Kesedihan Ibu Justyn Vicky, Atlet Binaraga yang Tewas Tertimpa Barbel 210 Kg di Pusat Kebugaran Bali
- tim tvone - sinto sofiadin
Jember, tvOnenews.com - Herman Fausi (34) alias Justyn Vicky, pria asal Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, meninggal dunia usai tertimpa barbel 200 kilogram di pusat kebugaran Kota Denpasar, Bali, Sabtu (15/7).
Dia sempat menjalani operasi di rumah sakit di Bali, dan nyawa pria tersebut tidak tertolong.Ā
Ibu Korban, Busia (51) yang tinggal di Kecamatan Kalisat, mengaku kaget ketika pertama kali mendengar anaknya sakit dirawat di rumah sakit.
Ā
āSebelumnya anak saya masih video call, dia tanya ibu kangen apa tidak? Kalau kangen lihat saya,ā ucap Busia saat ditemui di rumahnya, Senin (24/7).
Ketika mendapat pertanyaan itu, ibu heran kenapa anaknya tiba-tiba bertanya begitu. Lalu, ketika video call berlangsung, ibunya kaget karena anaknya dirawat di rumah sakit.
āSaya tanyak, kenapa kamu kok di rumah sakit, lalu anak saya jawab, saya habis kecelakaan di binaraga, leher saya patah tulangnya,ā papar Busia.
Busia mengetahui anaknya sedang sakit dan dirawat, dia langsung menangis. Namun Herman menguatkan ibunya agar mendoakan dirinya cepat sembuh.
āBerdoa saja, saya itu mau operasi, bilang ke Pakde yang ada di Bali,ā ucap Busia menirukan kata-kata anaknya.
Setelah itu, Busia diminta oleh adiknya untuk pergi ke Bali menyusul anaknya. Namun saat sudah tiba di Bali, anaknya sudah dalam keadaan tidak sadar.Ā
āSaat itu sudah tidak sadar, habis operasi di rumah sakit di Bali,ā jelas dia.Ā
Beberapa waktu kemudian, operasi itu tidak berhasil hingga Herman Fauzi meninggal dunia, sehingga anaknya dibawa pulang ke Jember untuk dimakamkan.
Ā
āAnak saya dimakamkan di pemakaman keluarga,ā ujar dia.
Busia mengaku tidak bisa berbuat banyak atas kepergian anaknya. Mau menggugat, anaknya sudah meninggal dunia. Untuk itu, dia mengikhlaskan kepergian putranya agar bisa tenang di akhirat.
Busia sendiri tidak terlalu ingat kapan anaknya aktif di dunia binaraga. Dia hanya mengetahui jika anaknya pergi ke Bali untuk bekerja, ketika Hari Raya Idul Fitri, baru pulang ke kampung halaman.Ā
āSaya kurang tahu kapan aktif di binaraga, anaknya kalau lebaran saja yang pulang,ā tegas dia. Ā
Busia mengaku anaknya merupakan sosok yang baik dan ramah. Dia selalu menjaga etika dengan tetangga maupun teman-temannya. Ā
Load more