News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buku Agama yang Diduga Menyimpang di Sampang, Kakanwil Kemenag Jatim : Ditarik Sambil Menunggu Keputusan Kemanag RI

Hasil penelitian dari tim Kanwil Kemenag Jatim terkait buku pelajaran agama untuk Mts dan MA di Sampang Madura sudah dilaporkan kepada Kemenag Pusat di Jakarta.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 11 Agustus 2023 - 15:19 WIB
Husnul Maram, Kanwil Kemenag Jawa Timur
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Hasil dari penelitian dari tim Kanwil Kemenag Jawa Timur terkait buku pelajaran agama untuk Mts dan MA di Sampang Madura sudah dilaporkan kepada Kemenag Pusat di Jakarta. Kepala Kanwil Kemenag Jatim memerintahkan buku yang meresahkan tersebut ditarik, sambil menunggu keputusan dari Kemenag RI.

Buku pelajaran Fiqih dan Aqidah Akhlak untuk Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Sampang, Madura, yang diduga menyimpang dari ajaran AhlusunnahWaljamaah tersebut akhirnya ditarik dari sejumlah sekolah di Sampang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penarikan buku yang meresahkan wali murid di Sampang Madura tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Husnul Maram. Ditariknya buku tersebut sambil menunggu keputusan resmi dari Kemenag Pusat, Jakarta.

Menurut Husnul Maram, Kanwil Kemenag Jawa Timur telah menerima laporan dari tim yang dibentuknya, maupun dari tim Kemenag Sampang, Madura, terkait dugaan adanya penyimpangan dari buku pelajaran tersebut. Hasil dari penelitian tersebut telah disampaikan kepada Kementrian Agama (Kemenag) RI di Jakarta.

“Jadi kami telah menerima hasil penelitian dari tim kami di lapangan, di Kabupaten Sampang Madura terkait adanya buku pelajaran agama yang diduga menyimpang. Hasil penelitian tersebut telah kami sampaikan kepada Kemenag RI. Saat ini kami menunggu keputusannya seperti apa,” ungkap Husnul Maram.

“Nanti yang menentukan dan memutuskan apakah buku tersebut ditarik kembali atau tetap diajarkan itu kami menunggu dari keputusan Kemenag RI di Jakarta.  Sambil menunggu keputusan dari Kemenag RI, kami meminta buku-buku tersebut ditarik dari madrasah-madrasah yang mengajarkan buku bukut tersebut, khususnya di Sampang,” imbuh Husnul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Husnul Maram menghimbau kepada para pengarang atau penulis buku itu harus mengikuti empat mashab yang ada di Indonesia, karena ini ada di wilayah fiqih. 

“Memang banyak pendapat para alim ulama, ada ribuan ulama dengan ribuan perbedaan.  Saya harapkan para pengarang itu tentunya mengedapkan dan menghormati pemeluk-pemeluk mashab yang ada di Indonesia,” tandasnya. (msi/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"

Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"

Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan Summarecon sukses memulihkan nama baik Bekasi dengan bertransformasi menjadi pusat hunian premium dan destinasi bisnis berkelas dunia.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Kejadian di Lebanon Jadi Bahan Evaluasi, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Keputusan Penarikan TNI

Kejadian di Lebanon Jadi Bahan Evaluasi, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Keputusan Penarikan TNI

Pemerintah Indonesia menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi untuk menarik pulang personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). 
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu ungkap rencana Onyo kuliah di Amsterdam, Belanda, dengan dukungan keluarga dan persiapan matang tanpa mengganggu karier hiburannya. (9/4/2026)

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT