Miris! Siswa SDN Margantoko Sampang Belajar di Kelas Rusak dan Nyaris Ambruk
- tvOne - dimas farik
Sampang, tvOnenews.com – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margantoko 1 di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang kelas yang mengalami kerusakan parah dan bangunan pun rentan ambruk. Sejumlah atap bangunan seperti kayu dan genteng runtuh hingga berantakan di depan kelas.
Di ruang kelas lain, siswa melangsungkan kegiatan belajar mengajar di gedung yang rentan ambruk. Plafon bangunan runtuh dan mengalami kerusakan yang parah. Bahkan, sebagian kelas lainnya juga kondisinya sudah ambruk. Para siswa tak kebagian tempat, terlebih kelas satu, kelas dua, hingga kelas empat terpaksa belajar lesehan di ruang guru.
Suranta, Kepala Sekolah SDN Margantoko 1, mengatakan sejak menangani pendidikan yang berada di Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, kondisi gedung sudah rusak parah dan beberapa kelas dalam kondisi ambruk.
"Mulai saya berada disini (sekitar tahun 2022) kondisi sekolah seperti ini. Mengalami rusak parah. Mau memperbaiki kerusakan yang kecil - kecil sudah tidak ada gunanya,” tuturnya, Kamis (12/2/26).
Suranta mengatakan, pihak sekolah telah dua kali mengajukan perbaikan enam ruang kelas yang tak layak pakai kepada Dinas Pendidikan Sampang, yaitu pada tahun 2024 dan tahun 2025 lalu. Namun, hingga kini pengajuan tersebut belum menemukan titik terang.
"Saya sudah mengajukan perbaikan geduang sekolah kepada dinas pendidikan Kabupaten Sampang. Pengajuannya Sudah dua kali mulai tahun 2024 dan 2025, tapi sampai sekarang terealisasi,” terangnya.
Mirisnya, bila tiba-tiba hujan turun pada jam pelajaran berlangsung, siswa SD dengan total tiga puluh empat orang langsung meninggalkan KBM dan pergi untuk berteduh ke ruang guru.
“Saya berharap semoga gedung SD disini, segera bisa diperbaiki oleh pemerintah. kasian kepada anak - anak yang masa pertumbuhan belajar seperti ini. Kelas satu, dua, tiga dan empat belajar lesehan ruang guru. Kalau terjadi seperti ini (lesehan) terus menerus, saya khawatir anak - anak tulang belakang mengalami bengkak,” ucap Suranto saat berada di depan ruang guru.
Sementara Moh. Yusuf, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, menuturkan gedung sekolah di Margantoko sudah diajukan (refit) kepada pemerintah (Kementerian Pendidikan) bersama sekolah-sekolah SD yang lain.
“Terkait SD Margantoko satu, dan SD lainnya yang terjadi kerusakan dari data kementerian terdapat Empat ratus enam puluh empat ( 464 ) Gedung sekolah SD Sekabupaten Sampang. Sedangkan saya diberi kouta seratus tiga puluh delapan pengajuan. Untuk SD Margantoko sudah kami ajukan. Tapi mendapatkan bantuan refit atau tidak, kami tidak bisa memastikan. Kami hanya mengajukan saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengajuan perbaikan gedung sekolah dasar dengan kouta seratus tiga puluh delapan pengajuan (138), tetapi belum tentu sekolah akan menerima sesuai dengan pengajuan.
“Meski kami mendapatkan kouta 138 dari kementrian pendidikan pusat, tapi belum tentu dapat perbaikan gedung semuanya. misalnya, pada tahun kemarin, kami mendapat kuota 138, tapi yang dapat hanya tujuh refit untuk tahap pertama, dan tahap kedua juga tujuh sekolah. Setiap tahun pengajuan berubah ubah mas, kami hanya mengajukan sesuai kouta yang diminta (kementrian),” ungkapnya. (fds/gol)
Load more