Eskalasi Konflik Iran dan AS Memanas, 100 Jamaah Umroh asal Nganjuk Masih Tertahan di Tanah Suci
- tim tvOne - kasianto
Nganjuk, tvOnenews.com - Ketegangan konflik bersenjata yang semakin memanas antara Amerika Serikat–Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah kini berdampak langsung terhadap ratusan warga Nganjuk yang tengah menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.
Situasi geopolitik yang makin tidak menentu ini telah menyebabkan gangguan besar terhadap jadwal penerbangan internasional dan kepulangan para jamaah.
Di tengah kondisi ini, sekitar 100 jamaah umroh yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dilaporkan masih berada di Makkah dan Madinah. Rombongan tersebut diberangkatkan oleh salah satu biro perjalanan umrah, SDW, dan sejauh ini dipastikan dalam kondisi aman serta terus menjalankan ibadah seperti biasa meski kepulangannya belum dapat dipastikan.
Direktur Umroh dan Haji SDW Nganjuk, Franki Yoen Anando, mengatakan saat ini terdapat tiga grup jemaah yang masih berada di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi.
Salah satu rombongan diantaranya merupakan jamaah Solawat Janur pimpinan Gus Arafat Ajisoko dari Selorejo, Kecamatan Bagor.
“Total ada 100 jamaah. Sampai sekarang mereka masih berada di Mekkah dan Madinah,” ujar Franki, Selasa (3/3).
Ia mengungkapkan hingga kini belum ada informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun dari KJRI Jeddah terkait kondisi terbaru dan kepastian penerbangan jemaah.
Selain itu, Franki juga menerima informasi bahwa seluruh penerbangan yang transit di kawasan negara Teluk saat ini tidak mendapatkan izin terbang.
“Pesawat yang transit di negara Teluk sementara tidak diizinkan terbang. Untuk penerbangan carter seperti Lion Air dan Garuda Indonesia juga masih belum ada konfirmasi,” ungkap Franki.
Lebih lanjut, Franki menambahkan, sesuai jadwal awal, grup pertama yang dipimpin Gus Arafat dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 5 Maret 2026. Sementara grup kedua dengan paket 16 hari direncanakan pulang pada 11 Maret 2026.
Adapun grup ketiga yang menjalani program umroh penuh Ramadan dijadwalkan kembali pada H+2 Idulfitri.
“Pihak biro perjalanan saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi, termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Franki.
“Kami terus memantau kondisi dan berharap semuanya berjalan lancar sampai kepulangan jamaah. Mohon doa dari semua pihak agar seluruh jamaah diberi kelancaran dan selamat sampai pulang kembali ke Tanah Air,” pungkasnya. (gol)
Load more