Pria Panjat Tower BTS di Sidoarjo, Diduga Frustasi Usai Putus Cinta
- tvOne - khumaidi
Sidoarjo, tvOnenews.com – Warga Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo, digemparkan dengan nekatnya seorang yang memanjat menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi 42 meter dan bertahan di puncak selama hampir 6 jam. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menurunkan Andika Resta (25 tahun), asal Sleman, dengan selamat sekitar pukul 20.23 WIB.
Aksi evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu 2 jam. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan laporan pertama masuk pukul 16.27 WIB dari Polsek Sedati. Tanpa buang waktu, satu tim vertical rescue langsung dikerahkan ke lokasi.
“Satu rescuer naik duluan membawa tali sambil membangun komunikasi dengan survivor,” ujar Didit di lokasi.
Setelah situasi terkendali, satu rescuer Basarnas bersama dua personel Damkar Sidoarjo menyusul naik. Mereka merakit sistem lowering dan menurunkan Andika secara vertikal menggunakan tali.
Begitu tiba di darat, Andika langsung diperiksa tim medis. Ia kemudian dirujuk ke Puskesmas Sedati untuk penanganan lanjutan.
“Kondisinya selamat dan sehat,” tegas Didit.
Didit belum bisa memastikan motif perbuatannya. Dugaan awal mengarah ke depresi. Didit menyebut pihaknya belum mendapat keterangan langsung dari Andika. Sementara itu, warga punya versi lain.
Salah satu saksi mata di lokasi, Firman (27 tahun), warga Kwangsan, mengatakan bahwa beredar kabar Andika frustasi karena putus cinta.
“Infonya diputus pacarnya, orang Desa Damarsi sini. Tadi dia telepon berkali-kali dari atas tower tapi nggak diangkat,” ucapnya.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang, mengapresiasi kerja cepat tim gabungan. Dalam evakuasi ini melibatkan Basarnas Surabaya, Polsek Sedati, Damkar Sidoarjo, BPBD Sidoarjo, Koramil Sedati, Pemdes Kwangsan, PMI, Tagana, dan Dinsos.
“Kalau ada masalah pribadi, datangi fasilitas layanan kesehatan jiwa. Jangan dipendam sendiri,” tegasnya. (khu/gol)
Load more