GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Ujian Seleksi Perangkat Desa Bodag Pacitan Gantikan Kaur Lama yang Diduga Korupsi Ratusan Juta Rupiah

Pemerintah Desa Bodag, Ngadirojo, Pacitan, gelar seleksi calon perangkat desa. Dari belasan peserta yang terpilih masih ada ikatan keluarga dengan kepala desa
Kamis, 26 Oktober 2023 - 13:29 WIB
dugaan perangkat desa di Pacitan korupsi ratusan juta rupiah
Sumber :
  • tim tvone - agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com - Beberapa hari lalu, Pemerintah Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, menggelar seleksi calon perangkat desa. Dari belasan peserta yang terpilih masih ada ikatan keluarga dengan kepala desa.

Seleksi tersebut digelar untuk mengisi kekosongan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan yang diduga korupsi sejumlah dana hingga mencapai ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KJ salah seorang warga setempat menjelaskan Kaur Keuangan sebelumnya itu tidak amanah dengan jabatannya. Hingga kini, ia masih aktif bekerja di kantor desa tersebut dan tidak diberhentikan. Posisi jabatan menempati Kepala Urusan Umum (Kaur Umum).

"TY, sebelumnya menjabat Kaur Keuangan terkena kasus korupsi. Sekarang TY dirolling jadi Kaur Umum, tidak diberhentikan ya," katanya, Rabu (25/10). 

"Kebuka kasusnya pas jaman covid. Terkait bantuan ke masyarakat kurang mampu. Kalau nilainya saya tidak tahu. Ada yang bilang sampai 200 jutaan lebih," sambungnya.

Hingga kini, lanjut KJ, kasus dugaan korupsi oleh Kaur Keuangan sebelumnya itu belum usai. Persoalan itu sudah sampai mana, tidak begitu mengikuti perkembangannya.

"Kasusnya belum selesai Kaur Keuangan yang lama itu masih aktif masuk kantor, tapi sepertinya tidak diberi kerjaan apa-apa. Katanya berkas sudah ada di kejaksaan, jelasnya bisa tanya orang desa," imbuhnya.

Diketahui, dalam seleksi pengisian perangkat desa tersebut diikuti 11 peserta. Mereka uji kemampuan melalui tes tulis dan praktik komputer yang digelar di salah satu SMKN yang ada di Pacitan dan di kantor desa setempat, pada 9 dan 18 Oktober 2023 lalu.

Dari sejumlah peserta tersebut, satu diantaranya dinyatakan lulus dengan nilai sangat baik. Usut punya usut, ternyata ia masih keluarga dari kepala desa setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, para peserta yang tidak lolos seleksi mengaku kecewa. Lantaran pihak panitia tidak transparan dalam proses perekrutan tersebut, sehingga terdapat kejanggalan-kejanggalan yang memang perlu diungkap kebenarannya. 

Kejanggalan yang dimaksud yakni panitia melakukan koreksi ulang jawaban secara sepihak. Kemudian revisi nilai, hingga komputer eror. Wajar saja jika para peserta merasa kecewa, lalu menduga ada kecurangan di balik hal tersebut yang membuat nilai berubah drastis. (asw/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT