GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Sidang, Terdakwa Persetubuhan Anak Kabur dari Ruang Tahanan Pengadilan Negeri Magetan

Seorang terdakwa kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, kabur usai menjalani persidangan di kantor Pengadilan Negeri Magetan
Rabu, 24 Januari 2024 - 14:03 WIB
terdakwa persetubuhan anak kabur dari ruang tahanan PN Magetan
Sumber :
  • tim tvone - miftakhul erfan

Magetan, tvOnenews.com - Seorang terdakwa kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, kabur usai menjalani persidangan di kantor Pengadilan Negeri Magetan. Diketahui terdakwa yang dijerat pasal 81 UU Perlindungan Anak tersebut adalah Wisnu Wijaya (39) warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. 

Bahkan dari keterangan Dian Lismana Zamroni, juru bicara PN Magetan, aksi kaburnya terdakwa ini pun terekam kamera CCTV di depan ruang tahanan Pengadilan Negeri setempat. Napi dari rutan Kelas IIB Magetan ini membuka pintu tahanan, lalu kabur dengan cara lompat pagar tembok kantor PN. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terdakwa yang kabur tadi juga terekam kamera CCTV, mulai dari membuka gembok ruang tahanan hingga melompat pagar tembok kantor PN Magetan,” kata Dian. 

Menurut Dian, terdakwa kasus persetubuhan ini kabur setelah menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dan pemeriksaan dirinya, sekitar pukul 11.00 s/d 11.20 WIB. 

Setelah diantar kembali oleh petugas baik dari kejaksaan dan juga polisi ke ruang tahanan, pintu kembali digembok oleh petugas sambil menunggu terdakwa lain menyelesaikan sidangnya. 

“Kalau pihak pengamanan dari kejaksaan ada tiga orang dan 2 anggota polisi, SOP nya memang setiap habis mengeluarkan dan memasukkan tahanan pintu di gembok,” imbuhnya. 

Namun, kaburnya terdakwa memang sudah direncanakan sebelumnya. Terbukti dari hasil rekaman CCTV dan pengakuan rekan terdakwa bahwa napi tersebut sudah mempersiapkan kunci rakitan yang dibuatnya di dalam Rutan Magetan. 

Setelah menjalani sidang, terdakwa memanfaatkan kelengahan penjaga baik dari pihak kejaksaan dan anggota Polres Magetan dengan membuka gembok ruang tahanan pengadilan dengan kunci rakitan, kemudian loncat tembok pagar. 

“Untuk mengelabuhi petugas, terdakwa memang melepas bajunya putih yang dipakai sidang dan ganti dengan kaos warna hitam yang ia pakai sebagai baju daleman,” terangnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Pengadilan Negeri Magetan baru mengetahui adanya napi yang kabur setelah ditelpon oleh pihak Kantor Pajak yang lokasinya bersebelahan yang melaporkan adanya orang tak dikenal lompat dari pagar dan langsung lari. 

“Tahu kami itu tadi setelah dapat telpon dari kantor pajak yang lokasinya bersebelahan, katanya melihat orang loncat dari tembok pagar dan langsung kabur. Setelah kami cek ternyata benar ada yang kabur satu,” tutupnya. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT