GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Langgar Panggung Tepi Sungai Brantas Saksi Penyebaran Islam di Wilayah Utara Kabupaten Jombang

Meski usianya 135 tahun, sebuah musala kecil yang sejak dulu disebut dengan nama Langgar Panggung, kini masih digunakan warga Jombang untuk beribadah.
Rabu, 5 Maret 2025 - 13:11 WIB
Langgar Panggung Tepi Sungai Brantas
Sumber :
  • tim tvone - umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com - Meskipun usianya telah menginjak 135 tahun, sebuah musala kecil yang sejak dulu disebut dengan nama Langgar Panggung, kini masih digunakan warga Jombang untuk beribadah. Langgar tersebut saksi sejarah perkembangan Islam di Kabupaten Jombang wilayah utara Sungai Brantas. Langgar tanpa pengeras suara tersebut ternyata memiliki berbagai kejaiban.
  
Langgar Panggung berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Lokasi langgar zaman dahulu tidak jauh dari bibir Sungai Brantas sebelah sisi utara. Namun kini antara langgar dengan Sungai Brantras telah terbangun jalan raya jurusan Jombang-Tuban.
 
Meski usianya telah sangat tua namun fisik bangunan ini masih utuh seperti ketika dibangun zaman dahulu. Langgar berukuran 4 kali 10 meter ini memiliki dua lantai. Lantai satu berdinding tembok sedangkan lantai dua berdinding dan berlantai kayu jati.
 
Kini dinding kayu jati menampakkan usianya yang tua sehingga telah banyak kayu yang terlepas karena umur. Bukan hanya dinding kayu yang menunjukkan usia, dinding tembok di lantai satu juga menampakkan usianya. Di sejumlah titik, bahkan batu batanya telah tampak karena plesternya telah aus.
 
Pada bagian dalam langgar masih terdapat barang-barang yang masih asli belum berubah dan belum bergeser. Diantaranya lantai ubin, tempat menggantungkan peci ataupun baju dari kayu serta tempat menyimpan kitab Al-Qur'an.
 
Karena terdiri dari dua lantai, lantai satu memiiliki langit-langit kayu jati yang sekaligus sebagai lantai di lantai dua. Namun tingkat dua telah tidak digunakan sejak sekitar 40 tahun lalu karena telah lapuk.
 
Ainur Rofiq, Takmir Langgar Panggung mengisahkan, langgar ini dibangun sekitar tahun 1890 oleh Haji Ibrahim, saudagar dari Sidoarjo. Tujuannya untuk mengembangkan Islam di wilayah utara Sungai Brantas. Setelah jadi bangunan, langgar diserahkan kepada mbah Yunus yang merupakan santri dari Kyai Muntoho, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah di Jombang saat itu.
 
"Kalau dulu bukan musala tapi Langgar Panggung, kan ada tingkatnya, yang tingkat itu namanya panggung, yang di atas itu namanya panggung. Dibangun kurang lebih 1890 an oleh bapak Haji Ibrahim dari Sidoarjo. Karena di wilayah utara sungai Brantas Islam belum begitu berkembang, kebetulan disini ada muridnya Kyai Muntoho namanya mbah Yunus," kisahnya. 
 
Haji Ibrahim membangun langgar karena terdorong kondisi Islam di wilayah ini. Karena melihat persis perkembangan Islam di wilayah ini pada zaman itu. Haji Ibrahim salah satu pedagang yang lalu lalang di Sungai Brantas yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan satu-satunya.  
 
"Lalu lintas perdagangan kan hanya sungai Brantas. Belum ada jalan darat, sehingga H Ibrahim sering singgah disini kemudian membangun langgar ini," tambah Ainur Rofiq.
 
Sedangkan kelebihan langgar ini diantaranya, tempat imam mengimami atau pengimaman yang terlihat rendah namun orang yang masuk setinggi berapapun masih tetap bisa, bahkan terdapat jarak dengan dinding di atasnya.
 
"Ini bukti. Saya kan tinggi, tapi masih bisa masuk bahkan terdapat jarak sekitar 12 sentimeter dengan dinding atas," kata Ainur Rofiq.   
 
Keajaiban lain, suatu saat orang dari Ngimbang, Lamongan punya masalah yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum di zaman orde lama. Setelah membaca surah Yasin 41 kali di langgar ini, dengan izin Alloh masalahnya terselesaikan.
 
Dalam bulan Ramadhan tahun ini, seperti juga Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Langgar Panggung masih menjadi favorit sejumlah orang, sehingga saat salat tarawih, langgar ini masih dipenuhi jamaah. (usi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik usai membagikan momen ketika menyusuri hutan untuk menemui masyarakat adat Suku Togutil.
Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bantu pulangkan WNI asal Karawang yang terlantar di Libya. Kasus ini jadi peringatan keras untuk warga Jabar.
Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Persis Solo menjaga asa keluar dari zona merah setelah menang 1-0 atas Dewa United, sementara Malut United ditahan imbang Persita Tangerang.
5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

Menurut perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang disarankan untuk memperlambat tempo, menahan diri, dan ekstra waspada pada tanggal 17 Mei 2026.
Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Sosok Josepha Alexandra (Ocha) ternyata bukan anak bawang di panggung LCC garapan MPR RI ini. Ia adalah sang petahana yang punya rekam jejak cukup mengagumkan.
Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menyoroti tingkah Wali Kota Medan, Rico Waas. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Medan itu tak hadir dalam acara Kopdes

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT