News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa Baru Tak Dipaksa Beli Seragam di SMAN 4 Bangkalan, Ini Alasannya

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kabupaten Bangkalan, kini tengah melaksanakan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setelah menyelesaikan MPLS.
Selasa, 25 Juli 2023 - 18:26 WIB
KBM di SMAN 4 Bangkalan
Sumber :
  • dimas farik

Bangkalan, tvOnenews.com - Pascasiswa baru diperkenalkan lingkungan sekolah, para siswa di sejumlah daerah termasuk di wilayah Bangkalan, Madura melangsungkan kegiatan belajar mengajar di sekolah barunya. Seperti di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kabupaten Bangkalan, yang melaksanakan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagaimana mestinya.

Berdasarkan hasil pantauan tvOnenews.com di lapangan, sejumlah siswa baru terlihat memakai seragam sekolah warna putih dan celana abu-abu untuk siswa pria serta pakai dasi. Sementara siswa wanita pakai pakai baju warna putih, bawahan rok warna abu-abu, dan kerudung atau jilbab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ada pula siswa yang masih menggunakan seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan warna putih dan biru lengkap dengan logo sekolahnya.

Menurut Eka Putri Asari, siswa baru SMAN 4 Kabupaten Bangkalan mengatakan, tetap menggunakan seragam SMP karena di sekolah yang baru, masih belum mendapatkannya.

"Karena memang baju yang dipakai dari SMP, karena baju yang dari SMA belum dapat, jadi saya pakai seragam SMP sama kerudung," tuturnya, Selasa (25/7).

Lanjutnya, Eka Putri Asari Mengatakan, meski memakai seragam SMP, pihak sekolah tidak melarang, bahkan seragam yang akan dipakai nanti, tidak harus membeli di sekolah. Jika siswa ingin membeli seragam di sekolah, wali murid juga bisa mencicil.

"Tidak dilarang oleh sekolah, meski saya pakai seragam SMP. Untuk beli seragam di sekokah tidak dipaksa. Tapi kalau mau membeli bisa dicicil," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah polemik pembelian seragam dan diduga maraknya tekanan kepada siswa baru agar membeli pakain di sekolah, membuat Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Bangkalan, memantau langsung dengan turun ke sejumlah sekolah di Pulau Garam bagian barat.

"Hari ini kami melaksakan kunjungan ke SMA 4 guna mengecek sekolah, karena ada beberapa hal yang perlu kami pastikan. Kami telah mengarahkan kepada para sekolah di Bangkalan, bahwa yang pertama, tidak ada paksaan untuk membeli seragam di sekolah. Dan minta tolong agar siswa diperkenankan untuk memakai seragam layak pakai dari saudaranya atau kakaknya, selama masih layak pakai," ucap Pingky Hidayati, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Real Madrid Siapkan Dana Fantastis Demi Boyong Enzo Fernandez, Manfaatkan Celah Minim Prestasi The Blues

Real Madrid Siapkan Dana Fantastis Demi Boyong Enzo Fernandez, Manfaatkan Celah Minim Prestasi The Blues

Real Madrid dikabarkan siap menebus Enzo Fernandez dengan tawaran fantastis demi memperkuat lini tengah. Gelandang Chelsea itu disebut ingin hengkang musim panas nanti.
Petenis Indonesia Janice Tjen Dramatis Tembus Perempat Final Nomor Ganda di Abu Dhabi Open 2026

Petenis Indonesia Janice Tjen Dramatis Tembus Perempat Final Nomor Ganda di Abu Dhabi Open 2026

Dua petenis Asia Tenggara, Janice Tjen dan Alexandra Eala berhasil menembus babak perempat final Abu Dhabi Open 2026.
Inter Milan Resmi Dijatuhi Hukuman Berat dari Pemerintah Italia Imbas Insiden Lempar Petasan kepada Emil Audero

Inter Milan Resmi Dijatuhi Hukuman Berat dari Pemerintah Italia Imbas Insiden Lempar Petasan kepada Emil Audero

Inter Milan resmi dijatuhi hukuman berat oleh pemerintah Italia gara-gara insiden lempar petasan di laga kontra Cremonese. Insiden itu telah melukai kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Prabowo Siapkan Reboisasi 12,7 Juta Hektare, Hashim Ungkap Rp2 Triliun Digelontorkan untuk Way Kambas

Prabowo Siapkan Reboisasi 12,7 Juta Hektare, Hashim Ungkap Rp2 Triliun Digelontorkan untuk Way Kambas

Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah besar di sektor lingkungan hidup dengan menargetkan reboisasi atau penghijauan kembali terhadap 12,7 juta hektare lahan kritis dan hutan rusak.
Penyelundupan Benih Lobster Ilegal yang Bisa Buat Rugi Negara Rp4,28 M Digagalkan, Begini Modusnya

Penyelundupan Benih Lobster Ilegal yang Bisa Buat Rugi Negara Rp4,28 M Digagalkan, Begini Modusnya

Upaya penyelundupan puluhan ribu benih bening lobster (BBL) ilegal tujuan luar negeri berhasil digagalkan aparat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Kabar Penting Bagi Timnas Indonesia: Pelatih Elkan Baggott Ambil Keputusan Tegas, Ole Romeny Dapat Sinyal Positif

Kabar Penting Bagi Timnas Indonesia: Pelatih Elkan Baggott Ambil Keputusan Tegas, Ole Romeny Dapat Sinyal Positif

Kepastian masa depan Ole Romeny dan Elkan Baggott akhirnya terjawab jelang ditutupnya bursa transfer. Bagaimana nasib dua pemain Timnas Indonesia itu di Inggris

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT