GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jatim Raih Peringkat Pertama Nasional Indeks Keamanan Pangan Segar

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen dalam menyediakan dan menjaga kualitas pangan bagi masyarakatnya.
Rabu, 2 Juli 2025 - 16:11 WIB
Jatim Raih Peringkat Pertama Nasional Indeks Keamanan Pangan Segar
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Surabaya, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen dalam menyediakan dan menjaga kualitas pangan bagi masyarakatnya. Hal ini terbukti dengan diraihnya penghargaan peringkat pertama Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) Tingkat Nasional 2024 dari Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dengan mengungguli Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diterima Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Diberikan pada peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang digelar di International Convention Center (IICC) Bogor, minggu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penghargaan tersebut juga menandai peluncuran resmi Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) sebagai alat ukur nasional dalam menilai tingkat keamanan pangan segar. 

Gubernur Khofifah menjelaskan, Skor Indeks Keamanan Pangan Segar Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 mencapai total 80. Terdiri dari lima indikator penilaian antara lain SDM dan Kelembagaan mencapai skor 14, Penjaminan Keamanan Pangan skor 28, perdagangan skor 20, kesehatan masyarakat skor 8, dan kesadaran masyarakat skor 11.

"Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerjasama semua instansi terkait dan lapisan masyarakat di Jawa Timur. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan segar di Jawa Timur tinggi,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu (2/7).

Menurut Khofifah, tingginya indeks keamanan pangan Jatim merupakan wujud komitmen Pemprov dan elemen strategis lainnya menyediakan pangan berkualitas untuk masyarakat. 

Hal ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur yang memuat strategi dan program Pemerintah Provinsi Jatim dalam meningkatkan keamanan pangan segar. Termasuk di dalamnya penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas produksi, dan perlindungan konsumen.
 
"Kebijakan yang kami terapkan di Jatim antara lain fokus pada pengawasan Residu Pestisida dan Kimia Berbahaya. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan rutin melakukan pengujian sampel sayur, buah, dan produk segar lainnya di pasar tradisional maupun modern untuk mendeteksi residu pestisida atau logam berat," jelasnya.
 
Kebijakan tersebut mencakup program "Gerakan Pangan Aman" dengan uji cepat pangan seperti di sentra produksi apel Malang, produksi sayuran di Batu, dan ikan di Lamongan. Selain itu, ada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) berupa pelatihan petani dan sertifikasi GAP untuk komoditas unggulan seperti bawang merah, cabai, dan beras. 
 
"Untuk mendukung itu jaminan keamanan masyarakat atas makanan, Pemprov Jatim telah menyiapkan Laboratorium Keamanan Pangan. Jadi kami memiliki lab khusus seperti Balai Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan di Surabaya untuk analisis kontaminan. Kami juga kolaborasi dengan BPOM Jatim dalam pemantauan cemaran mikroba dan kimia," jelasnya.
 
Capaian IKPS ini, lanjut Khofifah, berfungsi sebagai alat evaluasi kinerja pemerintah daerah, juga dijadikan sebagai indikator dalam pembangunan sektor pangan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan target nasional tahun 2025 sebesar 61.
 
“IKPS dikembangkan oleh NFA sebagai alat untuk memantau keamanan serta kualitas pangan segar yang berasal dari tanaman, hewan, dan hasil perikanan. Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan pangan yang berbasis sains dan berfokus pada perlindungan konsumen,” terangnya.
 
Untuk diketahui dalam Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day/WFSD) tahun 2025 mengangkat tema “Food Safety: Science in Action”. Hal ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif semua pihak dalam menciptakan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. (hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...
Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru yang masih berstatus non-ASN menjadi ASN.
357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

Berdasarkan data Satgas PRR hingga 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap atau huntap yang telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit.
Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Berjuang sampai tetes darah terakhir, Timnas Indonesia tersingkir dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak. 
Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League 2026/2027. Menariknya, Megatron ternyata pernah membuat pelatih Kang Sung-hyung 'frustrasi' saat membela Red Sparks.
Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Ajax mengurus seluruh administrasi Maarten Paes, termasuk gaji yang harus dibayarkan hingga izin bekerja sang pemain di Belanda. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT