GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Komunikasi Unair Tanggapi Kontroversi Stand Up Comedy Mens Rea Panji

Pertunjukan stand up comedy komika Panji Pragiwaksono menuai kontroversi di tengah publik. Ia dituding telah melakukan penghinaan kepada pejabat negara. Namun, tidak sedikit pula yang mendukung materi komedi Panji tersebut.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 15 Januari 2026 - 14:42 WIB
Pakar komunikasi publik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com – Pertunjukan stand up comedy komika Panji Pragiwaksono menuai kontroversi di tengah publik. Ia dituding telah melakukan penghinaan kepada pejabat negara. Namun, tidak sedikit pula yang mendukung materi komedi Panji tersebut. Sejumlah pihak bahkan telah melaporkan Panji ke aparat kepolisian karena diduga melakukan penghinaan.

Lantas, seperti apa penilaian pakar komunikasi Universitas Airlangga (Unair) terkait stand up comedy Panji Pragiwaksono ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Heboh di awal tahun 2026 terkait stand up comedy komika Panji Pragiwaksono yang bertajuk Mens Rea dan menyedot perhatian publik. Tak hanya itu, stand up comedy Panji ini juga menuai kontroversi di tengah masyarakat karena dinilai terlalu berani dan menghina pejabat di negeri ini. Tak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi bahan stand up Panji.

Pakar komunikasi publik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, menilai stand up comedy yang dilakukan Panji ini memang berani. Namun, Suko Widodo menegaskan bahwa dalam komunikasi terdapat tiga level yang perlu diperhatikan.

"Yakni pertama terkait benar atau salah fakta yang disampaikan kedua adalah pantas atau tidak pantas hal tersebut disampaikan. Dan yang ketiga apakah elok (indah) atau tidak, hal ini dalam etika komunikasi perlu diperhatikan," ungkap Suko.

Menurut pria berkumis tebal ini, stand up comedy Panji dalam perspektif hukum yang digali adalah benar atau salah. Namun, dalam komunikasi yang ditekankan adalah pantas atau tidak pantas hal yang disampaikan.

"Jadi saya bukan ahli hukum. Kalau hukum itu yang dicari kan benar atau salah. Tapi kalau komunikasi itu penejannya pada pantas atau tidak, yang nantinya publik memberikan pemenilaian semua itu," imbuhnya.

Bagi Suko Widodo, dalam berkomunikasi yang perlu dicermati adalah persoalan empati, pantas atau tidak, serta indah atau buruk, sehingga tidak ada pihak yang terluka dan tersinggung.

"Empati itu penting dalam berkomunikasi karena itu menjadi kontrol, sehingga ketika kita bicara tidak ada yang tersinggung, terluka dan merasa disakiti oleh omongannya," ujar penggemar kuliner nasi pecel Madiun ini.

Suko menyarankan, bagi siapa saja dalam berkomunikasi, terutama komika dan figur publik, mestinya memegang unsur pantas atau tidak pantas, serta indah atau tidaknya hal tersebut disampaikan di tengah publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan begitu, seseorang bisa lebih berhati-hati dalam berkomunikasi sehingga tidak ada yang tersakiti atau terluka dengan apa yang disampaikan," tuturnya.

"Jadi, apa baiknya jika kita bicara mbuat orang tertawa, tetapi di sisi lain apa yang disampaikan itu juga menyinggung dan melukai hati orang lain," pungkasnya. (msi/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perang Timur Tengah Tak Bisa Diramal Kapan Usai, Bahlil Ungkap Skenario Terburuk RI Alihkan Impor Minyak

Perang Timur Tengah Tak Bisa Diramal Kapan Usai, Bahlil Ungkap Skenario Terburuk RI Alihkan Impor Minyak

Bahlil Lahadalia mengakui bahwa hasil kajian internal menunjukkan konflik berpotensi berlangsung tanpa kepastian waktu. Sehingga, Pemerintah menyiapkan skenario terburuk di sektor energi.
Perang Meluas hingga Lebanon, Rupiah Ikut Melemah di Tengah Tekanan Global dan Lonjakan Harga Minyak

Perang Meluas hingga Lebanon, Rupiah Ikut Melemah di Tengah Tekanan Global dan Lonjakan Harga Minyak

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (3/3/2026) seiring dengan memanasnya eskalasi perang di Timur Tengah.
26,5 Juta Pekerja Swasta Terima THR Lbaran 2026, Pemerintah Berharap Jadi Penggerak Utama Konsumsi

26,5 Juta Pekerja Swasta Terima THR Lbaran 2026, Pemerintah Berharap Jadi Penggerak Utama Konsumsi

Pemerintah mengungkapkan potensi gelombang konsumsi besar menjelang Lebaran 2026, seiring pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sektor swasta yang diperkirakan mencapai Rp124 triliun.
Tanpa Bantuan Logistik dan Kepastian Pemulangan, DPR  Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Amankan Jemaah Umrah

Tanpa Bantuan Logistik dan Kepastian Pemulangan, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Amankan Jemaah Umrah

Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret guna melindungi keselamatan sekitar 58 ribu orang jamaah umrah asal Indonesia yang tertahan di berbagai bandara akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kadiv Humas Polri Ungkap Alasan Mutasi AKBP Didik Putra ke Yanma Usai Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Kadiv Humas Polri Ungkap Alasan Mutasi AKBP Didik Putra ke Yanma Usai Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Polri secara resmi menyampaikan bahwa mutasi Didik ke Pamen Yanma dilakukan guna mempermudah proses administrasi dalam pelaksanaan putusan kode etik.
John Herdman Full Senyum! Calon Duet Ole Romeny di Lini Depan Timnas Indonesia Akhirnya Comeback, Dipanggil untuk FIFA Series 2026?

John Herdman Full Senyum! Calon Duet Ole Romeny di Lini Depan Timnas Indonesia Akhirnya Comeback, Dipanggil untuk FIFA Series 2026?

John Herdman dapat kabar baik jelang FIFA Series 2026. Ragnar Oratmangoen comeback usai cedera panjang dan siap jadi duet tajam Ole Romeny di Timnas Indonesia.

Trending

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Temon, Kulon Progo, D.I.Yogyakarta meninggalkan duka bagi pemilik perusahaan rokok HS, Muhammad Suryo. Berikut profilnya
Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Hingga kini, KPK belum merinci secara resmi dugaan perkara yang menjerat Fadia Arafiq atau konstruksi kasus yang menjadi dasar OTT tersebut.
Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Begini alasan yang bikin Persib Bandung bebas sanksi WO usai lakukan 6 kali ganti pemain saat ditahan imbang Persebaya Surabaya menurut regulasi operator liga.
Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3 Sport hari ini: Indonesia tak masuk daftar pengganti Iran di Piala Dunia 2026, Megawati Hangestri ungkap alasan pilih JPE, dan pemain Persib bandung jadi pengganti Thom Haye di FIFA Series!
Trump Beberkan Motif Bunuh Ali Khamenei: Saya Berhasil!

Trump Beberkan Motif Bunuh Ali Khamenei: Saya Berhasil!

Presiden Amerika Serikat (Presiden AS), Donald Trump beberkan motif ia bunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kata Donald Trump, motif dirinya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT