News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diversifikasi Ketahanan Pangan, Talas Jadi Fokus Bahan Pangan Alternatif di saat Harga Beras Tinggi

Hingga saat ini, beras masih menjadi komoditi bahan pokok makanan utama masyarakat Indonesia.
Rabu, 21 Februari 2024 - 12:48 WIB
Diversifikasi Ketahanan Pangan
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Surabaya, tvOnenews.com – Hingga saat ini, beras masih menjadi komoditi bahan pokok makanan utama masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, menurut Statisik Konsumsi Pangan oleh Kementan tahun 2022, beras yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sebanyak 81,044 kilogram per kapita per tahun. Dibagi 365 hari dalam setahun, maka rata-rata setiap orang di Indonesia mengonsumsi 0,222 kg beras dalam sehari.

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2023 sebanyak 278,696 juta jiwa menurut BPS. Bisa dibayangkan, berapa banyak beras yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, yang kini semakin banyak bergantung pada beras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan terkini harga beras sudah menyentuh Rp 16.000/kg pada bulan Februari 2024. Data tersebut menjadi alarm agar pemerintah bertindak cepat untuk mengantisipasinya. Jangan sampai masyarakat tercekik harga beras.

Sejalan dengan Perpres No.66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, diversifikasi pangan perlu dilakukan. Oleh karena itu, PT. Yafo Agro Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang Agribisnis berkomitmen untuk terus melakukan berbagai langkah nyata untuk
mendukung diversifikasi & ketahanan pangan negara.

Sekaligus mewujudkan bisnis yang berkelanjutan yang berbasis organic, sehingga lebih ramah lingkungan. Salah satunya, melalui program kemitraan Green Property budidaya Talas Pratama.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa pemerintah sedang fokus untuk diversifikasi pangan dengan cara menurunkan konsumsi beras dalam 5 tahun kedepan sebanyak 5 Kg.

Setelah itu fokus untuk meningkatkan konsumsi talas dari 0,6 Kg perkapita menjadi 3,7 kg perkapita/tahun. Hal ini dilakukan mengingat harga talas masih cukup terjangkau dari beras yang hanya Rp 5.000 – Rp 10.000/kg nya.

Sejalan dengan data diatas, melalui program kemitraan Green Property budidaya Talas Pratama ingin mewujudkan bisnis yang berkelanjutan yang berbasis organic, sehingga lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program tersebut dilakukan lantaran melihat dari peluang dan potensi dari bisnis yang berkelanjutan dari budidaya Talas Pratama. Mengingat produsen dari talas atau taro ini sedang dicari oleh para pelaku industri olahan makanan baik itu skala perusahaan besar maupun UMKM.

Disisi lain, harga jual umbi yang kompetitif dan kemudahan dalam merawat tanaman talas inilah yang menjadikan Program Kemitraan Green Property ini menjadi sebuah primadona
Alternatif bisnis yang menarik untuk para pemodal, pemilik lahan, maupun para petani.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nasib Persib di Ujung Tanduk? 2 Tim Ini Diprediksi Bisa Jadi Batu Sandungan untuk Gagalkan Maung Bandung Raih Hattrick Juara

Nasib Persib di Ujung Tanduk? 2 Tim Ini Diprediksi Bisa Jadi Batu Sandungan untuk Gagalkan Maung Bandung Raih Hattrick Juara

Persib mulai tertekan usai dua hasil imbang beruntun. Lima laga sisa jadi penentuan, dengan Bhayangkara FC dan Persija berpotensi menggagalkan ambisi juara.
BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Strategis dengan PP Muhammadiyah, Sasar Pekerja Rentan hingga UMKM

BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Strategis dengan PP Muhammadiyah, Sasar Pekerja Rentan hingga UMKM

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyebut kerja sama dengan Muhammadiyah ini sebagai langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A Sesuai Rencana FIFA Jika Syarat serta Skenario Ini Terpenuhi, Apa Saja?

Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A Sesuai Rencana FIFA Jika Syarat serta Skenario Ini Terpenuhi, Apa Saja?

FIFA siapkan aturan baru soal laga liga di luar negeri. Indonesia berpeluang jadi tuan rumah, tapi ada syarat berlapis yang wajib dipenuhi terlebih dahulu.
Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Menyoroti kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI justru menyinggung masalah yang lebih dalam, yakni perihal budaya elitis di dunia kedokteran.
Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Desa Sengon, Kecamatan Jombang dibuat geger oleh penemuan jasad seorang pria yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (25/4) pagi tadi.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan curiga dengan ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, jangan-jangan Timnas Indonesia akan jadi juara di Piala AFF 2026 ini karena punya pemain bagus.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT