News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MUI Sidoarjo Haramkan Tutup Total Jalan untuk Hajatan, Umat Diminta Paham Mafsadahnya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo membahasnya bagaimana hukum menutup jalan (total) untuk hajatan, yang dapat mengganggu pengguna jalan umum.
Kamis, 27 Juli 2023 - 14:52 WIB
MUI Sidoarjo Haramkan Tutup Total Jalan untuk Hajatan
Sumber :
  • tvOne - khumaidi

Sidoarjo, tvOnenews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo akhirnya membahasnya bagaimana hukum menutup jalan (total) untuk hajatan, yang dapat mengganggu pengguna jalan umum.

KH Wahid Harun, Ketua Komisi Fatwa MUI Sidoarjo mengatakan, persoalan ini yang harus dikaji bersama secara serius, antara maslahah (kebaikan, red) dan mafsadahnya (keburukan, red).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jangan sampai memburu maslahah, tetapi menimbulkan mafsadah yang lebih besar,” ungkapnya.

KH Wahid Harun menambahkan, trotoar untuk pejalan kaki sudah dijelaskan dalam Perda Kabupaten Sidoarjo No 10 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Dalam Bab Ketentuan Umum dijelaskan bahwa, yang dimaksud jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun, meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap. Sementara, trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan bagi pejalan kaki.

“Ini hak pengguna jalan. Ironisnya, kita gampang sekali merampas hak orang lain (umum), dengan dalih hajatan (kepentingan pribadi). Manfaatnya jelas tidak seimbang dengan mafsadah yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Kebijakan pemerintah mengedepankan kepentingan umum, tambahnya ini harus didahulukan. Tashorruf al-Imam ala ar-Ra’iyah manuthun bi al-Maslahah (Kebijakan pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan).

“Tindakan atau kebijakan yang ditempuh seorang pemimpin atau penguasa harus sejalan dengan kepentingan umum, bukan untuk golongan atau diri sendiri,” tegasnya.

KH Wahid Harun kemudian menjelaskan kaidah (ushul) fikih, Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil masholih.  

“Jadi menolak kerusakan, itu harus lebih diutamakan dari pada menarik kemaslahatan,” imbuhnya.

Ia juga menemukan fakta, bahwa, terkadang hajatan dengan menutup jalan, itu untuk kepentingan pribadi namun tidak memikirkan keresahan orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada tetangga yang (halamannya) siap ditempati, tetapi tetap saja menutup jalan. Seakan bangga dengan menutup jalan. Yang begini ini, jelas haram hukumnya,” tegasnya.

“Bagaimana kalau (hajatan) tidak menutup jalan secara total, masih menyisakan space untuk pengguna jalan. Kalau hanya sebagian jalan, dengan masih memberikan bagian lain untuk akses lalu lintas, tidak menimbulkan dloror (merugikan) orang lain, maka, hal itu boleh,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, memberi sanjungan kepada Arsenal atas kualitas skuadnya. Keduanya akan bersua di pekan perdana Liga Champions 2026-2027.
Bukan Cuma Autobiografi, Jejak Digital Fajar Sahrudin Ungkap Pergulatan Mental dan Alasan Enggan ke Psikolog

Bukan Cuma Autobiografi, Jejak Digital Fajar Sahrudin Ungkap Pergulatan Mental dan Alasan Enggan ke Psikolog

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin di kawasan GBK menyisakan perhatian besar di media sosial. Terungkap alasan Fajar enggan temui psikolog untuk obati trauma.
Tibet Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

Tibet Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

Daerah otonom Tibet di China, diguncang gempa berkekuatan 5,3 magnitudo. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Seismologi Eropa-Mediterania pada Selasa (8/9).
DPR Sebut Pemerintah Harus Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG sampai Pulih

DPR Sebut Pemerintah Harus Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG sampai Pulih

Saan Mustopa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi terkait menangani secara serius terhadap kasus keracunan MBG dan dampak yang ditimbulkan.
Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan Beroperasi November Tahun Ini

Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan Beroperasi November Tahun Ini

November tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan operasionalkan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen
Ramalan Shio 10 September 2026: Naga Banyak Untung, Kelinci Atur Keuangan

Ramalan Shio 10 September 2026: Naga Banyak Untung, Kelinci Atur Keuangan

Ramalan shio 10 September 2026 mengungkap peluang keuangan 12 shio. Naga diprediksi banyak untung, sementara Kelinci perlu lebih cermat mengatur keuangan.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT