Blarr, Dentuman Keras Terdengar saat Jembatan di Bondowoso Ambles
- tim tvone - sinto sofiadin
Jember, tvOnenews.com - Suasana hening hujan deras di Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, mendadak pecah usai terdengar suara dentuman keras.
Rupanya suara dentuman keras tersebut berasal dari sebuah jembatan penghubung antar Desa Dawuhan dan Desa Wanisodo, Kecamatan Grujugan Bondowoso.
Jembatan ambles akibat arus deras sungai.
Menurut Idris (55), warga Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan, sebelum jembatan ambles hujan deras terjadi sejak pukul 15.00 WIB. Dampaknya, arus sungai mengalir deras.
"Terus jam 5 sore, jembatan tiba-tiba ambles," ungkapnya.
Selain Idris, Sandi, warga Desa Dawuhan juga mengatakan saat jembatan ambles terdengar suara dentuman sangat keras.
"Keras suaranya, seperti suara batu itu. Keras dah," ujarnya.
Ia menjelaskan akibat arus deras dari pegunungan ini tak hanya menyebabkan amblesnya jembatan. Namun, airnya membuat areal persawahan terendam air.
"Kebun pohon sengon dan tanaman padi juga terendam air. Banjir membawa material bambu, kayu, ranting," ujar pria yang mengaku berada di sawah saat kejadian.
Camat Grujugan, Hadi Sarwono mengungkapkan, air deras yang mengalir dari sungai di Gunung Argopuro dan beberapa desa di atasnya hingga membawa material bambu membuat air sempat setinggi jembatan.
Hingga akhirnya terjadi ambles di jembatan yang dibangun pada 2013 dengan dana Desa itu.
"Air dari arah barat, dari Kabuaran, kemudian dari pegunungan Argopuro salah satunya melewati sungai ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, esok warga dan pemerintah desa serta kecamatan dan BPBD akan melakukan gotong royong membuat jembatan sementara.
Karena memang jembatan tersebut merupakan penghubung dua desa. Sekaligus, menjadi akses jalan utama pendidikan, ekonomi hingga pertanian.
Plt Kepala Dinas Binamarga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Dadan Kurniawan, mengatakan, perbaikan jembatan desa ini bisa menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT).
Untuk kebutuhannya diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Karena, pembangunan tak hanya jembatan. Namun, juga memerlukan penahan arus melihat antara hulu dan hilir jatuhnya air elevasinya agak tinggi.
"Besok untuk fiksnya kita hitung kembali," terangnya.
Ditambahkan Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekrontuksi, BPBD, Tugas Riski Bahana, pihaknya langsung melakukukan asessment setelah mendapatkan informasi tersebut.
Load more