GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Hidayat, Bocah 11 Tahun Asal Tuban dengan Berat 110 Kg yang Tak Bisa Sekolah

Nasib kurang menguntungkan dialami Hidayatul Muslimin, warga Dusun Puter, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Bocah yang baru berusia 11 tahun ini sudah memiliki berat badan 110 kilogram.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 30 Juni 2025 - 14:49 WIB
Hidayatul Muslimin, warga Dusun Puter, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban
Sumber :
  • tvOne - hartono

Tuban, tvOnenews.com – Nasib kurang menguntungkan dialami Hidayatul Muslimin, warga Dusun Puter, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Bocah yang baru berusia 11 tahun ini sudah memiliki berat badan 110 kilogram.

Akibatnya ia tidak dapat menjalankan aktifitas sehari-sehari seperti teman sebayanya. Sejak lahir hingga usia 3 tahun, Hidayat belum bisa berjalan seperti anak seusianya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia baru mulai belajar berjalan menginjak umur 3 tahun, setelah menjalani terapi pengobatan di Solo, Jawa Tengah.

Tubuh yang jumbo membuat Hidayat, demikian bocah ini kerap dipanggil, hingga kini belum dapat sekolah, maupun bermain seperti anak-anak yang lain. Sehari-hari ia hanya mampu menggerakan tubuhnya untuk duduk, jalan pendek, makan, minum, dan ke kamar mandi.

Menurut penuturan sang ayah, Rusdi (55 th), tanda-tanda kelebihan berat badan pada Hidayat sudah mulai nampak sejak masih bayi.

“Sejak lahir ia sudah memiliki tubuh yang besar melebihi bayi pada umumnya. Bahkan, saat itu ia mendapat julukan bayi terbesar se-Kecamatan Kerek,” ungkap Rusdi, sembari memandang sedih anaknya.

Sebagai orang tua, Rusdi mengaku sedih melihat anaknya yang dianggapanya tidak normal itu. Bahkan sebagai bapak kandung, ia kerap menangis diam-diam, merasa iba melihat kenyataan yang dialami anaknya tersebut.

Rusdi sebenarnya tak habis pikir, selama ini jumlah makan anaknya tidak terlalu banyak, masih normal seperti anak-anak yang lain. Namun kebutuhan minumnya yang sangat berlebihan, sehari bisa menghabiskan air satu galon. "

Kalau makanya biasa, satu piring cukup bahkan kadang kurang satu piring. Tapi minumnya yang berlebihan satu hari bisa menghabiskan satu galon air mineral,” tutur Rusdi.

Sementara menurut Fandi, Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kerek, untuk membantu menyembuhkan Hidayat, ia sudah beberapa kali koordinasi dengan dinas terkait dan saat ini sudah tujuh kali menjalani pemeriksaan di Poli Anak RSUD dr. Koesma Tuban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk pemeriksaan lanjutan, rencananya minggu depan akan kami bawa ke rumah sakit di Surabaya,” kata Fandi.

Dari hasil pemeriksaan medis Hidayat mengalami obesitas, namun secara umum kondisi organ dalam seperti jantung, paru-paru, dan darah masih dinyatakan normal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.
Pesan Haru Kurniawan Dwi Yulianto Pada Mathew Baker Cs Usai Buat Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Piala Asia U-17

Pesan Haru Kurniawan Dwi Yulianto Pada Mathew Baker Cs Usai Buat Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Piala Asia U-17

Kekalahan Timnas Indonesia U-17 atas Jepang di Lapangan A Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Selasa (12/5/2026) menutup perjuangan Kurniawan Dwi Yulianto di Piala Asia U-17. 
Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Gagal Antarkan Timnas Indonesia U-17 ke Perempat Final Piala Asia: Mohon Maaf Atas Kegagalan Ini

Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Gagal Antarkan Timnas Indonesia U-17 ke Perempat Final Piala Asia: Mohon Maaf Atas Kegagalan Ini

Kegagalan ke babak perempat final Piala Asia U-17 2026 ini memastikan Timnas Indonesia U-17 gagal kembali tampil di Piala Dunia U-17 untuk tiga edisi beruntun. 
Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Sebuah pondok pesantren di Tlogowungu, Kabupaten Pati, kini berada di bawah pengawasan ketat setelah munculnya dugaan skandal kekerasan seksual yang melibatkan santriwati. 
Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Pengamat kebijakan publik, Yanuar Winarko, menilai keberadaan tim khusus eksternal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan bentuk maladministrasi yang serius.

Trending

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT