatan intensif di puskesmas setempat.

Ketiga orang yang menjadi korban serangan monyet itu adalah Muhammad Haikal Widad Nur Fatah (13), M Rais (68), dan Joni (62), semuanya warga setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kapolsek Pakusari AKP Hariyanto, korban pertama yang diserang monyet itu adalah Muhammad Haikal.

"Serangan pertama terjadi pada hari Sabtu 15 Juli 2023 sekitar pukul 11.00 WIB," kata Hariyanto, Senin (17/7) sore.

Saat itu, Haikal sedang tidur-tiduran di dalam rumah. Tiba-tiba, dua ekor monyet datang dan langsung menyerangnya.

"Haikal ini digigit dan dicakar pada bagian paha dan betis," jelasnya.

Usai menyerang Haikal, lanjut dia, dua ekor monyet itu langsung kabur.

"Sementara Haikal dibawa ke puskesmas untuk menjalani jahitan pada lukanya. Itu lukanya ada sekitar 10 gigitan dan cakaran," katanya.

Keesokan harinya, Minggu 16 Juli 2023 pukul 11.00 WIB, dua ekor monyet itu menyerang M Rais.

"Saat itu M Rais ini juga lagi tidur-tiduran di dalam rumah. Kemudian digigit dan dicakar sama dua ekor monyet itu," kata Hariyanto.

Luka yang dialami M Rais juga cukup parah dan harus mendapat beberapa jahitan oleh petugas medis.

Terakhir, Senin 17 Juli 2023 sekitar pukul 11.00 WIB, monyet itu menyerang Joni. Namun kali ini monyet yang menyerang Joni hanya satu ekor.

"Tapi luka yang dialami Joni juga lumayan parah. Yang diserang paha sama betisnya," jelas Hariyanto.

Usai menyerang warga, menurut Hariyanto monyet itu kabur ke kawasan gumuk di sekitar lokasi.

"Kebetulan di sekitar lokasi kejadiankan ada gumuk-gumuk. Jadi, monyetnya kabur ke sana," sambungnya.

Berdasarkan keterangan warga, Hariyanto menduga kuat monyet yang menyerang warga itu sebanyak 2 ekor. Dia juga memastikan, bahwa monyet itu bukan peliharaan warga.
"Itu monyet liar," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, sebelum menyerang manusia, monyet itu diduga memakan ayam milik warga.

"Mungkin monyetnya kelaparan," jelas Hariyanto.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT