News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baby Sitter di Surabaya Ditangkap karena Cekoki Anak Majikannya dengan Obat Keras

Seorang Baby Sitter di Surabaya berinisial NB, dilaporkan majikannya ke polisi karena cekoki anak majikannya dengan obat keras.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 14 Oktober 2024 - 14:49 WIB
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman
Sumber :
  • tvOne - syamsul huda

Surabaya, tvOnenews.com - Seorang Baby Sitter di Surabaya berinisial NB, dilaporkan majikannya ke polisi karena cekoki anak majikannya dengan obat keras.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman mengatakan, LK (ibu korban) melaporkan NB pada 30 Agustus 2024 silam. Dalam laporannya, NB diduga memberikan obat-obatan secara paksa kepada buah hati LK yang masih berusia 2 tahun 3 bulan saat tinggal bersama di kawasan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekitar Oktober 2022, NB (mengasuh korban) sejak berusia 5 bulan hingga berusia 2 tahun 3 bulan. Sehari-hari korban tidur bersama dengan kakak korban dan kedua pengasuhnya di dalam kamar anak di rumah pelapor yang di lengkapi CCTV," kata Farman dalam keterangannya, Senin (14/10).

Kepada polisi, LK menegaskan kesehatan buah hatinya hingga berusia 1 tahun 3 bulan tidak pernah mengalami gangguan kesehatan. Namun, memasuki usia korban 16 bulan, korban sering muntah setelah makan dan minum.

Sekitar Agustus sampai September 2023, korban menjalani terapi Bioresinance sekitar 5 kali pertemuan dengan maksud dapat membantu korban tidak muntah ketika makan dan minum. 

Desember 2023, korban flu dan LK membawa bersama NB memeriksakannya ke dokter. Usai diperiksa, dokter mengingatkan pada LK dan NB supaya korban diet. Sebab, berat badan korban sudah mencapai 20 kilogram di usia 2 tahun 3 bulan atau dinyatakan overweight.

Selain mengalami kelebihan berat badan, dokter juga menyatakan korban mengalami pembengkakan pada wajah dan badan. Sesuai saran dokter, LK mengingatkan NB untuk mendietkan korban. 

LK pun mulai curiga. Lalu, kecurigaannya terbukti ketika asisten rumah tangga (ART) berinisial SS menemukan gelas minuman milik korban di laci wastafel. Saat dikroscek, di dalamnya berisi serbuk warna orange yang mengering dan botol kecil warna putih yang berisi 9 butir pil warna oranye sebanyak dan 9 butir pil warna biru sebanyak.

Setelah itu, SS melaporkan kepada LK pada 28 Agustus 2024. Mengetahui hal itu, LK pun mempertanyakan hal itu kepada NB.

"29 Agustus 2024, pelapor (LK) mengecek ponsel milik NB ditemukan aplikasi Shoope dan Lazada yang digunakan untuk melakukan pembelian pil (sama dengan yang ditemukan SS). Lalu, pelapor mengecek rekaman CCTV pada hari Rabu (28 Agustus 2024) sekitar pukul 13.12 WIB," imbuhnya.

Usai hal itu, LK mendatangi dan melaporkan NB ke SPKT pada 30 Agustus 2024. Usai menerima laporan, polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

"Saksi yang telah diperiksa sebanyak 12 orang," ujarnya.

Farman memastikan, telah memeriksa dan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai dari LK beserta keluarga, NB, SS, ahli pidana, hingga spesialis anak dan farmasi klinis.

27 September 2024, telah dilakukan penetapan status tersangka dan penahanan terhadap NB. 01 Oktober 2024, penyidik mengirimkan berkas perkara tahap 1 ke kejaksaan.

"Saat ini pelaku sudah kami tahan. Sudah 17 hari ditahan," terang Farman.

Ditanya motif dari tersangka memberikan obat pada korban, Farman memastikan, pemberian obat tersebut agar si korban cepat gemuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Motifasinya agar cepat gemuk. Dan obat itu diperoleh dari pembelian secara online," pungkas Farman.

Akibat ulahnya itu, NB diduga telah melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tetapi melakukan praktek kefarmasian dan disangkakan melanggar Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan Pasal 436 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. (sha/gol) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Melemah ke Rp17.650 di Tengah Anjloknya Pendapatan Kelas Menengah

Rupiah Melemah ke Rp17.650 di Tengah Anjloknya Pendapatan Kelas Menengah

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 7 September 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS.
Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Demo Tetap Digelar di 3 Titik Hari Ini

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Demo Tetap Digelar di 3 Titik Hari Ini

Kasubsi Penmas Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, terdapat tiga titik demo yang menjadi perhatian aparat keamanan hari ini.
Kata Pelatih Vietnam U-20 usai Timnya Resmi Terdegradasi dan Absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031

Kata Pelatih Vietnam U-20 usai Timnya Resmi Terdegradasi dan Absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031

Pelatih Vietnam U-20, Yutaka Ikeuchi, menyampaikan reaksinya setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Mereka terdegradasi dan dipastikan akan absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031.
Ini Cara Refund dan Reschedule Penerbangan yang Batal Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Ini Cara Refund dan Reschedule Penerbangan yang Batal Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sejumlah maskapai memastikan penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat memperoleh bantuan, baik untuk pengembalian dana tiket maupun perubahan jadwal penerbangan.
Reaksi Media Vietnam usai Negaranya Resmi Terdegradasi dan Absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031

Reaksi Media Vietnam usai Negaranya Resmi Terdegradasi dan Absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031

Media Vietnam memperlihatkan reaksinya setelah The Golden Stars gagal lolos ke Piala Asia U-20 2027. Tak hanya gagal tampil, mereka juga akan terdegradasi untuk ajang kualifikasi berikutnya.
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Jabar Terapkan PJJ

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Jabar Terapkan PJJ

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan terhadap peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan.

Trending

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Media Belanda Singgung Doan Van Hau, Mees Hilgers Buat SC Heerenveen Banjiri Followers Baru di Instagram

Media Belanda Singgung Doan Van Hau, Mees Hilgers Buat SC Heerenveen Banjiri Followers Baru di Instagram

Dengan kekuatan suporter Garuda, Mees Hilgers membawa 20 ribu lebih followers alias pengikut baru di akun Instagram SC Heerenveen. 
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Justin Hubner Main Penuh Bawa Fortuna Sittard Menang, Ole Romeny Masih Absen

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Justin Hubner Main Penuh Bawa Fortuna Sittard Menang, Ole Romeny Masih Absen

Fortuna Sittard berhasil mencuri poin penuh dari Ado Den Haag dengan skor 3-2, Minggu (7/9/2026). Dalam laga ini, Justin Hubner bermain penuh sejak menit pertama.  
Korte-Korwe PKB 02 Cakung Timur Resmi Dilantik

Korte-Korwe PKB 02 Cakung Timur Resmi Dilantik

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas melantik jajaran pengurus Koordinator RT (Korte) dan Koordinator Wilayah (Korwe) PKB 02 Cakung Timur, Jakarta Timur pada Minggu (6/9/2026).
Ribuan Pasutri Ikuti Program Kehamilan

Ribuan Pasutri Ikuti Program Kehamilan

Memiliki buah hati menjadi impian bagi setiap pasangan suami-istri (pasutri).
Erupsi Gunung Anak Krakatau Ancam Pergerakan Ekonomi, Ribuan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ancam Pergerakan Ekonomi, Ribuan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT