GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Bayi Dibuang di Jombang Ditemukan Sehat, Peminat Adopsi Diarahkan ke Dinas Sosial

Kini dua bayi bernasib malang tersebut telah dikirimkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, tepatnya Dinas Sosial UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 9 Februari 2025 - 14:57 WIB
Dua Bayi Dibuang di Jombang Ditemukan Sehat
Sumber :
  • tvOne - umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com - Pekan lalu, Jombang panen bayi yang dibuang orang tuanya dan ditemukan warga. Bayi laki-laki ditemukan warga di warung kosong Desa Jatipelem, Diwek, Jombang, Jawa Timur pada tanggal 2 Februari. Bayi tersebut diperkirakan telah berusia empat bulan.  Meski dalam kondisi sehat namun kemudian dalam perawatan polindes Desa Jatipelem.

Dua hari berikutnya, tepatnya tanggal 4 Februari bayi ditemukan lagi di tepi jalan Dusun Gondang, desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Bayi laki-laki tersebut ditemukan warga dalam kardus dalam kondisi kedinginan, sehingga segera dilarikan ke Puskesmas Wonosalam.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kondisinya tadi masih kedinginan makanya diputuskan dibawa kepuskesmas untuk perawatan kondisi stabil tensi 37,2 kita rawat bayi standar kita berikan pendamping asipakai formula, ciri khusus tidak ada, laki laki, 2400 gram panjang 46 cm," jelas dr Ivan Ubaidillah Kepala Puskesmas Wonosalam, sambil menunjukkan bayi dalam perawatan.

Kini dua bayi bernasib malang tersebut telah dikirimkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, tepatnya Dinas Sosial UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo.

"Sudah kami kirim kesana semua. Karena memang UPT yang memiliki sarana dan prasarana perawatan bayi," kata Hari Purnomo, Kepala Dinas Sosial Jombang, Sabtu (8/2).

Mengenai banyaknya peminat untuk mengadopsi bayi tersebut, Hari membenarkan. Namun karena keputusan untuk memberikan hak adopsi bukan pada Dinas Sosial Jombang, sehingga para peminat diarahkan untuk langsung ke Dinas Sosial UPT yang memiliki kewenangan.

"Banyak yang ingin mengadopsi, terutama bayi yang ditemukan di Jatipelem.  Mereka saya arahkan ke UPT. Dan lagi, untuk keputusan boleh diadopsi itu menunggu rentan waktu tiga bulan. Menunggu barangkali orang tuanya berubah fikiran kemudian mengambil bayinya," sambung Hari.

Hari Purnomo menyebutkan, untuk mengadopsi bayi, para peminat harus melalui proses panjang dan memenuhi persyaratan yang telah ditenykan.  Diantaranya, berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun, berstatus nikah paling singkat 5 tahun, tidak atau belum memiliki anak atau hanya hanya memiliki satu orang anak dan mampu secara ekonomi dan sosial serta memperoleh izin menteri dan atau kepala instansi soaial.     

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyaknya peminat warga untuk mengadopsi bayi yang ditemukan di Jatipelem juga diakui Kapolsek Diwek, AKP Edy Widoyono. Para peminat telah menghubungi kepolisian namun diarahkan ke Dinas Sosial.

"Kondisi bayi bersih, sehat, sehingga banyak yang berminat mengadopsi. Hari pertama saja sudah lebih dari 15 orang yang berminat. Tetapi harus melalui prosedur, sehingga kami arahkan ke Dinas Sosial," terang Kapolsek Diwek. (usi/gol)  

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2026, Pemerintah Fokus Garap 88 Kabupaten/Kota

Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2026, Pemerintah Fokus Garap 88 Kabupaten/Kota

Pemerintah secara resmi menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di tanah air. 
Polisi Selidiki Kematian Remaja di Batujaya Karawang, Ditemukan Luka pada Bagian Leher

Polisi Selidiki Kematian Remaja di Batujaya Karawang, Ditemukan Luka pada Bagian Leher

Seorang pelajar berusia 15 tahun berinisial AF ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum, wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Senin (11/5). 
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Kasus dugaan pencabulan dilakukan oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari jadi perhatian publik. Korban pernah ditawari sejumlah uang untuk mencabut laporan
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) resmi larang izin wisata dan perumahan di kawasan hutan Jawa Barat, bupati dan wali kota diminta lebih proaktif.

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, secara tegas mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menyalahgunakan anggaran daerah dengan memberikan THR atau dana hibah kepada instansi vertikal. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT